- 30 -

570 44 1
                                        

TYPO BERTEBARAN!

                          ——————

Di tengah taman hijau, rumah megah berdiri tenang dengan pilar-pilar anggun dan kolam jernih memantulkan cahaya. Suara gemericik air dan kicauan burung menciptakan suasana damai, sementara aroma melati memenuhi udara. Kedamaian menyelimuti setiap sudutnya.

Gadis terbangun dengan sinar matahari yang menembus tirai kamar, menyinari wajahnya yang terlihat tenang. Jam di dinding menunjukkan sudah hampir tengah hari. Tubuhnya terasa sedikit berat, namun ada rasa hangat yang menyelimuti hatinya.

Di sampingnya, Alpha masih terlelap, wajahnya memancarkan ketenangan, dengan helaian rambut yang sedikit berantakan menutupi sebagian wajahnya.

Malam sebelumnya, mereka telah menghabiskan waktu bersama, menikmati keintiman yang hanya bisa dirasakan oleh dua hati yang saling terikat. Keletihan dari malam yang panjang masih terasa di tubuh mereka, namun itu seolah menjadi bukti cinta dan gairah yang mereka bagi.

Gadis tersenyum kecil, mengingat bagaimana Alpha menggoda nya sebelum mereka benar-benar larut dalam kebersamaan itu.

Ia perlahan bangkit, berusaha untuk tidak membangunkan Alpha. Namun, ketika ia bergerak, Alpha membuka matanya perlahan, menatap Alpha dengan mata yang masih mengantuk. "Udah siang ya?" tanyanya dengan suara lembut.

Gadis mengangguk sambil membelai rambutnya. "Iya, maaf ya kalo semalam aku agak kasar" jawabnya dengan nada menggoda. Alpha tersenyum kecil, pipinya memerah mengingat malam sebelumnya.

Mereka memutuskan untuk tetap berbaring sejenak, menikmati momen tenang di antara mereka. Tidak ada kata-kata yang perlu diucapkan, hanya kehadiran satu sama lain yang terasa cukup.

Di luar, suara burung berkicau dan angin berbisik seolah menjadi latar yang sempurna untuk pagi atau siang mereka yang penuh cinta dan kedamaian.

Di luar ruangan ada sepasang couple yang sedang menikmati waktu bersama juga,  yap couple itu adalah PashaCinta.

Pasha dan Cinta duduk bersisian di sofa ruang TV. Cahaya lampu LED TV memantulkan senyum mereka berdua. Mereka menonton serial favorit di Netflix, tawa dan decak tak henti. Pasha memeluk Cinta erat, sementara Cinta membenamkan wajahnya di bahu Pasha. Suasana hangat dan nyaman, penuh keintiman dan cinta.

Sesekali Pasha mengigit bahu Cinta karena rasa gemasnya, Cinta tak marah atau terganggu soal itu karena sudah sering sekali Pasha mode makan orang.

"Sayang" panggil Cinta lembut.

Pasha mendangak kan kepalanya sedikit, "iya kenapa?" jawab Pasha sambil membelai rambut Cinta.

"Kamu cinta ga sih sama aku?"

Pasha terdiam sejenak, ia tak menyangka bahwa pacar nya ini kena virus Jesper.

"Of course, ngapain aku bela-belain jadi alay buat kamu balik sama aku" jawab Pasha.

"Seberapa besar cinta kamu?"

"Ga bisa di gambarkan karena memang besar buangettttt"

Cinta akhirnya tersenyum, ia merasa puas dengan jawaban pacar nya ini.

Di dapur yang hangat dan nyaman, Thea dan Jesper berdiri bersisian, siap memulai resep cake favorit mereka, Lemon Chocolate.

Cahaya matahari masuk melalui jendela, memantulkan senyum mereka berdua yang penuh harapan dan kegembiraan. Aroma kopi dan cokelat mengisi udara.

Ketika Thea sedang menuangkan tepung ke dalam adonan, dia tidak sengaja menumpahkannya ke seluruh permukaan meja. Tepung putih menutupi permukaan hitam meja, seperti salju.

THREE LITTLE FOXES (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang