- 31 -

769 32 2
                                        

TYPO BERTEBARAN

                             ———

Jesper merasa heran ketika Thea menutup matanya dengan lembut. "Tutup mata sayang, aku punya kejutan untukmu" kata Jesper dengan senyum misterius.

Jesper penasaran, namun mematuhi permintaan Thea. Dia merasakan Thea memimpinnya berjalan beberapa langkah.

"Buka mata yaa" kata Thea.

Jesper membuka mata dan terkejut melihat rumah impian yang selama ini dia idamkan. "Apa ini, sayang?" Jesper bertanya dengan suara tercekat.

Thea tersenyum manis, "Rumah impianmu, aku ingin membuatmu bahagia selamanya."

Jesper terharu, air matanya mulai menetes. "Sayang aku kemarin cuma bercanda, i love you"

Thea mengeluarkan kotak kecil dari saku celananya dan membuka tutupnya, mengungkapkan cincin indah.

"Jesper, i love you too, aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Apakah kamu mau menjadi tunanganku?"

Jesper terkejut, namun segera mengangguk dengan gembira. "Ya, aku mau!" Jesper memeluk tubuh tinggi Thea dan Thea membalas pelukan hangat itu.

PashaCinta dan GadisAlpha tiba-tiba muncul dari belakang, bersorak dan berteriak.

"Cie-cie yang mau tunangan!" Alpha berteriak, menertawakan Jesper yang sedang malu.

Pasha dan cinta juga ikut-ikutan, membuat Jesper semakin merasa malu.

Wajah Jesper memerah, dia mencoba menyembunyikan wajahnya di bahu Thea.

Thea tersenyum dan memeluk Jesper erat. "Aku tidak peduli, aku cinta kamu!" kata Thea.

Jesper tersenyum malu-malu, merasa bahagia dan dicintai.

—————

Di ruang kantor yang mewah, kursi megah dan empuk duduklah Cinta dengan wajah merah padam. Kaki dan tangannya menyilang, menunjukkan kemarahan yang tak tersembunyi.

Di depannya, Pasha berdiri dengan kepala tertunduk, tangan di belakang seperti anak yang sedang dimarahi ibu nya.

"Apa lagi ini, Pasha?" Cinta bertanya dengan nada tinggi. "Aku sudah bilang berulang kali, tidak boleh minum-minum tanpa sepengetahuan aku!"

Pasha tidak berani menatap wajah Cinta. "Maaf sayang... aku tidak sengaja," katanya dengan suara pelan.

Cinta menghela napas. "Tidak sengaja? Jam 5 pagi baru pulang? Kamu pikir aku tidak khawatir"

Pasha merengut seperti anak kecil. "Aku janji tidak akan ulangi sayang"

Cinta tetap mengoceh. "Janji? berapa kali aku mendengar janji itu? aku ingin lihat perubahan, bukan janji kosong!"

Pasha menundukkan kepala lebih dalam. "Aku minta maaf sayang, aku cinta kamu dan aku tidak ingin kehilangan kamu."

Cinta melihat wajah Pasha yang merengut. Hatinya mulai lunak. "Pasha, aku cinta kamu juga, tapi aku tidak ingin kamu hidup seperti ini"

Pasha menatap Cinta dengan mata yang bersinar. "Aku berjanji, aku akan berubah"

Cinta mengangguk. "Baiklah, aku memaafkan kamu. Tapi ingat, aku akan selalu mengawasi"

Pasha tersenyum lega. "Makasih, Cin. Aku tidak akan mengecewakan kamu lagi"

Cinta membuka tangan nya yang menandakan Pasha boleh memeluk nya, tanpa babibu Pasha mendekat dan memeluk tubuh kecil Cinta.

THREE LITTLE FOXES (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang