- 29 -

537 38 3
                                        


TYPO BERTEBARAN

                          —————

Waktu telah menunjukkan waktu makan malam, namun hanya seorang wanita tinggi yang makan sendiri dengan damai.

Yap itu Pasha,  Pasha lagi dan lagi makan malam sendirian. Dia masih kesal dengan Cinta se waktu di kantor.

"Dia ga mikir apa ya kalau aku cemburu" ungkap Pasha malas sambil mengunyah makanan.

Ia menatap ke jendela luar yang di terangi cahaya bulan,
"Kapan ya ngumpul-ngumpul lagi..."
wajah nya berubah sedikit lebih sedih.

Di sisi lain Thea dan Jesper sedang menikmati waktu santai bersama di kamar. Dengan pencahayaan redup dan suasana yang nyaman, mereka duduk berdampingan di atas sofa kecil, selimut hangat melilit tubuh mereka.

Layar laptop di depan mereka menampilkan logo Netflix, siap memutar film pilihan mereka malam ini. Tawa kecil dan obrolan ringan mengisi jeda di antara adegan-adegan film.

"Kamu sayang ga sama aku?" Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Jesper memberi kuis dadakan.

Thea menarik nafas, "Ya iya dong Darling, ngapain aku ga ngejar kamu dari dulu kalo aku ga sayang kamu ga cinta sama kamu" jawab Thea sambil mendusel-dusel di leher Jesper.

"Ya kan sapa tau" balas Jesper lagi.

"Udah ih jangan tanya itu lagi" Thea sebenarnya sudah muak dengan kuis kuis dadakan dari Jesper namun ia tak berani mengungkapkan nya.

Cerita berpindah lagi ke Alpha dan Gadis duduk berdua di atas ranjang, dikelilingi kehangatan.

Cahaya lampu tidur yang lembut memantulkan bayangan hangat di dinding, menciptakan suasana yang nyaman. Alpha bersandar di dada Gadis, mendengar detak jantungnya yang tenang, seolah menjadi melodi yang menenangkan.

Gadis melingkarkan lengannya di bahu Alpha, memberikan pelukan lembut yang penuh kasih. Sesekali, ia menunduk untuk mencium puncak kepala Alpha,sementara jemarinya bermain-main dengan helaian rambutnya.

Alpha tersenyum kecil, merasa aman dalam dekapan itu, seolah dunia luar menghilang dan hanya ada mereka berdua di dalam gelembung kehangatan ini.

Mereka berbagi bisikan pelan, berbicara tentang mimpi, harapan, dan kenangan yang mereka ciptakan bersama. Dalam momen itu, waktu seakan berhenti, membiarkan mereka menikmati setiap detik kebersamaan tanpa tergesa.

"Entah mengapa dekapan mu membuat ku merasa selalu di dekat mama" batin Alpha.

———————

Pagi hari adalah awal yang baru, saat embun masih menempel di dedaunan dan udara terasa segar menyapa. Langit perlahan berubah dari gelap menjadi terang, dihiasi semburat jingga dan merah muda dari matahari yang terbit. Suara ayam berkokok, burung berkicau, dan langkah kaki orang yang mulai beraktivitas menjadi irama khas pagi.

Pasha mengendarai mobil nya mewah nya seperti biasa, akhirnya mobil ke bangga'an nya ini telah kembali dalam tangan nya.

Karena dirasa membosankan Pasha menyetel lagu barat dan melajukan kecepatan nya, sangking laju nya ia tak sadar cafe Gadis sudah mulai terlihat buka kembali.

Seperti biasa, parkir mobil dan segera ke ruangannya, ia berjalan dengan wajah bad mood nya menatap makhluk bernyawa dengan tatapan sinis nya.

Pasha menaruh bokong nya di singgasana empuk nya, lalu ia membuka ponsel untuk melihat berita hari ini.

Saat sedang asik melihat ke arah ponsel ada yang masuk tanpa izin nya, mata nya seketika melirik ke arah pintu ternyata itu adalah Cinta.

"Kamu kenapa pecat anak magang itu?" Tanya Cinta terlihat kecewa.

Pasha menaruh ponsel nya dan menegakkan tubuhnya, "kenapa? Kamu marah? Ohh kamu cinta sama dia ya?" Pasha malah berbalik bertanya.

"Kamu ngomong apa sih? Kamu cemburu liat kita, dia cuma temen aku" balas Cinta.

Pasha berdiri dan mendekat ke arah Cinta, Cinta perlahan mundur namun sayang tangan Pasha sudah berhasil mengunci dalam dekapan nya.

Pasha perlahan berbisik di telinga Cinta, "You are mine" lalu tangan kiri Pasha menghelai rambut Cinta.

Cinta menatap Pasha sayu, dia sadar jika makhluk di depan nya ini adalah singa yang sedang marah bercampur sedih.

Pasha menaruh kepalanya di pundak kanan Cinta dan tak lupa tangan nya melingkar erat di perut nya.

Amarah dan kesedihan bercampur di matanya, membuat suasana terasa berat. Cinta terkejut, perlahan membalas pelukan itu, mencoba menenangkan gejolak hati Pasha tanpa kata.

Hati Pasha yang awalnya panas penuh amarah perlahan meredah, pelukan itu berhasil membuat singa kembali tenang.

"Aku cuma mau kamu di dekat aku" ungkap Pasha sayu.

Cinta melepaskan pelukan dan menarik tangan Pasha untuk duduk di sofa. Cinta mencari posisi yang enak lalu menepuk sofa.

"Sini kata nya mau sama aku" ajak Cinta.

Mendapatkan kartu hijau Pasha langsung duduk dan menaruh kepalanya di dada Cinta yang mungil tak lupa tangan nya mengelilingi perut Cinta.

Cinta mengelus-elus rambut Pasha dengan lembut, dan mencium kening Pasha. Perlahan Pasha memejamkan matanya yang berarti dia sudah tertidur.

"Pasti kamu se malam ga tidur ya sayang, mangkanya sekarang keliatan cape banget" ucap Cinta sambil menatap wajah Pasha yang damai.

——————

Cinta mengelus-elus pelan Pasha agar bangun dan akhirnya perlahan mata Pasha kembali terbuka.

"Sayang ayo kita ke cafe Gadis, dia baru buka lagi loh" ajak Cinta halus.

Mata Pasha yang awalnya sayu berubah menjadi lebar, "beneran ga ini sayang?"

Cinta mengangguk lalu beranjak berdiri.

Setelah sampai disana Pasha masih mencerna semua apa yang terjadi,
"Wait... Ini gue ga mimpi kan?"

Tiba-tiba ada suara yang menyahut, suara itu sangat tidak asing di telinga Pasha "Ya iyalah"

Pasha reflek menoleh ke arah sumber suara ternyata itu adalah Gadis yang sedang tersenyum. Perlahan Gadis mendekat "Kaget ya tiba-tiba gue comeback?"

Pasha memeluk Gadis sebagai ucapan selamat dan simbol persahabatan, "Ya iyalah, tiba-tiba banget lu buka cafe lagi?"

Alpha melangkah mendekat dengan langkah berat, matanya menyala oleh bara cemburu yang tak mampu ia sembunyikan. Gadis dan Pasha masih berpelukan erat, tak menyadari kehadirannya.

"Udah peluk nya jangan lama-lama deh" ucap Alpha sambil tersenyum peringatan.

"Lohh lu disini? Kata nya alergi sama cafe nya Gadis" tanya Pasha sambil meledek

Alpha mencubit perut Pasha dengan keras, "lu bisa diam ga sih anj" bisik Alpha pada Pasha.

"Aww sakit anjir" Pasha balik melotot ke wanita pendek itu.

Thea tiba-tiba datang dan menjitak kepala ke dua nya, "Eh para rakyat jelata, mending lu pada bantu Gadis deh ketimbang berantem ga jelas"

Gadis hanya tersenyum kecil melihat 3 adik kakak yanh tak pernah akur itu, lalu ia beranjak pergi karena ingin melayani pelanggan.

"Tuhh kan pacar gue pergi gara-gara lu berdua" Ujar Alpha yang terlihat bad mood.

"HA? PACAR?" Balas Pasha dan Thea bersamaan, mereka tidak menyangka bahwa botol Yakult ini bisa mengejar cinta nya yang terlambat.

Alpha memutar bola matanya malas lalu pergi begitu saja. Pasha dan Thea saling bertatapan lalu tertawa.

"Anjir ga nyangka aja sih, Alpha pake pelet apa itu" canda Thea

"Pake pelet dari papa kali" balas Pasha.

———————

Udah segini dulu ya chap kali ini

See you semua

THREE LITTLE FOXES (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang