Mora terdiam sesaat, kemudian menatap kedua kakaknya. "Alexo tahu darimana tentang penculikan Mora waktu kecil? Bukannya saat itu cuman Daddy yang tahu?"
"Waktu kamu kecelakaan kemarin, Daddy jelasin sama kita semua kalau kamu pernah diculik waktu di Maldives. Saat itu Alexo langsung pergi setelah Daddy selesai jelasin secara rinci kejadiannya. Dan seperti yang kamu tahu, gak lama setelah itu kejadian yang bikin heboh satu rumah sakit terjadi. Tentang terbunuhnya kepala keluarga Mahendra di rumah sakit."
Mora tertegun, apa iya Alexo pelakunya? Bukannya Mora tidak tahu seperti apa tunangannya itu, tapi setiap kejadian yang menimpa keluarga Mahendra, Alexo selalu ada bersamanya.
Mungkin untuk kejadian di rumah sakit bukan Alexo pelakunya, tapi kejadian hari ini siapa yang tahu, Alexo tidak bersama mereka. Apa iya Alexo pergi ke Maldives? Tapi kemarin Alexo mengatakan akan kembali ke Inggris karena sudah masuk semester baru.
Apa Alexo membohongi dirinya? Saat Mora tenggelam dalam lamunannya, ponsel yang berada di genggaman tangannya berdering.
Mora melihat siapa yang menelepon, tertera nama Alexo.
"Halo.."
"Hallo, Ra. Lagi apa?" Tanya Alexo di seberang sana.
Mora menatap kedua kakak laki-lakinya yang juga sedang memperhatikan dirinya. "Kenapa emangnya?"
"Enggak, aku cuma tanya aja."
"Aku lagi di apartemen bang Marcel."
"Oh, kirain lagi dimana. Lagi ngapain di apartemen bang Marcel?" Tanya Alexo lagi.
"Lagi main aja." Jawab Mora. "Kamu lagi apa?"
"Aku lagi tiduran aja di apartemen, Bingung mau ngapain."
"Gak keluar?"
"Enggak ah, keluar juga mau ngapain. Kamu lagi sama siapa di apartemen bang Marcel? Berdua?"
Mora menggeleng, "enggak, ada kak Nanta juga disini."
"Oh, lagi quality time ya? Aku ganggu dong."
"Enggak kok, bang Marcel sama kak Nanta lagi main PS."
"Sini Ra, mau main PS bareng kakak gak?" Seru Nanta tanpa menoleh, fokus pada permainan di depannya.
"Emang main apa?" Tanya Mora menghampiri kedua kakaknya.
"Ya udah kalau gitu Ra, aku tutup dulu teleponnya ya. Kamu main aja sama kakak kamu. Aku juga mau tidur dulu." Ucap Alexo setelah terdiam beberapa saat karena fokus Mora teralihkan oleh kakaknya.
"Ya udah, jaga kesehatan disana. Jangan keseringan begadang."
Alexo tersenyum mendengar ucapan tunangannya, gemas sekali. Andai jika saat ini Alexo berada di Indonesia, mungkin sudah Alexo peluk dengan erat tunangannya itu. Tidak akan dia lepaskan. "Iya, kamu juga. Jangan suka jajan sembarangan."
"Iya." Jawab Mora sambil mematikan panggilan keduanya.
Tatapan Mora beralih pada kedua kakaknya, "main apa sih, seru banget kayaknya. Ajarin aku main PS dong."
Mora duduk mendekati Nanta, menatap permainan yang mereka berdua mainkan.
"Mau nyoba?" Tanya Nanta yang diangguki oleh Mora.
Marcel memberikan stik PS di tangannya, "kamu main aja sama kakak. Abang udah gak mau main lagi." Ucap Marcel yang di terima dengan senang hati oleh Mora.
"Kamu gak sama violin?" Tanya Nanta saat mereka sedang bermain game.
Mora menggeleng, "dia lagi ada urusan sama keluarga besarnya katanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Extra Love Story [END]
Ficción históricaTransmigrasi series ~ 2 •••••• Zea Andara Alexander, putri bungsu keluarga Alexander yang tidak pernah di anggap. Zea berpura-pura lemah di depan keluarganya hanya karena ingin di perhatikan, tapi mereka semua malah semakin membencinya. Sampai kejad...
![Extra Love Story [END]](https://img.wattpad.com/cover/315577664-64-k209633.jpg)