4 Tahun kemudian....
Di sebuah ruangan yang berada di gedung tertinggi, seorang pria sedang serius membolak-balik dokumen yang sedang di genggamnya.
Kertas bernilai miliaran itu, berserakan di meja kerjanya, menunggu untuk di periksa.
Tok.. tok.. tok..
"Masuk" sahutnya dengan suara beratnya.
Ceklek..
Terlihat seorang perempuan memasuki ruangan pria yang sedang sibuk membolak-balik kertas itu.
"Ada apa?" Tanya pria itu tanpa menolehkan tatapannya dari dokumen yang sedang dia pegang.
Perempuan yang mengenakan pakaian kurang bahan tersebut menghampiri pria yang sedang duduk di meja kerjanya.
Menyelipkan rambut ke belakang telinganya dengan sengaja. "Ini laporan yang bapak minta." Ucapnya dengan nada yang lembut, tapi terdengar dibuat-buat.
"Simpan saja disana, nanti saya periksa. Kamu bisa keluar sekarang."
"Bapak gak butuh apapun lagi, misalnya kopi. Kebetulan saya bisa buatnya pak." Ucapnya mencoba untuk bertahan lama di ruangan atasannya tersebut.
Laki-laki itu akhirnya mengalihkan perhatiannya dari dokumen ke perempuan yang sedang berdiri di depannya.
Tatapan datarnya sudah menjadi konsumsi sehari-hari karyawannya, tapi tidak menyurutkan semangat mereka yang menyukai atasannya itu.
Perempuan itu meneguk ludahnya dengan kasar, atasannya tidak bicara tapi di wakilkan oleh tatapannya. Keluar atau saya pecat mungkin itu gambaran dari tatapan laki-laki tersebut.
Membungkuk dengan sopan, "kalau begitu saya kembali ke ruangan saya pak." Perempuan itu keluar dengan takut, meski terbesit ada rasa kesal karena atasannya tidak tergoda olehnya.
Padahal laki-laki yang satu divisi dengannya di perusahaan itu hampir semuanya menyukai dirinya. Ingin menggoda dengan lebih giat, tapi sadar jika proses masuk perusahaan yang sedang dia injak bukan hal yang mudah.
A'M company.
Perusahaan yang baru berdiri dua tahun lalu, tapi sudah bisa bersaing dengan perusahaan yang sudah berpuluh-puluh tahun berdiri.
Tidak menyurutkan niatnya, tapi juga tidak akan seterang-terang itu untuk mendekati atasannya. Akan dia biarkan semua mengalir sampai dia bisa mendapatkan atasannya itu.
"Nisa, laporan yang ada di atas meja kamu, tolong selesaikan sebelum jam sepuluh pagi."
Perempuan bernama Nisa itu menoleh, menatap atasan divisinya. "Baik pak, saya usahakan selesai sebelum pukul sepuluh pagi."
Rendy, sebagai atasan divisi keuangan itu mengangguk. "Saya tunggu secepatnya ya, laporan itu akan saya diskusikan dengan pak Al."
"Baik pak."
***
Seorang perempuan berjalan di bandara, dia baru saja turun dari pesawat. Setelah tiga tahun dia berada di London, hari ini dia kembali menginjakan kakinya di tanah air.
Berjalan menuju parkiran, matanya menemukan laki-laki yang dikenalnya sedang bersandar di mobil miliknya dengan setelah CEO tanpa jas.
Perempuan itu tersenyum, berlari kecil menghampiri pria yang sedang tersenyum menatapnya.
"Gimana disana?" Tanya pria itu setelah berhasil memeluk perempuan yang ada di dekapannya.
"Seru, tapi aku kangen sama Al." Ucapnya cemberut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Extra Love Story [END]
Ficción históricaTransmigrasi series ~ 2 •••••• Zea Andara Alexander, putri bungsu keluarga Alexander yang tidak pernah di anggap. Zea berpura-pura lemah di depan keluarganya hanya karena ingin di perhatikan, tapi mereka semua malah semakin membencinya. Sampai kejad...
![Extra Love Story [END]](https://img.wattpad.com/cover/315577664-64-k209633.jpg)