73. Sasuke, please, stay with me (END)

3.6K 190 34
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Seperti air yang terus mengalir sebagaimana arusnya, waktu juga terus berjalan sebagaimana mestinya.

Hari-hari yang terlewati dilalui sepasang sejoli tersebut dengan baik. Tentu saja terkadang mereka berdua akan mengalami ribut-ribut kecil, tapi baik Naruto ataupun Sasuke selalu bisa melewatinya. Ditambah lagi sikap Naruto yang selalu bisa membuat kekesalan Sasuke mereda saat genting-gentingnya.

Menurut prediksi si gadis berambut gulali, hari H di mana si cabang bayi yang sudah sembilan bulan mendekam dalam perut Sasuke akan segera keluar dari sarangnya adalah dua hari lagi.

Yaa, dua hari lagi waktunya bibit Naruto itu menghirup udara segar.

Pasangan dua suami itu sudah bersiap akan banyak hal. Kamar sebelah bahkan telah siap sebagai ruang operasi, lengkap dengan alat-alatnya yang disiapkan oleh Naruto sejak lima hari lalu. Hal tersebut adalah keinginan Sasuke yang tidak ingin menginjakkan kaki di rumah sakit. Bukannya Naruto tidak memaksa, tapi memang Sasuke saja yang sangat keras kepala.

Lelaki hamil itu bahkan sempat kabur hampir selama dua hari tiga malam, sebagai penolakan pergi ke rumah sakit. Tidak peduli dirinya yang tiba-tiba demam tinggi di malam ketiga, dia menolak keras untuk pulang kalau Naruto tetap memaksanya datang ke tempat orang-orang sakit itu. Bayangkan saja bagaimana kelimpungannya Naruto karena hal tersebut, apalagi saat Sasuke demam. Jadi itulah yang bisa dilakukan Naruto. Daripada Sasuke kabur lagi.

Tapi sepertinya prediksi Sakura harus meleset.

Malam ini, lebih tepatnya tengah malam, Sasuke terpeleset kencang di kamar mandi saat hendak keluar, yang kebetulan waktu itu Naruto sedang tertidur karena Sasuke memang tidak membangunkannya. Punggung lelaki Uchiha itu terbentur bathtub dengan kuat lalu terguling hingga tertelungkup dengan perut terjepit.

"AARGH!!"

Teriakan kesakitan Sasuke membangunkan paksa suaminya yang langsung tergesa-gesa menghampiri. 

"Sasuke?!" Naruto berseru panik, segera dia membawa submissive nya yang nampak sangat kesakitan itu keluar dari kamar mandi.

Raut wajah Sasuke nampak sangat tersiksa, dia merasa punggungnya seolah retak, juga perutnya sakit luar biasa. Dia memeluk erat perut yang yang tadi terjepit dan kini seakan dibedah paksa dari dalam. Sungguh, ini sangat menyakitkan.

"Naru, sakit Naruto!! Aargh!" Sasuke merintih kesakitan, kelopak matanya dia pejamkan erat berharap rasa sakit di perut nya mereda.

Naruto kalang kabut, tapi beruntung pemikirannya masih bisa kembali secepat mungkin, hingga ia segera saja mengirim Bunshin untuk menjemput Sakura secepatnya.

Wajah putih Sasuke semakin putih hingga memucat, rintihannya masih sangat terdengar, ia terus mencengkeram erat perutnya semampu yang ia bisa. 

Sasuke telah dibaringkan kini, dan Naruto tidak kemana pun, dia menenangkan Sasuke dengan cara apapun yang bisa dia lakukan.

Sakura datang tanpa berganti pakaian, masih mengenakan piyama bahkan lupa memakai sandal. Dia buru-buru kemari saat kloningan si pirang menjelaskan situasi secara acak.

"Naruto," panggil Sakura, raut wajahnya jelas menunjukkan kalau dia juga panik sebab Sasuke yang drop tiba-tiba.

"Saki-nee, tolong Sasuke! Dia kesakitan."

Chakra iryo kehijauan keluar dari telapak tangan Sakura, yang langsung memindai area sekitar perut Sasuke. Keningnya berkerut, kepanikan nya bertambah, tapi sebagai seorang medic-nin dia harus berusaha menjaga ketenangan. Bahkan walaupun yang membuat nya panik setengah mati ini adalah Sasuke.

"Naruto, bawa Sasuke-kun ke kamar itu! Bayi kalian harus segera terlahir!" perintahnya tergesa.

"Tapi--"

"Cepat!!"

Naruto menurut, dia menggendong Sasuke ala bridal lalu membawa nya ke kamar yang telah disiapkan.

"Naruto, kau harus terus memasok chakra mu pada Sasuke, chakra ku tidak terlalu berguna untuknya."

"Ha'ik!!"

Si gadis Haruno mulai menyiapkan pisau bedah setelah tangannya steril, bersiap melakukan operasi dadakan untuk rekan satu timnya. Dan dia harus melakukan ini sendiri, akan beresiko jika dia menunda hanya untuk mendapatkan rekan.

Sempat goyah sejenak saat melihat wajah Sasuke yang kesakitan, tapi dia meneguhkan niat. Dia pasti bisa, ya! Pasti!

Sasuke tersengal, jemarinya mencengkeram genggaman Naruto sangat erat. Sementara Naruto terus berbisik menenangkan, tapi tetap saja pemandangan perut Sasuke yang diiris lapisan demi lapisan terlihat jelas di sudut mata. Juga, seruan kesakitan Sasuke sangat meruntuhkan hati Naruto yang mencoba menguatkan diri.

Sakura sendiri berusaha berhati-hati agar bisa mengeluarkan kantung bayi dalam perut Sasuke dengan selamat. Sedikit senyum yang muncul di bibirnya saat suara rengekan manis bayi merah itu terdengar, melebur dengan cepat karena Sasuke yang tiba-tiba muntah darah. Hiperventilasi nya semakin tinggi hingga dadanya membusung ke atas, belum lagi dengan perut yang masih terbuka.

Muncul satu salinan solid si gadis berambut gulali yang langsung diberi kendali atas bayi merah yang baru saja lahir. Dan Sakura yang asli segera menutup perut Sasuke, melakukan semua yang dia bisa.

Hanya saja--

Tubuh lemah Sasuke mulai menolak respon. Chakra Naruto yang tak lagi diterima, nafas yang mulai surut, suara yang semakin menghilang dan detak jantung yang mulai terhenti.

"Sasuke?! Tidak tidak!!" teriak Naruto, memaksakan chakra nya pada Sasuke, "Sasuke! Tidak!! Kumohon Sasuke! Tetaplah bersamaku! Tidak!! Jangan pergi!!"

"Na--Naruto, Sasuke-kun…"

" Tidak! Itu tidak benar! Kumohon Sakura! Kumohon selamatkan Sasuke! Dia baik-baik saja!"

"Tolong Sasuke, tolong kembali," lirihnya tergugu.

Sakura terisak.

"Sasuke, sayang, bangun. Tolong bangun. Jangan pergi. Kembali lah,  tetaplah bersamaku, kumohon," suara Naruto parau.

Dia menyatukan kening mereka berdua dengan lembut, berharap onyx itu terbuka dan menatapnya tajam.

"Kumohon… kumohon, Kami-sama. kembalikan Sasuke, jangan mengambilnya secepat ini, tidak adakah keajaibanmu untuknya, saat ini?"

"Sasuke, please, stay with me……"

The end

#.......#

Hohohooooo


SASUUUUUU, JANGAN METONG😰

Mweheheheee....

Akhirnya lese juga story yang ini. Gantung ya? Emang sengaja 😭😭 terserah klean deh mau happy or sad 😭 Lin kebagian hikmah nya aja 👍🏻

Hmm, setelah berhari-hari berminggu-minggu berbulan-bulan bermenit-menit and berdetik-detik, lese nya dengan cara seperti iniiiiiii.....



Oke, tenang....

Tenang🙏🏻🙏🏻

Then..

Masih ada bonchappppp!!!

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang