Sudah dua jam sejak mereka berlima pergi namun mereka tidak menemukan sesuatu yang aneh seperti penampakan atau yang lainnya
"Mana nih penampakan nya! dari tadi kita buang buang waktu aja!" Protes aiger yang sedari tadi mengeluh
"ya belum muncul lah bego! jam 12 pas baru dateng" balas rantaro yang sudah muak mendengar keluhan aiger
"Tai, berarti sekarang belum muncul dong?"
"Lu ngarep banget ya ketemu ama setan? nanti kalo ketemu satu auto ngompol di celana dah" sambung wakiya
"Gak ya! gw ini pemberani tau! gw gak takut tuh yang namanya penampakan!" ucap aiger yang menyombongkan dirinya
"Awas nelen ludah sendiri" -rantaro
Jin yang sedari tadi diam akhirnya bersuara "kalian ini dari tadi ribut mulu, bisa diem gak sih??"
"Salahin tuh si monyet, dari tadi ngeluh aja kerjaan nya!" Rantaro menyalahkan aiger
"Kok gua? lu juga ribut kampret!"
"Tapi lu yang mulai!"
Rantaro terus berdebat dengan aiger, jin yang sudah muak lebih memilih mengabaikan mereka dan fokus dengan tugas nya, hikaru berusaha menenangkan aiger dan wakiya berusaha menenangkan rantaro agar tidak membuat keributan dan akhirnya mereka berdua saling meminta maaf dan melanjutkan perjalanan mereka
Selama perjalanan tidak ada terjadi hal aneh, hanya suasana sunyi dengan langit yang gelap serta penerangan jalan yang sedikit, hingga..
"Nah kita sudah sampai di sungai" ucap jin yang mempersiapkan barang
"Lu ngapain bang?" Tanya aiger sambil memperhatikan jin
"Nyiapin barang"
"Barang apa?" Hikaru bertanya
"Ada pokoknya"
Jin mengeluarkan beberapa tali dan di berikan kepada mereka berempat, ia memberitahu kegunaan tali itu untuk mengikat pergelangan tangan mereka dengan teman nya, itu bertujuan agar tidak ada yang hilang selama penyelidikan
"Kita pake tali di ikat di 1 tangan trus di sambungin ke yang lain ya?" Tanya rantaro
"Ya, dua orang dapat 1 tali kalian kan berempat nih jadi berpasangan" jawab jin
"Yeyy, wakiya sini ku ikat tangan mu"
"Harus banget di ikat?? gak mau gak mau, gangguin tau!" Aiger tak terima
"Harus mau! Biar kalian gak ada yang hilang nanti jadi harus di ikat, siapa tau salah satu dari kalian ada yang di culik kan?" Jawab jin
"Cih!" Celetuk aiger
"Udah lah bocah, lu terima aje" cibir rantaro
"Heleh! mentang mentang lu pasangan bareng doi, lu jadi sombong gini!" Balas aiger
"Heh gua gak sombong ya! lu kalo iri bilang!"
"Udah udah jangan ribut di sini!" Sela wakiya
"Heh aiger, lu bisa gak jangan protes beberapa menit aja, liat tuh hikaru aja diem dari tadi" ucap wakiya sambil menunjuk ke arah hikaru
"Iyaa bawel"
Aiger mengikat tangan nya dengan tali lalu di sambungkan dengan hikaru, setelah semuanya mengikat tali, jin memberitahu mereka untuk mengikuti nya dari belakang. Mereka semua berjalan beberapa menit hingga jin tiba tiba menyuruh mereka berempat untuk tetap diam di sana, sedang kan jin sendiri ia ingin mengecek suatu tempat yang tidak terlalu jauh. entah kenapa hikaru merasakan firasat yang tidak enak di tempat ini, berbeda dengan tempat sebelumnya yang tidak ada apa apa tapi di tempat ini hikaru merasa suasana di sini sangat mencekam dan ia seperti di perhatikan oleh sesuatu dari jauh, hikaru juga mendengar bisikan samar samar yang di ulangi terus menerus, bisikan itu berkata "pergilah..." Seolah olah menyuruh hikaru untuk pergi dari sana, hikaru berpikir kalo keberadaan dia di sini tidak di terima..
KAMU SEDANG MEMBACA
Beyblade Burst Group Chat
Fanfiction(Indonesia language) Menceritakan kisah para karakter Beyblade burst dalam kehidupan sehari-hari di grup chat
