The Kims

482 49 9
                                        

"Kak Jim, kok laporan rapat kemarin filenya ngga ada di mejaku ya," Jinnie bertanya pada rekan kerjanya, Jimin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kak Jim, kok laporan rapat kemarin filenya ngga ada di mejaku ya," Jinnie bertanya pada rekan kerjanya, Jimin.

Jimin adalah sekertaris seniornya yang membimbingnya selama masa Jinnie magang di perusahan The Kims yang dimasukinya beberapa bulan ini.

"Oh, itu udah selesai kemaren waktu kamu udah pulang," jawab Jimin santai, dia tengah mengetik sesuatu di komputernya.

Jinnie mengernyit.

"Tapi kak, itu kan tugas aku," katanya bingung.

Jika memang mereka meminta laporan hasil rapat secepatnya harusnya mereka bilang dan Jinnie bisa mengerjakannya segera setelah rapat. Walau artinya dia akan lembur karena rapat berakhir mendekati jam kerja berakhir. Itu tidak masalah untuk Jinnie.

Jimin menghentikan pekerjaannya, menatap Jinnie sebentar.

"Ngga usah dipikirin, ini bantu aku kopiin ini ya?" Jimin memberikannya beberapa stopmap berisi file-file penting.

Jinnie mengambilnya dengan perasaan berat.

"Kakak ngga percaya kalau aku bisa ngerjain tugas ini ya?" Jinnie menatapnya sedih.

"Loh ngga gitu, aku kerjain sisanya karena kamu keliatan udah ngantuk banget kemaren, ngga apa-apa, cuma edit-edit dikit aja ngga sampe lembur," jawab Jimin.

Jinnie tetap tidak puas dengan jawaban Jimin, padahal Jimin sendiri sudah memiliki banyak tugas yang berat setiap harinya. Jinnie ingin meringankan tugas Jimin sebagai patner kerjanya namun nampaknya Jimin masih belum bisa mempercayai pekerjaan yang diberikan pada Jinnie sepenuhnya.

Jinnie berjalan lunglai ke tempat mesin kopi di salah satu lantai, bahunya turun dan semangatnya mengendur. Sepertinya akhir-akhir ini pekerjaan di kantor terasa ringan dibanding saat dia masuk ke perusahaan ini sebelumnya.

Mungkin karena sudah beradaptasi dengan baik, Jinnie merasa pekerjaan yang dijalaninya tidak menakutkan lagi, namun dia tetap ingin mencoba sesuatu yang baru dan tidak harus mengerjakan hal itu-itu saja. Jinnie suka bekerja dan akan mengerjakan semua pekerjaan yang diberikan dengan baik.

Kadang dia juga selalu minta feedback dari pekerjaan yang di lakukannya pada Jimin. Jinnie akan senang jika pekerjaannya di komentari. Hanya saja, mungkin karena Jimin terlalu sibuk akhir-akhir ini, dia hanya memberikan pekerjaan yang ringan-ringan saja.

"Sepertinya ada yang tidak bahagia di hari yang cerah ini,"

Sebuah suara dalam yang menenangkan tiba-tiba memecah lamunan Jinnie di depan mesin fotokopi.

"Pak Namjoon," Jinnie membungkuk untuk memberi salam pada salah satu CEO dan pendiri The Kims. Salah satu orang yang paling di hormati di sini.

"Maaf pak saya melamun," katanya membungkuk lagi untuk meminta maaf.

Namjoon mengernyit, "Kamu tidak salah, sepertinya aku yang menganggumu. Terkadang melamun bisa mengistirahatkan otak juga," katanya dengan santai.

Jinnie mengeleng, lalu bahunya turun lagi. Menunjukan betapa frustasinya dia.

Jin GSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang