Pacar Sahabat 2

248 32 7
                                        


Yoo Jingoo, teman satu kelas Jungkook memberikan undangan pesta ulang tahun kepada Jungkook saat dia dan Seokjin janjian bertemu di kantin kampus.

"Ya gue usahain," jawab Jungkook sebelum akhirnya Jingoo meninggalkan mereka hanya berdua saja.

"Lu mau dateng ngga?" tanya Jungkook setengah tanpa minat kepada Seokjin.

Jungkook punya beberapa projek penelitian dan cukup sibuk akhir-akhir ini demi mengejar materi skipsinya, jadi dia malas dengan hal-hal yang berhubungan dengan pesta dan hal-hal lain. Bukan karena Jungkook tidak suka berpesta, dia sekarang perlu memprioritaskan waktu dan tenaganya. Antara belajar dan Seokjin.

"Lu kan yang diundang, kenapa gue yang mesti mutusin?" Seokjin memiringkan kepalanya.

"Kalau lu ngga dateng, gue juga ngga bakal dateng Seokjin," keluh Jungkook.

Seharusnya, Seokjin sudah hafal dengan maksud Jungkook.

"Tapi Jingoo temen deket lu loh Koo," Seokjin mengingatkan, tidak benar-benar menekan Jungkook. Setelah di universitas, Jungkook punya beberapa teman dekat yang Seokjin kenal.

Jungkook hanya mengangkat bahunya, mengabaikan undangan ditangannya. Berupa di sebuah kupon makan disebuah café terkenal yang Jingoo pesan untuk pesta ulang tahunnya. Jingoo memberinya dua kupon dan itu artinya Jungkook bisa mengajak seseorang bersamanya.

Seokjin menghela nafasnya. Dia sendiri tahu bagaimana kesibukan Jungkook dan semua hal yang akhir-akhir ini menjadi fokusnya. Jungkook mengejar target kelulusan lebih awal bersama teman-teman satu tim dalam proyek bersama dosen pemimbing mereka. Jungkook mengambil jurusan teknik sipil sejak masuk ke kampus ini. Sementara Seokjin milih ilmu komunikasi yang menjadi minatnya.

Walau tidak dalam satu jurusan yang sama, mereka tetap bersahabat sejak lulus SMA. Mereka tidak berubah dan tetap berhubungan dengan baik. Hampir semua teman-temannya tahu kedekatan keduanya selama ini dan menyaksikan, selalu ada Jungkook dimanapun Seokjin berada. Kecuali saat mereka di kelas masing-masing.

Jungkook bahkan tidak keberatan jika dia mengantar Seokjin ke kampus dan menunggunya, meski dia sendiri tidak punya jadwal mata kuliah di hari itu.

Hanya saja setelah Jungkook memulai penelitiannya, waktu bersama Seokjin berkurang dari biasanya. Hal itu membuat Jungkook memanfaatkan sisa waktu sengangnya untuk Seokjin. Jika akhir pekan ini dia pergi ke pesta tanpa Seokjin, itu artinya dia membuang waktu tidak berguna.

Seokjin mengerti hal itu, karena itu Seokjin sering menemaninya nongkrong bersama terman-temannya. Sehingga Seokjin juga mengenal beberapa teman dekat Jungkook ditongkrongan itu. Seokjin bersyukur karena Jungkook selalu melibatkan dirinya dengan apapun yang dia lakukan tanpa diminta.

Karena itu, Seokjin tidak pernah menolak ajakan Jungkook kecuali dia punya acara sendiri yang sangat penting bersama keluarga atau teman-teman Seokjin yang lain.

Malam perta itu datang begitu saja, dan Seokjin sudah duduk manis di dalam mobil sport milik Jungkook. Seperti biasa, Jungkook tampak luar biasa tampan dan mempesona dengan apapun penampilannya Membuat jantung Seokjin berdebar setiap kali melihat Jungkook dan belum terbiasa dengan itu. Entah sejak kapan itu dimulai, namun Seokjin merasa itu sudah lama sekali dia merasakan debaran menyenangkan setiap kehadiran Jungkook di sisinya.

"Mama bilang jam berapa lu boleh pulang?" tanya Jungkook setelah masuk ke dalam mobil.

"Mama ngga larang gue pulang pagi kok, kalau sama lu dia ngga masalah," jawab Seokjin santai.

Malam ini, Seokjin tidak kalah tampil mempesona dan elegan. Setelah melewati masa SMA yang benar-benar penuh kecerobohan dan kekanakan, Seokjin tumbuh menjadi sosok yang semakin dewasa dan manis. Dia tidak lagi memaksakan banyak hal pada Jungkook seperti yang dia sebelumnya lakukan.

Jin GSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang