"Seokjin, Jungkook, kalian pacaran ya?"
Seokjin mengerling Jungkook yang pura-pura tidak mendengar dan kemudian menatap si penanya jengah.
"Emang kalian liat kita gimana deh? Tentu aja sahabatan," Seokjin mencoba merangkul bahu lebar Jungkook. Padahal tinggi badannya hanya sampai selengan Jungkook.
Itupun tidak membuat Jungkook bergeming.
"Nanya doang, karena kalian nempel terus kaya prangko tiap hari, dan di antara kalian engga ada yang pacaran sama orang lain,"
Seokjin tertawa garing, sementara Jungkook tampak tidak peduli.
Entah berapa kali pertanyaan seperti ini muncul setiap harinya dari orang yang berbeda di sekolah mereka. Seokjin sampai lelah menjelaskannya dan muak.
"Capek banget ditanyain gini mulu engga sih," keluh Seokjin, saat mereka sudah berpisah dengan penanya tadi.
"Tiap hari juga! Udah jalan satu tahun juga di sekolah ini loh, masa nanya terus!" lanjutnya.
"Kan tinggal di jawab, kok repot," Jungkook yang berjalan di sampingnya menjawab santai.
"Gue tuh harus jelasin gimana, kalau kita tuh ngga punya hubungan lebih dari temen. Ya kan Koo? Lagian," Seokjin melirik Jungkook, "Gue punya hal lain di hidup selain pacaran,"
Jungkook hanya menghela nafas, dan enggan membahasnya lagi. Tidak seperti Seokjin yang suka mengomel dalam menanggapi sesuatu, Jungkook lebih banyak diam dan bersikap acuh.
Saat mereka melewati kelas 3, perhatian Seokjin teralihkan oleh seorang kakak kelas cantik.
"Koo liat, kakak itu cantik banget kan?" tanyanya meminta pendapat Jungkook.
Jungkook dengan malas-malasan mengalihkan pandang ke sosok yang Seokjin tunjuk.
"Kak Younjung tuh super duper cantiknya," Seokjin memuji kakak tingkat yang dikenalnya cukup populer. Wajahnya cantik dan menjadi dambaan banyak anak-anak. Terlihat lembut dan anggun.
Dan yang lebih menarik lagi adalah, kakak tingkatnya ini pengemar berat Jungkook. Si kakak cantik bahkan rela menonton setiap pertandingan futsal Jungkook di lapangan.
Seokjin menepuk kedua tangannya setelah melewati kelas Younjung dengan antusias.
"Ah, gimana kalau lu pacaran sama kakak itu aja Koo, cocok kok," katanya asbun.
"Jin," Jungkook melotot.
"Ngga apa-apa kan, itung-itung dia suka nontonin lu. Daripada tiap hari capek ditanyain soal kita," ujar Seokjin praktis membuat Jungkook kesal.
"Gue pacaran sama siapa juga bukan urusan orang-orang," katanya berjalan lebih cepat dari Seokjin.
"Oh ayolah, di coba dulu," Seokjin mendesak, menyusul Jungkook berjalan keluar gerbang sekolah.
"Kenapa ngga lu aja yang pacaran sama dia, kalau lu naksir," Jungkook mencibir.
"Jungkook! Gue normal ya! Gue suka cowo!"
.
.
Seokjin mendorong bahu Jungkook.
Ini kesempatan emas untuk sahabatnya ini mendekati gadis cantik itu. Seokjin sangat bersemangat menjadi mak comlang mereka. Sejak hari itu, tekadnya semakin kuat memasangkan Jungkook dengan kak Younjung, kakel mereka.
"Apaan sih," Jungkook benar-benar kesal, namun dia sudah mengenal Seokjin dan sikap pantang menyerahnya.
Seminggu ini, anak itu berisik sekali mengenai topik rencana Jungkook mencari pacar. Seokjin masih kekeuh kalau Jungkook dengan Younjung saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jin GS
Short StoryAlternative Universe dimana Kim Seokjin yang kita kenal terlahir sebagai seorang gadis dan usahanya mengejar cinta sejatinya. Cerita bisa berbeda-beda setiap chapternya dalam bentuk oneshoot atau short story. Mostly KookJin dan TaeJin. Enjoy ya ga...
