Ga semua orang tahu perasaan Candra, ga semua orang tahu isi hatinya, namun rahasia yang selama ini ia tutupi dari orang-orang itu kini telah tersebar dengan kekonyolannya sendiri. Candra dengan bunga, pohon dan sungai menjadi saksi bisu.
"Oh Anela, maukah kamu terima bunga ini? Aku mencintaimu segenap hatiku, oh Anela" Candra berlutut dengan satu kakinya dan mengarahnya bunga mataharinya ke pohon yang telah ia ukir nama Anela. Membayangkan Anela menerima bunganya, ia tersenyum senang lalu melompat-lompat bak mendapatkan sebuah kemenangan mutlak. Orang-orang di pinggir sungai mulai takut melihatnya, anjing yang berniat berjalan sore pun hanya melihat dalam diam.
"Terima kasih Anela! Aku akan mencintaimu sampai aku mati! AHAHAH." Ucap Candra sembari memeluk pohon besar itu. Terdengar romantis menurutnya. Tapi tidak dengan orang-orang di pinggir sungai itu. Berterimakasihlah pada mereka, sebab tidak ada yang mengarahkan kamera padanya.
Dengan berlari kecil, Candra masuk kerumahnya, lututnya yang kotor tak ia bersihkan, katanya itu adalah bukti perjuangannya menggapai hati Anela.
Malam ini Candra telah mengajak Anela untuk Dinner, dengan bermodalan bunga sore tadi, Candra dengan bangga menunjukkan sifat romantisnya malam ini pada pujaan hatinya. Ia yakin perasaan Anela sama dengannya. Ucapkan banyak terimakasih pada Gisele.
Candra dengan siulan yang tak putus turun ke ruang tamu dimana maminya berada.
"Upsie ada yang bahagia hari ini, ceritain ke mami dong~" Ucap mami sambil menarik pelan lengan Candra untuk duduk disampingnya. Candra mendengar itu tersenyum malu, ia menggeliat menggelengkan kepalanya sambil sesekali tertawa kecil.
"Mami ah, Candra malu tahuu .... Hari ini tuh Candra mau dinner sama Anela, nih bunganya udah Candra siapin, hehe Candra mau .... nembak Anela juga." Kalimat terakhir candra membuat mami berteriak senang.
"Yippi! Candra udah ga jomblo lagi dong berarti." Ucap mami sambil memeluk anak tersayangnya dengan erat.
drrtt drrtt
Suara handphone Candra berbunyi, membuat pelukan anak dan mami itu terlepas.
"Candraa .... maaf yah malam ini ga bisa dulu, aku mau ikut papa ke Taiwan, kayaknya seminggu di sana mumpung libur sekolah." Ucap Anela agak cepat. Lunturlah senyuman Candra.
"O-oh gitu ya, aku juga ik ..." Ucapan Candra terpotong. "Eh udah dulu yah Can, aku dipanggil papa, bye." Sebelum sempat Candra membalas, sambungan telah diputus oleh Anela.
Candra dengan lesuh memeluk kembali mami yang sedari tadi nyemil popcorn sambil nyimak perbincangan anaknya dan pujaan hati anaknya itu. Mami menepuk-nepuk bahu Candra.
-------Bersambung
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hisk gapapa kok, lain kali aja, toh bunganya bisa beli lagi hisk - cndr
ih kok cowo disini pada ganteng-ganteng sih aaaa-anl