Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Cp. 13 - Anela Kembali

24 3 0
                                        

——mysterious

jreng~ jreng~

"Yeah~...huhu."

Suara gitar misterius terdengar mengalun bersama suara emas anak mami. Namun saat ini mata Candra berkaca-kaca, ingin menangis. Nada alat musik mengikuti kesedihan itu.

Pintu kamar itu terbuka, mami Candra datang bersama cookies dan susu segelas.

"Loh, anak mami kenapa? Kok keliatannya sedih?" Mami masuk, meletakkan nampan ke meja belajar lalu memeluk anak kesayangannya.

"Hisk, huhu ..." Candra menambah volume tangisannya.

"Cup cup jangan nangis sayang, coba cerita sama mami, kenapa hm? Apa jangan-jangan lagi kangen papi ya?" Candra menggelengkan kepalanya. Ia mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan jari jemarinya yang memerah.

"Mii, ini Candra sakiit, huhuu. Kayak digigit kepiting, sakit banget, huwaaa." Candra mengeratkan pelukan itu. Mami hanya bisa mengelus rambutnya pelan.

"Kasian anak mami, makanya gausah belajar gitar lagi, ini yang mami takutin, duh bengkak banget ini, hisk," mami Candra ikut menangis melihat anaknya kesakitan.

"Tapi inikan lagi berusaha buat nyanyiin lagu kesukaan Anela miii, huhuu."

"Hisk, yaudah gapapa, anak mami hebat banget, pasti Anela suka nyanyian Candra, udah ya nangisnya, mami jadi ikutan sedih kalau Candra sedih, huhu."

"Hisk, iya miii."

"Mami ambilin obat dulu, hisk."

————-

Keesokkan harinya, Anela telah tiba. Puas dengan liburannya di Tiongkok, ia memilih untuk menetap di rumah seharian. Dengan berbekalan ponsel pintarnya, ia berbaring di kasur sembari melihat kembali kenangan liburan seminggu itu di galerinya.

Ting nong, ting nong

"Duh, siapa sih." Anela dengan malas berdiri membukakan pintu.

"Morning Anela." Anela terpaku, menatap tak percaya seseorang di hadapannya, ia mengucek matanya sekali dua kali untuk memastikan kembali. Sedangkan orang yang melihatnya tertawa kecil. Tampak familiar bagi Anela tapi sepertinya bukan, dengan ragu Anela bertanya.

"S-siapa ya kak?"

"Duh, aku salting banget di panggil kak hihi."

——-who?

g kuat, kaki aku rasanya kayak jelly bis dipanggil kakak, artinya udah keliatan dewasa ><- cndr

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

g kuat, kaki aku rasanya kayak jelly bis dipanggil kakak, artinya udah keliatan dewasa ><- cndr

apa jangan-jangan gege china ngikutin gue ke rumah?-anl

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 30, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Cute Boy Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang