"Ustadz Hidayat, Afwan* ustadz... Kira-kira, ustadz ada waktu kapan ya kalau saya mau diskusi banyak dengan ustadz?" Tanya gue ke salah satu ustadz yang ngisi salah satu materi KEY.
"Antum tau studio YN Mas? Main saja ke studio hari Senin besok, Insyaa Allah saya gak ada agenda kemana-mana" jawab ustadz Hidayat.
Gak pakai ba...bi...bu. Hari Senin itu gue kosongin buat ngobrol banyak sama ustadz Hidayat. Gue bisa ngobrol banyak akhirnya sama beliau. Gue nanya lebih detail tentang gambaran Islam itu seperti apa?, bagaimana sistem Islam diberlakukan? kenapa banyak sekoalah Islam Terpadu tapi mahal, juga sekolah-sekolah itu banyak yang mengadopsi sistem kapitalis? dan sambil juga gue cerita gimana selama ini gue dididik dan diajarin Islam sama bokap.
Gue dijelasin detail gimana sebetulnya sistem Islam itu deberlakukan, bagaimana selama ini fakta realitas selalu dibenturkan dengan berbagai hal dalam Islam yang seolah tidak relevan lagi untuk diberlakukan di zaman sekarang. Dan gue mulai paham akan beberapa hal soal apa yang seharusnya selama ini gue perjuangkan dan akhirnya gue mulai yakin lagi sama mimpi yang pernah gue kubur dan belakangan gue gali lagi meski masih di dalam "kotaknya".
"Oiya Mas... Saya diinfokan sama Mas Tio, antum katanya siap menikah ya?" Tiba-tiba gue ditembak pertanyaan itu.
"Insyaa Allah ustadz, masih dikhtiarkan untuk siap. Tapi akhwatnya sih kata istri Mas Tio belum siap menikah ustadz "
"Iya gak apa-apa Mas, Mas Tio sudah coba kasih liat CV antum, tapi saran saya coba dirapikan lagi Mas. Dituliskan visi misi pernikahan yang memang lebih jelas dan mantap. Soal akhwat Insyaa Allah banyak Mas, kebetulan saya punya program Lovely Family dengan ustadz Cahyo. Kita membina pemuda yang siap dan mau menikah muda Insyaa Allah sampai setelah pernikahan. Sejauh ini di program kita banyak akhwat siap menikah dan titip CV, tapi Ikhwan sedikit sekali yang sudah siap. Kalau dilihat-lihat dan dengar gimana tadi antum cerita gimana antum dididik sama ayah antum, Insyaa Allah antum saya rasa siap untuk menikah Mas.
"Saya kalau memang ustadz menilai begitu ya Insyaa Allah siap untuk coba ustadz"
"Sip Mas, coba dirapikan CV antum, terus kirim ke saya, Kayanya saya ada kenal akhwat yang cocok untuk antum, untuk karakter antum dan gambaran cita-cita antum ke depan".
"Siap ustadz. Jazakallah khair sebelumnya ustadz"
"Waiyyakum Mas".
Obrolan panjang itu gak berasa banget tapi seru menurut gue. Yang gue "ngeh" emang kita kepotong sholat Dzuhur... Tapi ternyata kita ngobrol dari jam 9 Pagi sampe jam 3 sore dan balik dari situ gue merapikan dan per-detail lagi CV Ta'aruf gue dan gue kirim ke ustadz Hidayat.
***
Sebetulnya lewat Abi Hikmat gue juga nitip CV tapi udah 2 orang ngerasa belum "sreg" sama gue. Dengan guru SD gue dulu juga gue sempet proses sama murid kesayangannya di lain tempat sampai ke tahap nadzor*, tapi gak berlanjut karena beberapa pertimbangan gue dan gue yang gak muncul kecenderungan setelah nadzor dan coba istikhoroh*
Beberapa waktu setelah gue kirim CV ke ustadz Hidayat, beliau kasih gue beberapa CV perempuan. Dari beberapa perempuan itu ada salah satu yang gue agak cenderung untuk mau coba berproses sama perempuan itu dan minta untuk CV gue dikirim ke perempuan itu sama ustadz Hidayat.
YA!...
Ditolak CV gue. Perempuan itu sih gak ngasih alesan kenapa "belum" bisa lanjut proses sama gue, tapi menurut analisa ustadz Hidayat sih... Gue gak masuk kriteria dia atau mungkin keluarganya karena keluarganya lebih ke nyari yang sudah settel soal pekerjaan dan lagi sebagian keluarganya PNS. Kalau gue terlalu "liar" dan senengnya sesuatu yang "menantang". Jadi kalau menurut ustadz Hidayat pun gue kurang cocok sama dia.
Yaa... Setidaknya lewat proses ta'aruf gini gak ada istilah patah hati. Karena emang kita gak sampai naruh hati sama seseorang dulu untuk nikah. Walaupun sih... Ya kadang ada sakit hatinya ketika ditolakin mulu (-_-"). Candaa gaes...
Gue pasrah sih sama Allah. Kalau emang tahun ini gue nikah sesuai rencana gue Alhamdulillah, kalau enggak ya berarti rencana Allah lebih baik--setidaknya itu jadi cara gue buat hibur diri biar gak putus asa--.
***
18 Februari 2023, Hari itu ada agenda Wedding Expo di Aula Masjid Al-Muttaqin. selain dalam rangka mengenalkan aula masjid yang bisa disewa untuk pernikahan, kita juga ingin mengenalkan bagaimana bentuk acara pernikahan yang sesuai syari'at Islam. Di acara itu banyak banget vendor acara pernikahan dari mulai WO, katering, butik sewa atau jual pakaian pengantin sampai sewa hiasan seserahan ada semua.
Kebetulan, narasumber dari talkshow yang diagendakan di situ adalah ustadz Hidayat dan team dari Lovely Family. Karena kita teman-teman dari SAM kenal... Maka buat menghidupkan suasana talkshow, kita diminta acung tangan dan jawab pertanyaan kalau ditanya untuk mancing peserta acara yang lain untuk nanya atau jawab pertanyaan juga.
"Siapa yang ada rencana nikah di tahun ini?!" Tanya ustadz Hidayat waktu buka sesi talkshow itu.
Dengan sadar dan hasil briefing sebelumnya, gue ngacung tangan.
"Mas yang baju cokelat itu boleh maju Mas". Tanpa ada dalam briefing gue disuruh maju... Dan mau gak mau gue maju lah.
"Mas Namanya siapa Mas? Dan benar serius mau nikah tahun ini?" Tanya ustadz Hidayat lanjut.
"Saya Miftah dan Insyaa Allah saya serius mau nikah tahun ini ustadz." Jawab gue mantap tapi berharap cukup sampe situ pertanyaannya.
"Kapan Mas kira-kira mau nikahnya di tahun ini? Bulan apa?" Ustadz Hidayat menyerang gue dengan pertanyaan yang gak gue bayangin dalam briefing sebelum acara tadi.
"Insyaa Allah habis lebaran haji ustadz" Jawab gue lagi dengan gue yang sendiri sebenernya heran kenapa gue ngucapin itu. Tapi yakin banget.
"Calonnya udah ada Mas?" Tanya ustadz lagi sambil senyum.
Gue mulai paham... Kayanya ini salah satu cara beliau mancing ada yang mau proses lagi sama gue. Maka gue pun menjawab dengan lantang sambil nyengir "Nah itu ustadz... Itu yang belu bisa saya jawab, karena belum ada".
Itu jadi kejadian pembukaan talkshow yang pecah bikin orang pada ketawa. Dimana ada orang gila yakin mau nikah tahun ini, mantap mau nikah habis lebaran haji tapi jodohnya aja belom keliatan.
Tapi itu juga ternyata sekaligus bagian dari bridging menuju pembahasan materi dan ujungnya di penjelasan pernikahan yang sesuai syari'at itu seperti apa dari mulai proses menuju pernikahan sampai acara pernikahannya.
Btw... Dari gue dipanggil ke depan itu, gue dapet hadiah voucher paket hiasan seserahan dari salah satu stand vendor di sana... Nama vendor-nya "Rumah Kreasi Ummi". Gue diajak ke stand setelah acara dan isi data.
Lagi-lagi gue gak bisa isi data karena gak bisa isi nama calon pengantin perempuannya. Tapi setelah ngobrol sama suami istri vendor itu, gue malah ditawarin dicariin calon dan suruh kirim CV ke beliau. ustadz Nain Dzulqarnain namanya.
*Afwan : Maaf
*Nadzor : Proses pertemuan antara laki-laki dan perempuan biasanya dilakukan untuk yang belum pernah ketemu sama sekali atau sekedar tahu orang tanpa mengenal lebih dalam (gak pernah ngobrol).
*Istikhoroh : Meminta petunjuk sama Allah lewat do'a dan sholat 2 rakaat. biasanya ketika harus memilih 1 dari 2 pilihan atau memantapkan diri atas sesuatu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kita & Impian
RomanceIni kisah gue... Iya... Gue si penulis. Ini kisah tentang perjalanan gue menemukan tujuan dan teman hidup. Bagaimana menyatukan visi dan misi yang sama dengan seorang yang Tuhan pilihkan dan gue terima pilihan Tuhan itu. Jatuh bangun gue adalah harg...