Entah seperti apa gambaran suana hati Yerin saat ini kala duduk berhadapan dengan orang yang selama ini sudah hampir membuatnya salah jalan. Rasa marah, muak, kecewa, semua bercampur menjadi satu. Namun tak dipungkiri Disisi lain dia juga merasa kehilangan sosok sahabat yang sudah mengisi hari-harinya.
Inilah alasan kenapa dia tak suka jika suatu persahabatan dibumbui dengan percikan asmara. karena Keintiman dan keakraban yang sudah terjalin baik bisa hancur dalam waktu sekejab.
"Kenapa kau bisa berada disini?" Selidik Yerin dengan frontal karena Eun Woo kembali munampakan diri dengan percaya dirinya.
"Itu tidak penting. Tapi yang jelas bukan untuk meminta maaf padamu." Sambungnya datar dan santai tanpa beban seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa.
"Seandainya kau meminta maaf pun aku juga tak sudi memaafkanmu." Sinis Yerin sambil memalingkan wajahnya karena merasa jengah akan sikab pria didepannya.
"Tentu. Aku tau" sambungnya lagi dengan datar
"Kau sangat menjijikan. Kenapa Kenapa kau membunuh persahabatan kita? kau membunuh EunWoo-ku. Dan sekarang kau hanya menyisakan sosok jahat yang sudah tidak kukenal lagi. Alih-alih merasa malu tapi kau malah menormalisasikan semua kejahatan yang pernah kau buat dengan alasan cinta...cintaa...cintaaa! Cinta macam apa yang membuat manusia berubah menjadi iblis." Seru Yerin melampiaskan kekesalan hatinya dengan nafas terengah-engah
"Sebenarnya kau yang lebih kejam Yer. Kesalahan yang kubuat dulu tidak seberapa dibanding dengan kebahagiaan yang kau dapatkan saat ini. Sementara aku...." pria itu terkekeh menertawakan nasibnya sendiri tapi sorot matanya syarat akan kepiluan bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
"Kau menghukumku dengan cinta yang aku sendiri pun tak tau sampai kapan berakhirnya. Sebenarnya aku tidak rela mengakui ini semua, tapi aku harap kau bisa faham kenapa aku sampai melakukan semuanya. Aku tidak akan meminta maaf karena cintaku ini tidak salah. Jika kau berhak untuk bahagia bersama pria lain, maka aku juga punya hak untuk mencintaimu meskipun hanya sepihak. Jadi kau tak perlu khawatir karena aku tidak akan menuntutmu lagi untuk membalasnya.
Kau tau, karena perasaan ini juga, hari ini aku harus keluar dari tanah airku sendiri. Itu sebabnya kenapa aku sampai nekat menemuimu disini. Hhhh aku sangat benci terlihat menyedihkan didepanmu." Eun Woo menatap keatas dan kesembarang arah agar Yerin tak melihat matanya yang sudah berair
Namun sayangnya Air mata itu terlanjur keluar tanpa bisa dia cegah. Yerin yang melihat itu semua sedikit merasa iba dan bersalah. Sejauh yang dia kenal, Eun Woo bukanlah sosok melankolis. Sangat jarang Yerin melihat Eun Woo murung apalagi sampai menangis. Namun kali ini Yerin bisa merasakan dari sorot mata Eun Woo terdapat kerapuhan yang begitu dalam
Namun Wanita hamil itu hanya bisa diam enggan untuk berbicara lagi
"Jaga dirimu baik-baik. Bencilah diriku sejauh kau bisa. Tapi carilah aku jika pria itu menyakitimu. Aku pamit." Tanpa mau memandang Yerin, Eun Woo dengan sigap berbalik dan melangkah pergi.
Hari ini dia akan pergi meninggalkan korea atas paksaan Ayahnya yang hanya memikirkan tentang nama baik perusahaan. Karena kejadian itu, Ayah Eun Woo menarik anaknya untuk dia pindahkan ke jepang.
"Maafkan aku...tolong hiduplah dengan baik" lirih Yerin sambil memandang punggung Eunwoo yang terlihat semakin jauh.
Kepingan kenangan-kenangan indah yg dia miliki saat bersama Eun Woo sangat membekas dihati Yerin. Mereka menghabiskan waktu dalam suka dan duka. Yerin sangat merasa bersalah dan benci dalam waktu bersamaan. Bersalah untuk semua kebaikan Eun Woo yang belum sempat ia balas dan benci untuk semua konspirasi yang sudah pria itu rencanakan bersama Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still Want You [TAERIN] [END]
FanfictionSudah tujuh tahun Jung Yerin hidup dengan diam dan sederhana, membesarkan seorang anak laki-laki bernama Beomgyu yang menjadi seluruh dunia baginya. Ia tampak tenang, kuat, dan berwibawa di mata orang lain tapi di balik senyum lembutnya, tersembunyi...
![Still Want You [TAERIN] [END]](https://img.wattpad.com/cover/331204212-64-k212950.jpg)