24

898 73 22
                                        

Rahang tegas itu mengetat setelah mendapatkan sebuah telepon, ia lalu menatap tajam ke arah Hannah yang duduk santai disofa sambil memainkan ponsel nya bahkan wanita itu sesekali bersenandung riah seolah tak ada masalah dalam hidup nya padahal saat ini ia sedang menjadi incaran penguntit nya

"Hannah Jang!" Sentak Jayden yang membuat Hannah cukup terkejut, sejak 5 hari yang lalu mereka sampai di Hawaii, Jayden sama sekali tak pernah membentak nya bahkan Jayden seolah patuh dengan perkataan nya, apapun yang Hannah minta selalu tidak ada penolakan dari Jayden

"Jay? Ada apa? Kenapa kau berteriak?" Tanya Hannah bingung, tubuh nya tiba-tiba menegang saat melihat Jayden menghampiri nya dengan langkah tegas dengan wajah memerah menahan amarah "shh" ringis nya pelan saat Jayden menarik tangan nya kuat "a-apa apaan ini Jayden! S-sakit"

"Kau apakan Rosie?" Tekan Jayden, wajah nya semakin memerah , genggaman tangan nya pun semakin mengetat, mata Hannah pun memerah menahan sakit "Jalang sialan! Kau menyuruh orang menyulik Rosie?" Tuduh Jayden

"A-aku tidak tahu apa-apa Jayden" ucap Hannah lirih, air mata mulai menetes dari mata nya, tubuh nya bergetar ketakutan saat melihat kemarahan Jayden "jayden, aku benar-benar tidak tahu, haruskah kita kembali ke New Zealand?" Tanya Hannah

Mendengar respon Hannah membuat Jayden sedikit lega, ia meregangkan genggaman nya lalu menatap Hannah, tatapan kali ini lebih lembut dibandingkan tadi "maafkan aku---aku benar-benar emosi mendengar seseorang menculik Rosie" Jayden lalu melepaskan genggaman tangan nya lalu ia duduk di sofa dan menutup mata nya "Hannah a-aku benar-benar takut" lirih nya

Hannah yang mendengar lirihan Jayden hanya tersenyum kecil, setakut itukah Jayden kehilangan Rosie? Selama pacaran Hannah bahkan tak pernah melihat Jayden seperti ini, Jayden tipe orang yang pandai menyembunyikan rasa takut dan sedih nya, dan lihatlah sekarang pria itu terduduk lemas di atas sofa

"Jay" panggil Hannah, ia lalu duduk di sebelah Jayden, ia meraih tangan Jayden dan menggenggam nya erat "setakut itu kah kamu?" Tanya Hannah lalu ia tertunduk, dalam hati nya ia mulai merutuki diri nya, kenapa ia harus bertanya?

"Takut-- aku sangat takut hannah, ibu nya bilang dia sudah di culik 5 hari yang lalu bahkan dia belum kembali hingga saat ini--- aku harus kembali ke New Zealand, aku harus mencari nya"

"T-tapi Jay, bagaimana dengan aku? Bagaimana jika Theo mendapatkan aku? Kau akan meninggalkan ku sendiri?--- dan tadi kau bilang jika dia sudah diculik 5 hari lalu, tidakkah kau sudah terlambat?" Namun pernyataan Hannah ternyata di tanggapi dengan tidak baik, Jayden langsung membuka mata nya dan menatap Hannah tajam, bahkan Jayden menghempas tangan Hannah

"Tidak ada kata terlambat!--- aku tetap akan mencari nya, walaupun sekalipun aku hanya akan membawa mayat nya" setelah mengatakan itu Jayden langsung pergi begitu saja

"Bunuh dia sekarang"

.

.

.

Hari ini adalah hari ke 6 Rosie di sekap, tubuh nya semakin melemas walaupun dia di berikan makanan namun karena prilaku Rosie selama disini yang sering membangkang dan menyumpahi Camilla sehingga Camilla pun memutuskan Rosie untuk tetap berada di tempat kumuh itu dan setiap hari pula Rosie mendapatkan berbagai kekerasan fisik

Pagi ini seperti biasa Rosie hanya akan terduduk dengan tangan yang terikat, ia menatap nyalang kearah Stella yang menghampiri nya, Rosie awalnya menganggap stella adalah orang baik yang akan membantu nya namun nyatanya siksaan yang Rosie terima selama 5 hari yang lalu berasal dari Stella, tongkat kayu di tangan nya menjadi alat siksaan yang digunakan Stella

"Rosie" panggil Stella, ia berjongkok di depan Rosie, sedangkan Rosie ia hanya diam dan menatap Stella tanpa rasa takut, ia susah siap jika Stella akan memukul nya habis-habisan

DADDY J [RK] ✔︎Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang