25

897 71 40
                                        

Hati Jayden benar-benar gelisah setelah mendapatkan informasi bahwa Rosie di sekap disebuah gedung terbengkalai yang tak begitu jauh dari perkotaan. Jika benar Rosie nya disekap disana, apakah Rosie akan baik-baik saja?

"Apa kau yakin tuan Jeon?" Tanya tangan kanan Jayden ragu-ragu saat mereka memasuki sebuah gudang yang terlihat sangat kotor namun banyak motor yang terparkir di depan gudang tersebut

"Ini pilihan satu-satu nya" ujar Jayden

Jayden melangkah memasuki gudang tersebut di ikuti pengawal-pengawal nya dari belakang.
Disaat mereka memasuki gudang tersebut, didalam terdapat banyak orang yang berbadan besar dan bertato, tak hanya laki-laki namun juga perempuan yang berbadan besar dan bertato di sekujur tubuh nya

"Tuan Jeon Jayden--- lama tidak berjumpa kawan!" Ujar salah satu pria berbadan besar itu sambil menatap Jayden sinis. Pria itu lalu berdiri dari duduk nya dan menghampiri pria itu "apa yang membuat pengusaha besar seperti mu datang ketempat ini?" Tanya nya, ia menatap Jayden dengan remeh

"Siapa dia Alex?" Tanya salah satu perempuan berbadan besar itu, ia menatap tajam kearah Jayden dan 3 pengawal Jayden serta Tangan kanan Jayden m

"Kalian tidak mengenal nya?--- Jeon Jayden pengusaha hebat yang adalah teman sekolah ku dulu, yang sering kali berhasil membongkar kenakalan ku di depan guru" ujar Alex sambil tertawa kecil "tapi tidak apa-apa jeon-- aku sudah memaafkan mu bung!" Pria itu menepuk pundak Jayden layak nya teman

"Langsung keinti, Alex aku membutuhkan bantuan mu" pada akhirnya Jayden membuka suara, ia menatap Alex intens

"Woah!" Alex melangkah mundur dan menampilkan wajah terkejut nya "bantuan? Woah! Aku pikir orang kaya seperti mu tidak membutuhkan bantuan dari orang-orang seperti kami" ujarnya tak percaya, Alex lalu tertawa "apa polisi mengincar mu sehingga kau membutuhkan tempat bersembunyi?" Tebak Alex

"Tidak, sama sekali tidak--- kekasih ku di culik, dan aku membutuhkan bantuan mu untuk menggeledah sebuah gudang"

"Menggeledah? it's an easy thing to do. But, it will be hard without money, bro"

Jayden menghela nafasnya, ia sudah mempersiapkan hal ini, ia lalu memberikan selembar kertas cek "tulis berapapun yang kau inginkan--- dengan syarat kalian harus menemui kekasih ku dalam keadaan apapun-- kalau tidak bersiaplah segala kejahatan kalian di berbagai kota akan diketahui pihak kepolisian"

"Mengancam hm?" Kekeh Alex "baiklah Jeon, aku cukup berbaik hati-- aku tidak akan meminta banyak namun kekasih mu tetap akan kami temukan"

Alex lalu mulai menulis beberapa angka di kertas cek itu, cukup banyak tapi tidak akan mengurangi kekayaan Jayden

"Kapan kau ingin kita menggeledah tempat itu?" Tanya Alex setelah menyimpan cek itu didalam saku celana nya, Alex lalu meraih sebuah tongkat baseball dan di sandarkan nya tongkat baseball itu ke pundak nya

"Sekarang."

.

.

.

Mobil yang ditumpangi Jayden berhenti tak jauh dari jalan masuk ke gedung terbengkalai, mereka memantau sebuah mobil yang baru saja berhenti didepan gedung tersebut. Tak lupa, ada orang suruhan Jayden yang bertugas merekam orang-orang yang keluar dari mobil tersebut sebagai barang bukti

"Camilla" guman Jayden setelah melihat seorang perempuan keluar dari mobil itu dengan tergesa-gesa "jang Hannah You will suffer the consequences of your actions." Guman nya penuh penekanan sebelum ia mengangkat tangan sebagai kode bahwa aksi mereka akan di mulai

Motor-motor yang terparkir di belakang mobil Jayden pun mulai melaju cepat dan berbelok memasuki halaman gedung tersebut diikuti dengan Jayden paling belakang

DADDY J [RK] ✔︎Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang