28

900 62 27
                                        

"JEON JAYDEN!" Setelah memastikan kedua orang tua Jayden telah pergi, suara nyaring Rosie menggema diseluruh ruangan yang tentu saja membuat Jayden meneguk ludah nya kasar sebelum ia berbalik dan menghampiri Rosie "KAU GILA JEON!" Teriak Rosie benar-benar marah

Melihat kemarahan Rosie membua Jayden frustrasi, ia mengacak kasar rambut nya, ia berusaha mengenggam tangan Rosie namun gadis itu menepis tangan nya dengan kasar "baby dengarkan--- aku melakukan ini karena aku tidak mau kehilangan mu" ungkap Jayden berharap Rosie bisa lebih tenang dan dapat menerima nya

"TIDAK DENGAN BEGINI!" Rosie memicingkan mata nya menatap pria itu tajam, ia benar-benar belum siap, kenapa pria ini sangat memaksa nya! Bagaimana bisa pria itu mengatakan Rosie hamil didepan orang tua nya,  Rosie tidak mau orang tua Jayden berpikir yang tidak-tidak tentang nya

"Sayang, aku benar-benar frustrasi mendengar mu ingin kabur" ucap Jayden melemah, ia menatap Rosie senduh

Tapi bukan nya lebih tenang, amarah Rosie semakin membara "bagaimana kau tahu aku akan kabur tuan Jeon?" Rosie memicing curiga pada Jayden sedangkan pria itu terlihat salah tingkah, bahkan pria itu yang tadi nya sangat berani menatap Rosie sekarang malah membuang muka nya "jawab Jeon!" Desaknya "jangan mencoba untuk berbohong pada ku"

Seperti nya Jayden harus jujur daripada Rosie mengetahui hal itu sendiri dari mulut orang lain yang bisa saja sudah di tambahkan bumbu-bumbu lain nya

"Baiklah aku akan katakan, tapi kau te--"

"Katakan!"

"Aku menaruh penyadap suara di apartemen mu! Puas?" Entah kenapa Jayden meninggikan suaranya, ia terlalu frustrasi dengan Rosie yang terus membara-bara "dan aku mendengar percakapan mu dengan perempuan itu"

"Kau benar-benar keterlaluan Jeon" guma Rosie yang masih dapat di dengar Jayden, Rosie menggeleng-gelengkan kepala nya tak percaya "bagaimana bisa kau melakukan semua ini pada ku saat kau belum selesai dengan masalalu mu" suara Rosie terdengar bergetar, tak lama gadis itu mulai terisak

"Rosie baby , aku sudah menyelesaikan semua nya sayang-- aku sudah menyingkirkan Hannah" Jayden melangkah mendekati Rosie, ia lalu mendekap tubuh Rosie erat sambil mengusap punggung gadis itu dengan pelan "maafkan aku, maafkan atas segala yang ku lakukan-- aku terlalu bodoh"

"Ya kau terlalu bodoh untuk gadis sepintar aku" ujar Rosie disela-sela tangisan nya, ia mulai menyandarkan kepala nya pada dada bidang milik Jayden

Mendengar Rosie yang membalas ucapan membuat Jayden tertawa kecil, ia lalu mengendong tubuh Rosie dan membawa nya masuk kedalam kamar tak lupa ia mengunci nya dari dalam agar tak ada yang menganggu nya berduaan dengan calon istri nya yang sangat ia rindukan itu

Kedua nya terbaring diatas kasur dengan Jayden yang masih setia mendekap pujaan hati nya dengan begitu posesif "aku mencintai mu Rosie" ungkap Jayden, ia lalu mencium bibir pink Rosie dan melumat nya sebentar karena Rosie yang langsung memundurkan kepala nya

"Kau tahu-- aku mengaku aku itu bodoh dan tidak pintar, bagaimana bisa aku jatuh dalam pelukan mu setelah apa yang kau lakukan pada ku, kenapa aku menjadi sangat bodoh saat bersama mu" ungkap Rosie yang membuat Jayden terdiam sesaat, apakah ia sudah terlalu banyak membuat Rosie tersakiti?

"Maafkan aku Rosie atas segala hal yang telah kau alami karena aku--- aku berjanji setelah kita menikah kau tidak akan merasakan hal yang sama"

Kedua nya diam dalam keheningan sebelum Rosie kembali membuka suara nya dan menyuarakan yang sedari tadi membuat ia sangat marah pada Jayden

"Tidak bisakah kita tunda pernikahan kita?-- maksud ku ini terlalu cepat"

"Tidak-- ibu dan ayah tahu kau sedang hamil"

DADDY J [RK] ✔︎Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang