Haynara Ainatasiyal

19 1 0
                                        

ASSALAMUALAIKUM SEMUA 🌹

GIMANA NIH PUASANYA AMANKAN?
AMANLAH MASA NGGAK.

OKH""SEKARANG AUTHOR MAU NEPATI JAJI JADI AYO BURUAN LOGIN
LAGI HEHEHEHEHEHEHEHE.

UDAH""SELAMAT MENYAKSIKAN DAN MEMBACA DENGAN KHUSYUK.

YANG UTAMA JANGAN LUPA VOTE,KOMEN,DAN IKUTI AKUN INI YA!

SAYANG KALIAN DEH🥰🌹

(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧

   Suasana di pesantren Azzakiyah kini masih sangat ramai,jam menunjuk-
Kan pukul 21.35,namun tidak dihirau-
Kan para keluarga besar yang datang menghadiri acara pernikahan sodara-
Nya itu.

    Kini para berbagai Ning dan Gus tengah bercanda tawa,para Ning yang duduk dikarpet berbulu melingkar membahas nostalgia saat  mereka masih kecil,begitupun para Gus yang menongkrong disofa bersebelahan dengan para Ning.

"Ya Allah,ini beneran Hana udah nikah?,kok saya masih nggak percaya ya",  ucap rusdah.

"Ya nih,kamu kok gitu sih duluin kita",  timpal isya.

"Makanya jangan ditolak kalo ada yang ngelemar", sahut Anis.

Hana hanya tersenyum dibalik cadar-
Nya, melihat para sodaranya yang iri membuat suasana malam bertambah meriah.Anis ,sudah berkeluarga adik dari umi Aisyah yang memiliki putra kecil Gus Alva membuat siapapun pengen mencubit pipinya,Layla istri dari Gus saka,yang baru menikah bulan lalu.
  Rusdah,isya,Najwa mereka berumur jauh diatasnya,bahkan mereka bentar lagi lulus S1,sedangkan dirinya baru mau naik kelas 12,tapi jodohnya udah datang duluan.
  Naufal dan Nasyifa mereka adik dari Najwa kembar,mereka hanya berjarak satu tahun dengan Hana,sayangnya Naufal tidak ikut karena ingin mengontrol pesantren.
   Gus Fauzi,suami Anis yang paling kearaban,gus saka,kakak dari rusdah putra dari kyai Faruq,keduanya sama-sama memiliki sifat barbar.

"Perasaan baru kemaren kita main kesini hananya masih kecil,eh kesini lagi udah nyebar undangan aja," ucap Najwa.
"Iya nih mbak Hana,kita jadi nggak bisa tidur bareng lagi deh," timpal Syifa.
"Bisa kok,tapi kalo dikamar kamu,"
Jawab Hana.

Semua orang tertawa,Fahmi,cowok itu menatap Hana seolah tidak ada orang lain disana,kyai Faruq yang menyadari hanya tertawa pelan.

"Aisyah beri tau yang sebenarnya kepada Arum dan Fahmi,biar tidak ada kesalah fahaman," ucap kyai Faruq,yang menghisap rokoknya.

Semua orang menatap Aisyah yang mengangguk,ia beranjak dari duduknya mengambil sebuah foto dan beberapa berkas kelihatannya.

"Coba kalian fahami dulu,ini adalah foto masa kyai Ali masih nyantri,dan ini foto waktu kyai Ali diutus sama Abah Umar Zan untuk melanjutkan mengurus pesantren ini,Abar Umar Zan hanya  bermaksud menitipkan pesantren ini untuk cucunya nanti."

Deg

  Arum menatap Fahmi,cowok itu sama berfikirnya seperti dirinya,
Nama yang disebutkan tadi adalah nama kakek Fahmi yang telah wafat.
Dan kenapa nama kakeknya seolah berpengaruh besar terhadap pesantren ini,bukan hanya mereka berdua yang kebingungan namun seluruh anggota keluarga yang berkumpul menatap ikut Aisyah dan kyai Faruq bergantian,seolah menunggu kelanjutan penjelasan yang tergantung dari keduanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 31, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FAHMICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang