Nakala Sunyi Semesta
Setelah tragedi di rel kereta api malam itu Kala di buat heran dengan hal aneh yang terjadi pada nya, kala pikir malam itu dia mati tapi Kala malah tertimpa kesialan yang sangat di luar akal manusia yaitu terbangun di tubuh oran...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Sudah terhitung lima hari Nakala di kurung dengan tangan dan kaki di borgol dan hanya tangan dan kaki kanan nya yang bebas, tentu saja pelaku nya Jendral. Lelaki itu menculik Nakala lalu membawa nya ntah ke mana karna Nakala sendiri tidak kenal tempat ini, jelas jika kamar Jendral Nakala sudah tau tapi ini berbeda. Lelaki itu benar' sudah gila hingga mengurung Nakala tanpa sebab seperti ini.
"Jendral Bangsat!" Umpat Nakala kesal karna sekuat apapun borgol ini tidak akan lepas dari pergelangan tangan nya.
Bahkan pergelangan tangan Nakala sudah luka sejak kemarin.
"Gue udah pergi sejauh ini kenapa masi balik ke cowo sialan itu?!" Nakala memandang langit' kamar dengan putus asa. "Ini bukan lagi hukuman tapi kutukan sialan!" Teriak Nakala kesal.
Pintu terbuka lalu wajah menyebalkan itu muncul— Jendral datang dengan membawa makanan untuk Nakala.
"Hai, Kalaa." Senyuman Jendral sangat manis melihat bagimana gadis di depan nya memberikan wajah kesal.
"Jendral anjing lepasin tangan gue! Mata lo ngga liat gue udah luka?!"
Jendral menatap marah Nakala karna berbicara kasar lalu mendekat untuk melihat tangan Nakala. "Ini luka ada karna lo sendiri jadi tanggung rasa sakit nya." Senyuman miring tercetak jelas di bibir Jendral. "Gue senang lihat lo berdarah dan gue senang lihat lo ga bisa ngapa ngapain." Ucap Jendral.
Nakala tertawa pelan. "Pantas aja cewe lo mati! Kelakuan lo aja kaya sampah sialan!" Teriak Nakala di depan wajah Jendral. "Cewe lo mati karna sifat bajingan yang lo punya anjing! Cuih!" Nakala meludahi wajah Jendral.
Jendral terdiam lalu mengusap wajah nya kasar, perempuan di hadapan nya sunggug menguji kesabaran.
Jendral menatap Nakala tajam dengan emosi yang besar. "Ulangi kata kata lo barusan."
"CEWE LO MATI KARNA SIFAT SIALAN LO ANJING!"
Sekali tarikan leher Nakala sudah di jangkau Jendral lalu bibir Jendral dengan se enak nya mencium Nakala, tidak hanya mencium tapi lelaki itu juga melumat bahkan menggigit bibir Nakala hingga berdarah. Nakala tidak bisa berontak sampai Jendral sendiri yang melepaskan pangutan nya, darah dari bibir Nakala bahkan tidak di perdulikan Jendral.
Jendral menarik wajah nya. "Sifat sialan gue? Lo mau tau se sialan apa gue hm?"
"Lo ngga kasih tau pun lo udah keliatan sialan, Jendral Sharga!"