Sudah dua hari belakangan perut doyoung merasakan mulas yang kadang membuatnya kesakitan. Mengingat hari kelahiran si bungsu bisa dihitung beberapa hari lagi, jaehyun mengambil cuti agar bisa menemani sang kasih. Ia tidak mau melewatkan kelahiran dari anak-anaknya, bahkan walau tidak disarankan untuk melakukan cuti, jaehyun rela melakukan WFH (Work From Home) dengan jungwoo sang sekertaris akan membawakan puluhan berkas ke kediaman Jung's.
Setiap bangun tidur, jaehyun selalu mengelus perut doyoung sebelum ia memulai harinya. Namun perut doyoung belakangan ini terlalu mulas jadi terlalu sensitif jika disentuh apapun. Salah satunya jika jaehyun akan mengelus perutnya, sungguh rasanya hanya membuat perutnya makin mulas saja.
"diam, jangan menyentuh perutku" ketus doyoung sembari menepis tangan sang suami.
Jaehyun sedikit tersenyum "aku membantumu sayang, agar si kecil cepat keluar... okeyy"
Doyoung memutar bola matanya, dengan sebal ia beranjak dari ranjang empuknya. Ia menuju dapur untuk membuat sarapan, karena sebentar lagi si sulung akan memulai harinya. Tangannya dengan lihai mulai memotong bahan-bahan untuk membuat sup ayam, tak lupa mencuci semua bahan-bahan yang sudah siap di masak.
Selang beberapa menit, mulai terdengar suara teriakan si sulung yang meminta sang bunda untuk datang menenangkan dirinya. Tapi semua itu doyoung hiraukan, setelah doyoung menginjak usia kehamilan ke-7 bulan seluruh kebutuhan mark akan di handle oleh jaehyun.
Langkah kaki menuruni anak tangga terdengar samar yang menandakan ada seseorang yang menuruninya. Setelahnya muncul lah tubuh jaehyun dengan menggedong si sulung dengan erat. Tangan mungil mark yang sedang menggosok matanya yang masih mengantuk itu membuat doyoung gemas.
"selamat pagi sayang, markeu sudah siap pergi ke sekolah?" tanya doyoung dengan lembut. Mark hanya menganggukan kepala yang dimana mengiyakan pertanyaan sang ibunda.
Jaehyun menurunkan sang anak dan mulai melepaskan baju yang melekat dibadan Mark. Jaehyun hendak memandikan si sulung karena ini sudah menjadi kesehariannya. Karena tak mungkin doyoung melakukan pekerjaan melelahkan terlebih si sulung ini sangat aktif.
♪♪(o*゜∇゜)o~♪♪
"ayo makan sarapanmu, setelah itu pakai sepatu dan berangkat kesekolah" jaehyun meminta mark bergegas, karena si sulung meminum susu paginya dengan sangat pelan. Berhubung jaehyun pagi ini harus pergi mengikuti meeting di kantor, jalanan kota yang pastinya padat di pagi hari membuat jaehyun harus berangkat lebih awal agar tidak tercebak macet.
"bunda... nanti siang jemput markeu yaa, sudah lama sekali bunda tidak menjemput markeu ke sepulang sekolah"
Doyoung menatap sang putra, ia menjadi merasa bersalah tidak terlalu memperhatikan si sulung yang juga membutuhkan perhatiannya. "baiklah, nanti bunda akan menjemput markeu" ucap sang bunda sembari mengecup pucuk kepala si sulung.
Setelah sarapan, jaehyun dan mark bergegas memasuki mobil yang terdapat jungwoo didalamnya. Tak lupa sebelum berangkat, jaehyun mencium seluruh muka doyoung dan mencium perut buncit sang suami. Lain lagi dengan mark yang dihujani ciuman oleh sang bunda, "jangan nakal ya di sekolah, dengar perkataan ibu guru dan berteman lah dengan baik"
"iya bundaaa, markeu tidak akan nakal" ucap bocah lima tahun tersebut sambil memberikan senyuman manisnya.
"baiklah, kalian hati-hati dijalan, kabari aku jika kau sudah sampai mengantar mark ke sekolah maupun saat kau tiba di kantor"ucap doyoung.
"okeii, kami berangkat... kau juga berhati-hati, jika ada sesuatu langsung hubungi aku. Aku tidak akan lama di kantor hari ini" jawab jaehyun, doyoung hanya menangguk setuju.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐉𝐀𝐄𝐃𝐎 𝐅𝐀𝐌𝐈𝐋𝐘 𝐅𝐓. 𝐌𝐀𝐑𝐊𝐍𝐎
Fanfiction𝐢𝐤𝐮𝐭𝐢 𝐤𝐞𝐬𝐞𝐡𝐚𝐫𝐢𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐣𝐮𝐧𝐠𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐩𝐮𝐭𝐞𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚! 𝐞𝐧𝐣𝐨𝐲𝐲𝐲 ;) ꜱᴛᴀʀᴛ: 221222 ᴇɴᴅ:-
