37. I GOT IT

438 97 139
                                        

"Mau apa lo ke sini? Pergi." Berbeda dengan Felix yang menyambut penuh harsa, melihat kehadiran Hyunjin, Seungmin langsung mendorong pemuda itu dan sangat dramatis sekali korbannya sampai jatuh berguling-guling. Padahal didorong pelan.

"Seungmin!" tegur Felix. Dia hendak membantu temannya bangkit tapi baru selangkah, baju belakangnya ditarik, diseret mundur.

"Gue gak akan biarin dia nyakitin lo lagi, Lix." Seungmin menyeret saudara angkatnya menuju rumah. "Masuk."

Hyunjin yang semula pura-pura tidak bisa berdiri seketika tangannya terjulur. "Felix----"

"Mau gue setrum lo, hah?!" ancam Seungmin, mengarahkan stungun. "Pulang sana! Ke rumah lo yang ada si Minho Minho itu," sungutnya sambil menutup pintu agak dibanting.

"Aku bakal nunggu kamu di sini, Lix! Kita harus bicara." Hyunjin tidak putus asa. Dia masih menunggu di halaman. Mondar-mandir sendirian. Memetik bunga asoka, diletakkan setangkai di bibir. Awalnya gabut, terheran-heran saat ada rasa manis dari tangkai merah itu. Diambil lagi sampai tak sadar sudah menghisap bunganya cukup banyak.

Merasa cemas, Felix memantau temannya dari balik jendela lalu mendongak pada langit. "Seungmin, dia beneran masih nunggu di sana. Mulai gerimis pula."

"Ntar kalau hujan deras juga dia berteduh ke mobil," jawab Seungmin. Mengambil remot, memeluk setoples camilan dan rebahan santai di kasur tipis depan televisi yang kapuknya sedikit berhamburan keluar. "Sini dah, mending nonton Mahabarata----"

Namun, saudara angkatnya itu tidak mengindahkan larangan. "PIYIK!" teriaknya jengkel. "Emang gak bisa dikasih tau lo, ya!"

Felix membawa Hyunjin masuk rumah. "Tunggu, aku ambilkan handuk," ucapnya pada pemuda yang rambutnya sedikit basah.

Seungmin memandang Hyunjin sengit sambil melahap jangkrik goreng.

Bukannya merasa tak enak hati, tamu tak diundang itu malah membalas dengan menjulurkan lidah.

"Aku rebuskan air untuk mandimu dulu. Biar gak masuk angin," ucap Felix dari dapur.

Hyunjin tersenyum licik sambil menaik-turunkan alis, mengejek Seungmin. Merasa menang karena Felix berpihak padanya. Dia menyusul si brownie boy, berdiri berdampingan. Mengernyit bingung, melihat isi panci. "Rebus air untuk mandi? Kenapa direbus?"

"Biar hangat," jawab Felix.

"Loh, tinggal atur aja Lix. Di shower ada pengaturan untuk air hangat," jawab si anak konglomerat.

Celetukan itu terdengar sampai ke telinga Seungmin. "Gak pake shower-shower, Njin. Ntar itu air panas di panci dipindah ke ember yang udah ada air dinginnya biar jadi hangat," jawabnya geregetan.

"Bisa gitu? Ember sekecil itu mana muat untuk berendam."

Felix terkekeh geli. "Gak berendam, Hyunjin. Ambil airnya pakai gayung."

"Oh ya?" Hyunjin mengerjap dan mengangguk paham seperti telah mendapat ilmu baru. "Aku baru tau ada cara mandi yang unik begini."

"Bukan unik. Emang ada kesenjangan sosial di antara kita," ketus Seungmin.

Felix hanya menghela napas menghadapi ke-asbunan saudaranya itu. Setelah beberapa saat, air hangat untuk mandi siap. Dia mempersilahkan Hyunjin memakai kamar mandi.

"Seungmin," tegurnya, menepuk pundak laki-laki yang sedang mengambil beberapa bungkus mie instan di lemari dapur. "Hyunjin datang ke sini baik-baik. Jangan marah begitu."

"Ntahlah gue jengkel banget sama Minho sekeluarga itu."

"Mereka baik, kok. Hyunjin tadi bilang mau jelaskan semuanya. Nanti kita dengarkan setelah dia mandi."

Dark Sunshine - SKZ [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang