21

656 47 7
                                        

Haloo
Ayo mulai baca part selanjutnya.
Tandai bila ada typo!!!

tapi sebelum itu jangan lupa beri vote dan komen yaaa

Saat ini gimana dan javier sudah berada di rumah sakit, dan gimana sudah berada di ruang bersalin.

Didalam ruangan itu hanya ada dokter, perawat/suster, giana &javier.sementara diluar ruangan sudah ada para kedua orang tua dari javier dan giana yang sedang menunggu kelahiran sang cucu.

javier saat ini merasa sangat lelah, bukan lelah karena membantu giana. Tetapi javier merasa lelah karena sedaritadi giana tak henti henti mengeden supaya sang bayi mau keluar.

Menurut dokter bagi yang dikandung oleh giana itu termasuk seukuran yang normal, jadi seharusnya itu akan mudah,  ternyata tidak bayi itu, rupanya tidak mau keluar dari dalam perut sang ibu dengan semudah itu.

Sang bayi membuat ibunya merasa kesakitan yang luar biasa.

"Pak bagaimana jika kita melakukan operasi Caesar saja" tanya dokter kepada javier. Javier bingung, sebenarnya ia juga ingin tapi, karena perkataan giana dia jadi lebih memikirkan nya lagi.

"kak aku nanti kalau lahirannya mau lahiran normal ya, gak mau operasi"

"huh??... Kenapa gitu? "

"iya kak, sualya aku bisa ngerasain giaman sih rasanya lahiran, melahirkan anak sendiri yg udah lama kita jaga di dalam perut"

"Iya lihat nanti aja ya, kita lihat sotuasinya gimana"

Javier memandang ke arah giana yg juga tengah memandang Javier dengan tatapan lelahnya.
"sayang kamu mau kan, kita lakuin operasi aja, kamu kasian kecapean" Javier mengeluarkan lembut dan mencium tangan giana.

Giana memandang Javier dengan tatapan lelah dan sedihnya. "Tapi kak aku pengen lahiran normal".

" iya aku tau kamu pengen tapi ini demi kebaikan kamu dan anak kita sayang, mau ya? "tanya Javier sambil mengelus lembut kepala giana.

" engga kak, aku...tetap mau lahiran n-normal AKKHH-"giana meringis. Giana merasa sang bayi segera ingin keluar.

Javier panik melihat itu. "Dokter cepat lakukan yang terbaik dokter istri saya kesakitan"

Dokter dan suster bergegas menangani giana. "kepala sang bayi sudah terlihat, ayo ibu giana mulai mengeden lagi, masih kuat kan ibu? " Tanya sang dokter.

Giana hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. Dengan sekuat tenanga giana mengejar sualya sang bagi keluar, serta Javier yang menjadikan dirinya sebagai tempat cengkraman giana.

"AKKHH JAVIER SAKIT BANGETT" Giana berteriak sambil menggenggam erat tangan Javier yang setia memberi kata kata oenenag untuknya.

"HEUMMM"

"oek oek oek"

Akhirnya usaha giana tak sia sia, giana dan Javier akhirnya mendengar suara yang mereka nanti nantikan.

Orang yang berada di luar ruangan lun mendengar suara bayi itu mereka turut merasa bahagia.
"ya Tuhan pah, cucu kita udah lahir" ucap  yuri kepada kaivan sambil memeluk suaminya. Kaivan lun merasa sangat senang dengan kabar ini.

Begitu juga dengan dimas dengan istrinya Tiffany mereka juga merasa bahagia mendengar suara yang berasal dari dalam sana.
Akhirnya yg mereka annti nantikan telah lahir kedunia.

.........

Javier tak henti hentinya mengecuo kening giana dengan lembut. "Makasih, makasih sayang kamu udah lakuin yang terbaik" Sungguh ini adalah hari yang terbaik yang pernah dia rasakan.

"kak alu juga berterimakasih buat kakak yang mau memenuhi permintaan aku selama hamil, aku seneng banget kak"

Javier meletakkan jari tangannya dibibir giana"sstt.....kamu gak usah ngomong gitu itu udah kewajiban akuenjadi suami".

Tak lama muncul lah sang perawat membawa bayi mereka yang telah selesai dibersihkan. "Permisi pak bu, ini adeknya sudah dibersihkan ya" Javier nerima bayi itu. Dengan hati hati dan perlahan doa menggendong bayi mereka. "Terimakasih suster" Ucap giana.

Siter itu pun kemudian langsung pergi meninggalkan ruangan itu.

"sayang, aku ga nyangka anak kita bakal laki-laki"
"Makasih banyak ya sayang"

"apa sih kak jangan bilang makasih mulu deh daritadi"
"Aku juga mau gendeng dan lihat anak kita tau"
"Hahaha yaudah nih kamu gendeng, pelan pelan ya"

Javier memberikan bayi itu kepada ibunya.

Terdengar suara pintu terbuka, mereka berdua reflek menoleh ke arah suara, dan mereka melihat bahwa kedua orang tua mereka yang masuk"

"ya ampun sayang mama, giana selamat ya sayang, sekarang kamu idah jadi seorang ibu. mama bangga sama kamu" Ucap yuri yang berlari kecil langsung memeluk sang putri dengan lembut.

Giana tersenyum mendengar itu sungguh dia pun masih tak menyangka jika dia sudah menjadi ibu. "Makasih ma, ini semua juga berkat mama yang support giana".

Tiffany menghampiri mereka berdua" aduh menantu ku selamat ya sayang semoga kamu dan bayi nya sehat selalu, bunda senang banget dengar kabar ini, jadi bunda sekarang udah punya cucu" Tiffany kemudian memeluk lembut giana. "Makasih banyak bunda".

Sementara para lelaki mereka ada di sofa fuangan itu sambil berbincang tentang bagaimana menjadi seorang ayah, untuk mengajari Javier yang kini sudah dah menjadi seorang ayah.

" wah pah lihat deh bayi nya mirip sama giana, dibandingkan papa nya, ini mah Javier kebagian dikit doang haha"ucap Tiffany saat menggendong bayi tampan itu.

Kaivan dan dimas mendekat mereka setuju dengan ucapan Tiffany, memang bayi itu dominan mirip giana ketimbang Javier. Bisa dibilang Javier hanya kebagian sedikit saja.

"Oh ya kalian sudah beri nama belum? " Tanya dimas

"udah pah" Jawab javier mantap.

"Kalau gitu siapa namanya" Tanya kaivan tak sabaran.

Javier terkekeh sebelum dia mengatakan nama nya terlebih dahulu dia memandang ke rah giana  meminta persetujuan. Giana yang paham kode itu mengangguk tanda setuju.

"Kamu udah sepakat beri dia nama JAEON ELIAN BAGASKAR "

"wah nama yang bagus mama sama bunda setuju sama nama itu" Ucap yuri.

Sampai sini dulu
Guys jgn lupa vote dan komen ya karena itu sangat berharga bagi akuuu 😭😭
895 kata ya semuanyaaa
Thank you guys
See You Di part selanjutnya 💗💗💗

ROYALATTE (Discontinued ) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang