sampai lah mereka di Arena balapan. Aran langsung saja menghampiri teman teman nya yang duduk di tribun.
"mana Aeron?" tanya Kabuki pada Aran.
"langsung ke garis start dia" ujar Aran sembari membuka sebungkus rokok.
Kabuki hanya mengangguk sebagai jawaban "jangan ngerokok mulu ga baik"
Aran sudah menyerah jika Kabuki yang bilang seperti itu, dia pun mengurungkan niat nya dan kembali menaruhnya di saku.
Kabuki tersenyum tipis melihat tingkah Aran.
"mana nih ketua kita yang galak ini?" sindir Ritchi.
dia pun langsung mendapatkan tatapan tajam dari Aran.
______
Aeron langsung menuju ke garis start, disitu juga terdapat Moreno— yang akan menjadi lawannya kali ini.
Moreno menghampiri Aeron dan langsung to the point "mau taruhan apa lu?"
sebenarnya, Moreno sudah tau apa yang diinginkan oleh Aeron jika dia menang melawan nya. karna waktu itu Moreno sempat mendapatkan sebuah DM dari Aeron.
Aeron membuka kaca helm nya, dia menatap sengit ke arah Moreno.
"lu bisa baca kan? ga usah pura pura lupa" sarkas Aeron.
tangan Moreno sudah bersiap ingin menonjok dan juga menarik jaket yang dikenakan oleh Aeron. Moreno yang tersulut emosi itu ditenangkan oleh Eman yang dari tadi berada di sebelah nya.
"udah Mor, percuma lu ladenin orang kaya dia" -Eman.
"ga usah ikut campur lu" sentak Moreno pada Eman.
Eman hanya berdecih melihat tingkah Moreno itu, dengan muka malas ia menarik tubuh Moreno dengan kasar.
"ga usah bikin keributan, bodohh! " -Eman.
Aeron yang melihat itu hanya bergumam "drama banget"
dan pertandingan pun dimulai dengan hitungan mundur yang disiarkan oleh Karss anak dari gang sebelah.
(guyss! maaf sebelumnya, aku ga bisa bikin adengan tegang kaya gini 😭 jadi kalian bayangin sendiri aja ya.)
dan pertadingan ini dimenangkan oleh Aeron.
dia pun menghampiri Moreno "gw mau besok lu putusin Nnael". Aeron berkata dengan penuh penekanan dan itu membuat Moreno kembali tersulut emosi.
Aeron tak peduli dia terus berjalan ke arah teman teman nya yang bersorak.
" mantap, traktiran ga sih abis ini" sindir Ritchi.
"besok aja, gw mau langsung balik abis ini" -Aeron.
muka Ritchi dah kecewa aja nih denger Aeron bilang begitu, di tepuk lah pundak Ritchi sama Yehezkiel.
"sabar, gw tau perut lu dah bunyi dari tadi" -Yehezkiel.
sontak semua tertawa mendegar perkataan Yehezkiel.
"buru buru banget sih Ron? ada urusan?" -Aran.
"iya bang, ya udah gw duluan kalau gitu!" Aeron langsung saja meninggalkan teman teman nya.
dia kembali mengendari motor nya dengan kecepatan tinggi meninggalkan arena balapan.
Aeron biasanya melewati jalanan yang ramai tapi kali ini tidak, dia justru masuk kedalam gang sempit yang berada di dekat gedung yang sangat besar.
dia sedikit mencari cari seseorang dan akhirnya menemukannya. orang itu sedang bersandar pada motornya dengan wajah yang sumringah.
"lama banget butuh uang ga sih?" ia membuangnya puntung rokoknya sembarangan lalu mengambil sesuatu dari saku nya. ternyata, itu sebuah amplop.
Aeron rasanya ingin sekali meludahi orang di depan nya ini.
"nih, ambil aja kalau bisa" ujarnya.
ketika Aeron ingin mengambil amplop tersebut dia malah meninggikan tangan nya. Aeron berdecak kesal, dia yang melihat Aeron kesal pun tertawa.
"lucu juga lu Ron, ga mau sama gw juga gitu?" orang itu berbisik tepat di telinga Aeron.
"Eman Eman, lu kira gw mau sama bajingan?" -Aeron.
Eman mendengar jawaban dari Aeron itu langsung mengumpat. Aeron yang tak meninggalkan kesempatan itu, ia langsung saja mengambil amplop yang berada di tangan Eman.
"thanks ya" setelah itu dia berbalik dan meninggalkan Eman.
"menang banyak lu kali ini" -Eman.
Aeron tersenyum kecil mendengarkan. Aeron meninggalkan Eman, ya sekarang dia sendirian ditempat ini.
"dari dulu kaya gini kan enak, sekarang tinggal deketin aja Moreno" -Eman.
kembali lagi ke Aeron yang sekarang sudah sampai di halaman rumah Favian.
"abis darimana?" tanya Aeron pada Favian yang baru saja keluar dari mobil.
"pengen tau aja lu Ron" -Favian.
Aeron berganti melirik Nnael —okey okey Nnael tau apa yang harus dia jawab.
"cuma ke keliling kota aja" -Nnael.
seperti tak mendengarkan ucapan Nnael, Aeron dengan muka ga ngerasa bersalah langsung pergi masuk ke dalam rumah.
"gaje emang tuh anak" -Favian.
"ya udah, gw pulang dulu makasih ya Fav" -Nnael.
KEESOKAN HARI NYA------>
"Nnael bangun, cepet mandi sana. nanti telat loh" karna Nnael tak kunjung bangun, dia pun menarik selimut yang di pakai oleh Nnael.
"dingin kak, nanti aja" Nnael pun menarik selimut nya kembali dan menutupi seluruh tubuhnya.
karna kakanya kesal dia kembali menyibak selimut ya Nnael kenakan.
"ck! apa sih kak" Nnael pun membuka matanya dan menatap ke arah Gebiann.
"bangun, nanti kamu telat" ucap Gebiann dengan penekanan.
Nnael yang ingin kembali menidurkan dirinya malah kena jeweran sama dari kakaknya.
"MANDI, MANDI SEKARANG" Gebi pun melemparkan handuk ke muka Nnael.
"IYA IYA, TAPI GA USAH DI JEWER JUGA DONG. sakit tau" ucap Nnael sambil berjalan ke kamar mandi.
saat Nnael selesai mandi, dia membuka lemarinya dan mencari seragam tapi dia tak menemukan nya. ternyata, seragam itu sudah tertata rapi di atas kasurnya segera dia memakai seragam tersebut. dia juga tak lupa memakai hoodie favorit nya.
setelah siap dengan semuanya Nnael pun berjalan keluar kamar dan menuruni tangga untuk ke dapur disana sudah ada Gebi yang sedang memasak sarapan mereka.
saat ini orang tua mereka lagi keluar kota karna ada perkerjaan.
"nih udah selesai, kamu mau bawa bekal ga El?" tanya Gebi.
"ga deh, beli di kantin aja nanti" -Nnael.
tak ada percakapan lagi mereka sibuk memakan sarapannya.
saat sudah selesai sarapan Gebi pun bersiap ingin mengantarkan Nnael pergi ke sekolah.
"yuk, kakak antar" -Gebiann.
saat di dalam mobil juga mereka hanya berdiam Nnael yang sedang asik dengan handphone miliknya dan Gebi yang fokus mengendarai mobil.
tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di sekolah baru Nnael.
"nanti mau jemput ga? mumpung kakak lagi ga ada jadwal kuliah nih" ujar Gebi sebelum Nnael keluar dari mobilnya.
Nnael yang mendegar itu tersenyum senang. karna, ia sekarang jarang ada waktu dengan kakak perempuan nya ini karna dia sibuk sama kuliahnya.
"boleh banget, nanti kita jalan jalan juga ya kak" ucap Nnael.
"nanti telpon ya kalau udah pulang, dah sana masuk nanti telat" -Gebiann.
setelah itu Nnael keluar dari mobil Gebi dan mobil Gebi pun mulai meninggalkan lingkungan sekolah.
Nnael saat asik berjalan santai menuju kelas nya, tiba tiba ada yang merangkul pundaknya dari belakang. saat Nnael menoleh ke samping ternyata pelakunya adalah???
KAMU SEDANG MEMBACA
Sticky Note
Short StoryAeron x Nnael ga tau suka aja gitu sama ship ini. kalau mau baca ya silakan, kalau ga mau ya udah sana pergi yang jauh jangan kembali. CERITA NYA LAGI AKU ROMBAK GUYSS!
