mereka tak langsung pulang kerumah melainkan mampir ke taman taman.
"kamu tunggu disitu aja ya, aku mau ke minimarket dulu" ujar Gebi dengan menunjuk ke salah satu bangku.
Nnael mengikuti arah pandang Gebi lalu di mengangguk mengerti.
"jangan lama lama ya kak" -Nnael.
"iya" -Gebian.
kini mereka berdua berpencar. Nnael berjalan ke arah bangku itu dengan menendangi batu kecil' dan raut wajah yang sedikit kesal. dia duduk di bangku, memandangi sekeliling taman. lumayan sepi— tunggu seperti nya dia tau orang yang duduk di bangku ujung sana.
"kaya kenal —" -Nnael hendak mengambil ponsel dari saku nya tapi ia urungkan karna Gebi keburu dateng.
"kita habisin waktu disini aja dulu, jenuh dirumah terus" kata Gebi dengan membuka sebotol minuman lalu memberikan nya pada Nnael.
"makasih" kemudian dia meminumnya.
mereka berdua hanya mengobrol biasa dan juga Nnael sesekali melirik ke bangku yang paling ujung. tapi sekarang bukan melirik lagi dia bener bener melihat kearah samping terus Gebi yang merasa di abaikan dia pun mengikuti arah pandang Nnael.
"Moreno?" -Gebian.
Nnael langsung menatap ke arah Gebi dengan gelagapan.
"suruh join aja sini" -Gebian.
"engga usah kayanya dia lagi nunggu seseorang" Nnael mengambil tas nya dan beranjak membuat Gebi kebingungan.
"lohh.. el? mau kemana?" -Gebian.
"pulang lah, mau apa lagi" jawab Nnael cuek.
dengan buru buru Gebi membereskan semua itu dan mengikuti langkah Nnael.
"buru buru banget sih el" -Gebian.
sepanjang perjalanan pulang Nnael hanya menatap ponsel nya dan berdecak kesal. Gebi yang sudah muak melihat tingkah Nnael pun bertanya "kamu kenapa sih el? cemberut mulu dari tadi?"
"CHAT KU GA DI BALES DARI KEMARIN LOH KAK SAMA MORENO" -Nnael.
Gebi yang mendengar itu kaget "ya, santai aja dong ga usah ngegas"
"ga bisaa kak" -Nnael.
ga lama mereka sampai di rumah, Gebi udah duluan masuk ke dalam menyisakan Nnael yang masih berada didalam mobil sedikit merenung kenapa dia tak memanggil Moreno saja tadi waktu di taman.
"sialan emang!!" lalu dia keluar dari mobil dengan menenteng tas nya.
baru saja dia berbalik dan berjalan selangkah ia melihat seseorang mengendarai motor yang memakai hoodie nya masuk ke halaman rumah Favian. Nnael dengan santai menghampiri orang itu.
lalu dia menarik topi hoodie itu dengan muka tanpa dosa. Aeron yang baru saja membuka helm nya pun ketarik ke belakang.
"balikin ga hoodie ku?" -Nnael.
Aeron yang merasa tercekik pun sedikit menarik hoodie itu juga "iyaa santai dong! ga bisa nafas nih gw".
Nnael menuruti apa yang Aeron katakan, dia pun melepaskan tarikan itu. dia juga kasihan sih lihat muka Aeron yang udah merah gitu. Aeron melepas hoodie itu tapi dia tak langsung mengembalikan pada Nnael.
" sini balikkin cepet aku mau pulang Aeron " -Nnael.
"etss... ada syarat nya!" -Aeron.
Nnael yang sudah geram dengan Aeron dia langsung menendang kaki Aeron dengan keras, disaat Aeron menahan rasa sakit itu Nnael langsung saja mengambil hoodie nya dan pergi dari halaman rumah Favian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sticky Note
Короткий рассказAeron x Nnael ga tau suka aja gitu sama ship ini. kalau mau baca ya silakan, kalau ga mau ya udah sana pergi yang jauh jangan kembali. CERITA NYA LAGI AKU ROMBAK GUYSS!
