Calista berkaca di cermin kamarnya, penampilannya sederhana hanya menggunakan bando warna biru untuk hiasan di kepalanya. Setelah selesai calista menggantungkan camera di lehernya, dan membuka pintu lalu menutup dan menguncinya kembali.
Helaan napas terlihat jelas saat ia keluar gerbang dan melihat azof yg sudah duduk manis di atas motor ninja merahnya, azof tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengajak calista berangkat ke sekolah sepagi ini.
"Buru naik, kesiangan nih!" Omel azof, calista memutar bola mata nya kesal.
"Gilak ! Sepagi ini masih loe bilang kesiangan?" Marah calista.
"Hehe ayo ah, anak2 lain pasti udah stay d sekolah" ungkap azof dan menyalakan mesin motornya.
Jalanan masih sepi, biasaanya calista berangkat kesekolah dng berjalan kaki pukul 07.00 skrng dia menggunakan motor dan masih pukul 06.15 . ini karena azof memaksa, dri pukul 05 pagi azof telah menelfon dan mewanti wanti untuk calista berangkat sepagi ini.
Azof mengerem motornya secara mendadak, membuat calista menjungkal kedepan.
"Aw, azof hati2" kesal calista.
"Hehe sorry, ga sengaja. Turun ah" suruh azof.
"Hah?" Calista terperejat.
"Hah? Hah apa ta, udh sampe loe mau terus duduk di motor gw?" Ucap azof. Calista melihat area sekitar.
"Oh udh nyampe sekolah, bilang dong" ucap calista lalu berusah turun dri motornya.
"bengong aja sih kerjaannya" ledek azof, " kerasukan setan jalan baru tau rasa"
Calista memukul bahu azof pelan. "Apaan sih, loe aja yg kerasukan sana!"
Azof terkekeh dan calista mempercepat langkah kaki nya menuju ruang osis.
Menurut Calista, suasana sekolah sepagi ini harus nya masih sepi. Tapi skrng berbalik dng keadaan sekolah yg mulai ramai. Mengingat lg skrng masih suasana MOPD.
"Cepat push-up km mau ngelawan hah?"
Calista mendengar dng jelas suara bentakan seorang wanita yg ia yakini itu anggota osis. Sebelum calista masuk ke ruang osis dia berbalik arah, dan menghampiri seorang senior yg sedang menghukum adik kelasnya di pinggir lapang.
"Yen- " panggil calista pada teman osis nya yg bernama yeni.
"Masih pagi udah doyan teriak aja nih emak-emak" sindir calista.
"Apaan sih ta, gue lg nghukum anak kelas 1 nih, masa dia lewat depan gue ga bilang salam" ujar yeni melakulan pembelaan.
"Yaelah kirain masalah apa, Bangun de!" Yeni melotot pada calista yg menyuruh anak kelas 1 untuk bangun dri posisi push up nya.
"Sekarang kamu ke kelas yah!" Lanjut calista setelah anak kelas 1 itu bangun.
"Makasih ka, sya permisi" ucap anak kls 1 lalu lari terbirit2 saking ketakutan.
"Yen, sorry . Tapi gue ga tega liat anak kelas 1 sepagi ini di hukum, mending kalau dia udah sarapan, kalau belum kan takutnya dia kenapa2 setelah di suruh push up." Pemohonan maaf calista tak d gubris oleh yeni, yeni memilih pergi ke ruang osis meninggalkan calista yg selalu menghalangi niat nya memberi pelajaran pada adik kelas.
Calista masih berdiri di pinggir lapang, dia tertekun sebentar mengingat kejadian barusan, apa gue so jdi pahlawan yah, tp kan gue ga tega liat anak org di siksa. fyuuh.
"CALISSSSTAAAAAA"
teriakan dri dalam ruang osis berhasil mengagetkan calista, dia menoleh ke arah ruang osis di sana azof mengeluarkan kepala nya lewat jendela.
Calista tertawa sendiri melihat tingkah azof.
"Ta ngapain di situ, cepet sini kita sarapan" perintah azof.
Calista tersenyum lebar saat sudah masuk ke dlm ruang osis, di meja tengah azof sdng asik dng kotak bekal yg calista yakini isi nya roti bakar buatan mamah nya azof, calista sangat suka roti buatan mamah azof.
"Bagi dong" ucap calista setelah duduk berhadapan dng azof.
"Nih tadi nyokap gue buatin banyak, kan gue suruh"
Calista tersenyum, azof pasti sengaja membawa bekal banyak karena tau calista blm sarapan kalau berangkat sepagi tadi.
Calista menghabiskan satu helai roti yg sudah berbalut dng selai strawberry.
"Ta, anak didik gue kan cewe2 tuh, kaya nya anak centil2 gitu masa mereka kemarin minta no handphone gue, terus ada yg nanyain alamat fb, twitter, instagram, dan ada yg nanyain alamat rumah, gilak yah ta"
Sungut azof, calista hanya tersenyum tipis mendengarkan nya, lalu dia jg mengingat kejadian kemarin saat berada di kelas anak didiknya.
Azof kembali menikmati enak nya roti bakar buatan ibu nya sendiri,
