Part 25

12 2 0
                                        

Cahaya matahari pagi menembus masuk dari jendela-jendela gudang besar itu. Suara burung terdengar, dan suasana terasa jauh lebih tenang. Anak-anak Valkrie mulai terbangun satu per satu. Luka-luka mereka masih terasa, tapi ada yang berbeda: tidak ada tekanan… hanya semangat baru.

“Hmm… rasanya kayak habis tidur seminggu." Ucap Kim

“Gak nyangka kita semua masih hidup dan bareng…” Ucap Vio

Andry bangun, rambut acak-acakan, masih pakai jaket robek-robek, lalu menatap sekitar…

“Bangun semua! Hari baru, semangat baru! Yang kemarin udah jadi sejarah!” Ucap Andry

“Serius, nih? Gue masih pegel semua nih…” Ucap Gita

“Katanya mau latihan bareng pagi-pagi…” Ucap Oniel

“Sss! Gak usah diinget!” Ucap Shela

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka perlahan. Arya melangkah masuk—masih sedikit pincang tapi dengan wajah yang segar dan tegas. Semua menoleh. Gendis menyusul di belakangnya, menggandeng tangan Arya.

“pagi bos .” Ucap Rakha

“Pagi. Semangat kalian udah balik belum?” Ucap Arya

“Belum seratus persen… tapi cukup buat nendang nasib buruk jauh-jauh.” Ucap Shela

“Mulai hari ini… kita gak akan lagi hidup dengan dendam. Kita tetap Valkrie. Tapi Valkrie bukan sekadar geng. Valkrie adalah keluarga." Ucap Arya

Semua hening. Lalu terdengar suara langkah kecil. Lulu masuk sambil membawa peta dan beberapa catatan. Ucap Lulu

“Maksud lo? Valkrie jadi pahlawan gitu?” Ucap Katharina

“Atau… jadi legenda yang gak dilupakan." Ucap Flora

“Jalan kita belum berakhir. Tapi sekarang, kita sendiri yang pilih jalannya.” Ucap Gendis

Setelah semua sarapan bareng dan ngobrol santai, Arya duduk di meja besar sambil membuka hp nya dan bermain hp bersama yang lain

“Gue udah cukup lama mikir… Kita udah cukup dikenal sebagai geng motor. Tapi sekarang, kita punya kesempatan buat bikin sesuatu yang lebih besar. Kita ubah semuanya.” Ucap Arya

“Maksud lo? Ubah jadi komunitas?” Ucap Rakha

“Komunitas dengan pengaruh. Tempat anak-anak jalanan bisa tumbuh. Bukan berantem, tapi belajar. Kita buka markas ini buat mereka.” Ucap  Gendis

“Tempat yang dulu jadi tempat konflik… sekarang jadi tempat perlindungan. Gokil sih.” Ucap Michael

“Kita bisa mulai dari sini… lingkungan kita dulu. Kita bantu bersihin jalanan, bantu warga. Tapi nama Valkrie tetap berdiri.” Ucap Shela

“Kita tetap di sini? Tetep motoran?” Ucap Kim

“Setuju banget! Gue masih pengen touring bareng kalian. Tapi kali ini, bawa bendera damai.” Ucap Andry

Tapi sekarang bukan buat nakut-nakutin… tapi buat dikenang.” Ucap Vio

“Setuju banget! Gue masih pengen touring bareng kalian. Tapi kali ini, bawa bendera damai.” Ucap Gita

“apa kita mulai era baru Valkrie. Tanpa kekerasan, tanpa dendam. Kita bantu orang, kita jaga satu sama lain. Dan kita tetap jadi keluarga.” Ucap Arya

Semua anggota Valkrie mengangguk. Mereka tahu ini bukan akhir, tapi babak baru. Jalan yang berbeda—lebih berat, tapi juga lebih berarti.

MALAM HARI — DI DEPAN MARKAS, SEMUA SEDANG SANTAI DAN BERBAGI CERITA

Valkrie S2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang