“Akhirnya lo datang juga, Arya.
Tapi lo tahu? Semua ini...
Semua kehancuran yang lo lihat sekarang... itu karena lo.”
“Teman-teman lo — mereka menderita selama lo tidur. Lo gak ada. Lo hilang.
Dan sekarang, lo berdiri di sini, seolah lo pahlawan?” Ucap Kevin
“Michael, hampir mati demi lo.
Gendis, lo bikin dia nangis tiap malam.
Rakha… nyaris gila, nyariin lo di setiap sudut kota.
Andry, Kim, Vio… mereka semua…
…masih percaya sama lo. Tapi buat apa........
“Lo ketua yang gagal.
Gak layak dipanggil pemimpin.
Lo tahu kenapa?
Karena lo bukan pelindung mereka, Arya.
Lo cuma alasan kenapa mereka terluka.” Ucap Kevin
Gendis yang melihat itu panik, berteriak dari kejauhan.
“Arya! Jangan dengerin dia! Jangan biarkan dia…!”
“Dan lo Gendis...
Lo bukan kekuatan dia.
Lo cuma alat.
Boneka yang dia peluk biar bisa tidur nyenyak.”
“Sampah yang dia selamatkan dari rasa bersalahnya sendiri.” Ucap Kevin
Selesai......
Apa....
BUGHHHH!!! Tinju Arya menghantam dada Kevin, membuat tubuh Kevin terdorong jauh ke belakang dan menghantam tumpukan kontainer
“DAN KAU, GENDIS!!
WANITA LEMAH!
SIALAN MANA YANG NGIRA DIRINYA PANTAS BUAT PEMIMPIN KAYAK ARYA?!”
“Lo CUMA beban, Gendis!
Lo pikir Arya jadi sekuat ini karena lo?
NGGAK! Dia hampir MATI karena lo!”
“Lo gak pantas berada di sisinya.
Lo cuma ilusi dari kelemahannya.....
“Aku tahu siapa aku.
Aku tahu semua luka yang pernah aku beri ke Arya…
Tapi dia juga tahu, aku gak akan pernah ninggalin dia.”
“Dan kalau lo pikir lo bisa pecahan kami cuma dengan kata-kata kotor lo,
…berarti lo lebih lemah dari yang pernah kami kira.” Ucap Gendis
“Coba lihat! Lihat dia, Gendis!!
Kenapa lo tetap di sisinya?!
Dia bukan pahlawan!
Dia MONSTER yang lo pelihara!!”
“Ayo, Arya! KELUARKAN DARK IMPULSE LO!!
HANCURKAN AKU! Tunjukkan Ke kalian KALIAN SEBENERNYA!!” Ucap Kevin
“Dulu, suara kayak lo bisa buat gue hilang kendali.”
“Tapi sekarang… gue gak hidup buat bales dendam.”
“Gue hidup buat lindungi dia.” (menatap Gendis)
“…dan semua orang yang percaya sama gue.” Ucap Arya
Kevin terdiam sesaat. Senyumnya perlahan menghilang.
Tapi sebelum bisa membalas, suara langkah kaki terdengar dari belakang Arya—pasukan Valkrie satu per satu maju, membentuk formasi penuh.
Arya terus menyerang Kevin tapi semua serangannya bisa di tahan
Arya melompat dengan tendangan memutar penuh tenaga. Tapi Kevin—sekali lagi—menangkapnya dan membantingnya ke tanah. Suara tubuh Arya membentur lantai terdengar keras. Semua orang menahan napas.
Tubuh Arya tergeletak. Dia tak bangkit langsung. Nafasnya terengah. Tapi tangannya tetap mengepal.
Mana Arya yang diagungkan orang orang!!!!!! Mana!!!!! Ucap Kevin
“Selama dia di sini…
Gue gak akan pernah jatuh Ucap Arya yang melihat ke arah Gendis
Ia kembali bangkit setelah batuk darah nya dan kembali menyerang Kevin tapi hasilnya tetap sama serangannya tetap di tahan dan membuat gendis khawatir
Arya terbatuk keras. Darah segar menyembur dari bibirnya, membasahi dagunya dan menetes ke tanah. Tangannya menopang tubuh yang hampir jatuh. Napasnya sudah tak beraturan. Tapi…
Ia kembali berdiri
“Lo keras kepala, Arya.
Tapi keras kepala gak cukup buat lo menang.” Ucap Kevin
KAMU SEDANG MEMBACA
Valkrie S2
AcciónSetelah arya dan teman temannya yang sebelum nya mereka yang awalnya adalah lawan sekarang menjadi kawan dan mereka harus bersiap untuk lawan selanjutnya karna nampaknya Valhalla bukan lah ancaman terbesar mereka ,kita saksikan sendiri Cuman fiksi...
