Atraksi ajaib

81 17 35
                                    

Aku berjalan di atara beberapa kursi dan meja yang telah tersusun rapi. Puluhan kursi sudah terisi penuh oleh siswa-siswi yang kelaparan. Aku terus berjalan kedepan, ke sumber suara yang sempat memanggil namaku. Tepat di depan mejanya, dia hanya tersenyum sipu sat melihat kedatanganku.

"Zir tolong buangin sampah ini ke sana", ucap ines. Dia mengarahkan jari telunjuknya yang ukurannya sama dengan jari jempol kaki maknya sendiri.

Aku hanya diam melihat cewe aneh itu. tampak celas dari gerak geriknya dia salah tingkah dengan keberadanku saat ini.

"nggak usah, zir. Biar kami berdua yang membuang sampahnya!" ucap ke duanya dengan kompak.

"Awas aja ya lo, nes. Lain kali lo gituin Zira sang my prince ganteng, gue gantung ketek lo di tiang bendera!" ucap putri.

Aku tak menyadari keberadaan putri dan thasha saat itu, tapi terma kasih udah mau buangin sampah. Bukan itu saja, sekarang keduanya malah berebutan sampah dan saling tarik menarik. Alhasil keduanya tersungkur di ubin putih yang mulai memudar lantaran sudah lama. Thasha masuk kedalam surganya para sampah menjijikan, sedangkan Putri kepalanya nyunsep dalam tempat pembuangan kuah bakso sisa. Mungkin saat ini mulut keduanya telah di penuhi berbagai macam sampah dan kuah beracun.

aku hanya melongos pergi mejauh dari tempat itu bagaimanapun sungguh tak bermafaat kalau aku berlama-lama di sana. Semua orang sibuk melihat pertujukan maha dahsyat yang pertunjukkan oleh keduanya. Tapi ada suatu hal yang membuat langkah kaki terhenti sejenak.

Pio malah mendekati putri yang di lumuri kuah beracun, kemudian menjilatinya sedikit demi sedikit. Sontak semua orang yang berada dalam kantin terdiam dan terpesona melihat tingkahnya. Para siswi yang narsis juga memanfaatkan kesempatan ini untuk selfie dengan background pertujukan ajaib yang di lakukan oleh ketiga siswi.

"Pio, cepat menjauh dari Gue, please", ucap putri. Putri mendorong tubuh Pio hingga dia harus mendarat di lantai dengan posisi mencium ubin.

Kedua bersaudara itu pergi menjauh lantaran malu dengan atraksinya yang super duper dahsyat. semua tawa yang memecahkan langit kantin kini berubah jadi senyap dan sepi, hanya tersisa gosip-gosip murahan yang di perbincangkan para gadis sok populeh di sekolahan.


OURWhere stories live. Discover now