Seperti yang zewi bilang bahwa meskipun akan lambat-lambat tapi TEMPORARY masih akan berlanjut semoga bisa sampai tamat jadi mohon bersabar Zwin, zewi usahakan kisah Alcace dan Bluelave selesai sampai happ-- ehh sad-- ehhh cliffhanger? Maybe...hhh tau deh
Nanti di the end baru kita sama-sama tahu
zewi juga masih mikir enaknya ini dashboard satu di selesaikan dengan cara apa?
Bingung
But anyway... selamat membaca
____~~~____
Jika dulu saya memilih tidak melihatmu, sekarang harusnya saya bisa tersenyum menatap diri sendiri
____~~~____
Setelah lama sunyi mengikat mereka karena perkataan Blue, akhirnya Alcace mengangguk, dia tahu apa maksud dari semua sikap gadis tersebut, dia yang harusnya paham bahwa hanya sebegitu nilai dirinya di mata Blue selama ini.
"Saya tahu kamu memiliki jalan hidupmu sendiri, kamu punya pendirian yang tidak bisa di lewati, kamu memintaku untuk menghargai batasan-batasan yang kamu bangun di dalam hubungan kita, karena itulah saya tidak pernah bertanya sebenarnya apa yang terjadi 5 tahun lalu."
Tak ada satupun yang berani mencoba menenangkan pria tersebut. Erbi sendiri berjalan ke tengah taman memilih memandangi hamparan rumput dan membelakangi semua orang itu. Sedang Fiona dia masih di tempat dengan tangan saling bertaut merasa was-was pada kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Wasa sendiri tidak henti-hentinya memijat kepala menjatuhkan dirinya ke kursi besi taman tersebut--tidak jauh dari tempat Alcace berdiri. Sama seperti Fiona dia tetap waspada, dia tidak bisa membiarkan ada kejadian kekerasan lagi apalagi di depan anak-anak Kyelsa.
Alcace tertawa, dia sungguh tertawa namun suara tawanya begitu sumbang sarat akan kepedihan, air matanya menetes, tubuhnya sampai terkungkung menertawakan dirinya sendiri, merasa sangat konyol sekarang.
Ternyata dia benar-benar orang terbodoh yang berada dalam permainan yang di buat seorang Bluelave. Dia berpaling kepada gadis itu.
"Perkataanmu di sungai Riga kemarin pastinya tentang ini semua, kematian ibumu, rasa sayangmu pada Kyelsa, kematian palsu yang kamu buat untuk mereka, tentang kamu tidak apa-apa di siksa 5 tahun ini hanya untuk memberikan adik angkatmu ini kehidupan yang nyaman dan aman." Alcace lagi-lagi mengusap wajahnya namun gurat merah di matanya berkali-kali lipat membuatnya terlihat mengerikan, kemarahan Alcace sungguh membuat raut wajah pria itu berubah menakutkan.
"Tapi Blue, sama seperti aturan bodohmu itu, harusnya kamu juga tahu ada hal yang tidak boleh kamu lakukan, karena ini sangat keterlaluan."
Dengan langkah pelan Alcace mendekati Algyas dan kakaknya itu dengan sigap menarik Kyelsa dan anak-anaknya berlindung di balik tubuhnya.
Alcace mendengus sinis, dia tidak bisa membohongi diri betapa merindukan kakaknya itu tapi semuanya tidak penting lagi dia membenci pria ini, membencinya atas semua kehancuran hatinya yang terjadi 5 tahun ini.
"Kamu tidak tahu kerusakan yang kamu buat sebesar apa. Persetan dengan cinta yang kamu miliki pada wanita ini." Alcace menuding Kyelsa tanpa perduli raut ketakutan di wajahnya.
"Alcace! Jangan keterlaluan!" Geram Algyas sambil menepis telunjuk adiknya.
"Setahun, setahun lamanya keluarga kita berjuang untuk kesembuhan Mama, kesehatannya terganggu karena kehilangan dirimu. Dan hanya setahun, saya hanya punya setahun tersisa akrab berhubungan dengan keluarga kita. Mereka membenci Blue karena tuduhan perselingkuhan kalian, dia juga harus di salahkan atas kematianmu. Demi bisa bersama perempuan yang sangat saya cintai, saya merelakan hubungan dengan orang tuaku, tanpa tahu semua ini karena kakakku sendiri begitu pengecut."
KAMU SEDANG MEMBACA
Temporary
Fiksi PenggemarSelamat datang di penderitaan... Basic of the dark love メメBlulave Yapoland : Mereka menyebut saya jalang. Karena telah berselingkuh dengan suami dari kakak saya sendiri. Mereka menyebut saya egois. Karena menginjak perasaan seseorang yang tulus menc...
