Chapter 35

92 12 1
                                        

Lagi mood aja untuk up sebanyak ini

Tahu deh setelah up-up seperti ini kira-kira idenya akan hilang berapa lama lagi? (⁠・ั⁠ω⁠・ั⁠)

Selamat membaca...

____~~~~____
Tidak ada yang lebih berantakan daripada hubungan romantis bersamamu
____~~~~____


Tubuhnya membeku dan hatinya remuk mendengar kata-kata yang di ucapkannya hingga angin Latvia terasa menusuk di kulitnya.

Deru napas keduanya bertengkar di antara kesunyian dan tatapan yang saling beradu dalam kemarahan. Atau tidak, hanya dia, hanya pria ini yang diliputi oleh rasa marah dan juga...

Kebencian.

Tapi mungkinkah semua ini nyata? Bertahun-tahun mengenalnya tidak mungkin sekarang dia menjadi sangat membenci.

"Jangan bilang begitu, saya melakukannya karena terpaksa, jangan katakan hal seperti itu. Saya minta maaf dan tahu saya sudah melukai kamu tapi bisakah kamu memaafkanku?" Blue mendekat padanya lalu menaruh tangannya di dada pria itu tapi Alcace berpaling tidak ingin menanggapi.

"Berulang kali Alcace, saya sebenarnya ingin lari bersamamu tapi kamu berada di antara saya dan keluargamu, hatimu begitu baik. Kamu tidak bisa melukai satu sisi untuk mempertahankan sisi yang lainnya dan saya tidak akan mau membuatmu pergi juga dari mereka. Itulah mengapa saya hanya bisa berbohong dengan terus menolakmu."

"Dan 4 tahun, selama itu kamu memperlakukan saya seperti orang bodoh yang tidak berguna." Napas pria itu tercekat di antara kalimatnya sendiri. "Bolak-balik saya menghibur perasaanmu dan keluargaku tapi kesulitan seperti itu tidak berarti apapun selama bisa hidup denganmu." Alcace tersenyum sinis.

"Jika tahu yang saya perjuangkan hanya seseorang yang begitu tak berperasaan sepertimu mungkin saya tidak akan merasa begitu bersalah pada diriku." Ujarnya sambil melepaskan diri dari jangkauan gadis tersebut.

"Tidak mungkin kamu meragukan itu, saya bahkan memaafkan kamu dan mempercayaimu lagi meskipun semua bukti 5 tahun terarah padamu tentang perselingkuhan itu. Saya mencoba yakin bahwa tidak mungkin kamu tega berbuat seperti itu, bahwa Algyas dan Kyelsa kecelakaan karena keadaan yang tidak bisa di hindari. Saya menutup telinga pada semua sesumbar bahwa kamu penyebab kepergian mereka. Kamu bisa menilai sendiri, di banding kejahatanmu ini bukankah lebih mudah menerima kenyataan seperti 5 tahun lalu?"

Kedua tangan Blue tertangkup di wajah menutupi air mata, tubuhnya sampai terguncang hebat karena tangisannya sendiri.

"Saya tidak bisa kehilangan kamu juga. Saya bohong tentang semua itu," Blue sekali lagi menatap, mencoba meraih sisi wajah pria tersebut tapi penolakan keras kembali terjadi, Alcace menghindar, melangkah mundur darinya.

"Saya tidak akan pernah sanggup kamu pergi dari hidupku, kamu tidak tahu betapa senangnya saya ketika kamu tetap kembali meskipun saya mendorongmu pergi. Saat Papa mengurungku 5 tahun lalu untuk merawat Terra satu-satunya yang saya takutkan adalah tak bisa bertemu denganmu tapi kamu sendiri pergi dalam perjalanan itu. Setahun lamanya kamu tidak menghubungi saya. Meskipun mencoba untuk merelakanmu tapi kenyataannya saya malah berakhir diam-diam mencari tahu kabar darimu. Sedangkan kamu hanya menghubungi keluargamu dan tidak pernah mengirim kabar padaku."

Alcace akhirnya mau menatap gadis tersebut, raut tidak percayanya begitu kentara mendengar keberanian Blue menyudutkannya, bibirnya bergetar dan giginya sampai bergemeretak.

"Ah jadi itu semua salahku?" Alcace bertepuk tangan, dia berdecak kagum, "rasa egoismu benar-benar tidak tertolong, kenapa saya bisa mencintai gadis seperti dirimu? Kamu tidak pantas menerima perasaan itu, saya jadi begitu membenci diriku sendiri karena kembali padamu 4 tahun lalu."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

TemporaryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang