lavegas 🚫

362 11 3
                                        

Setelah menemukan Arival atau bisa dibilang setelah Dafa tau Arival dimana, Dafa membujuk Delvin untuk membawanya ke markas inti lavegas. Dengan beribu cara Dafa membujuk Delvin tapi hasilnya nihil Delvin tidak ingin mengantarkannya dengan alasan lumayan jauh dan berbahaya.

Dafa tidak bisa langsung luluh dia masih mencoba membujuk Delvin apapun caranya dia harus bertemu dengan Arival, dia ingin memarahi Arival karna sudah berani beraninya membuatnya panik dan khawatir sedangkan orang yang di khawatirkannya enak enak makan mangga kan sialan emang.

"Pokoknya lo harus bawa gw ke markas inti lavegas gue kaga mau tau" Dafa sudah kesal

"Kaga bisa itu terlalu berbahaya buat lo daf, nurut dikit Napa sih" Delvin jengah melihat kelakuan Dafa, sialnya dia temen ya lagi klau bukan udh Delvin buang ke sungai amazon tuh.

"Udah bawa aja kali Vin biar tuh anak ga tantrum, daripada tantrum kita yang repot kan. Lagian gue juga penasaran sama markas inti lavegas" ucap Justin menimpali ucapan Dafa.

"Tuh bener kata Justin Lo mau gue tantrum disini, kan pastinya kaga jadi mending bawa gue kesana sebelum gue acak acak nih apartemen" ucap Dafa btw Dirga udh pergi pulang ya soalnya ada urusan keluarga katanya.

"ck yaudah ayo lo sih tin" Delvin lama lama bisa cepat tua kalau mengurus dua bocah sialan ini untungnya dia sayang teman kalau engga udh di jadiin tumbal dah.

"Hehehe ya maaf sih,  gw juga penasaran sama markas inti lavegas." Justin dan Dafa sudah semangat empat lima karna akhirnya Delvin ingin mengajaknya ke markas inti lavegas.

"Gw ganti baju dulu bentar kalian juga ganti baju kek masih pake seragam sekolah begitu" ucap Dafa karna memang benar mereka masih menggunakan seragam sekolah dan belum menggantinya.

"Gw ada baju disini" ucap Delvin

"Lah terus gw gimana mana pernah gw nginep apartemen si ival" Justin

"Tenang aja gw disini banyak baju dan celana juga lo bisa pake punya gw maupun punya Arival tuh bocah ga akan marah juga" Delvin

"Oke lah sip" Justin

skip ganti baju

Meraka sudah siap dan akan pergi menuju markas levegas, Dafa di bonceng Delvin sedangkan Justin sendiri dia juga sudah meminta izin kepada El

"Yaudah ayo berangkat sekarang" ucap Dafa sedangkan Delvin dan Justin hanya mengiyakan saja, motor mereka pun melaju menuju markas inti lavegas.

Disepanjang perjalanan hanya ada keheningan Dafa yang merasakan jantungnya berdetak kencang karna tidak sabar ingin melihat markas inti lavegas yang biasanya Dafa dengar dari orang orang saja karna sebelumnya ia tidak dekat dengan Arival sekarang ia baru dekat.

Perjalanan lumayan jauh memakan waktu sekitar satu jam lebih untuk sampai, disepanjang perjalanan hanya ada pepohonan yang menjulang tinggi dan jalanan yang lumayan sepi membuat bulu kuduk berdiri jika melewati jalan ini sendirian

Setelah menempuh satu jam perjalanan Dafa bisa melihat bangunan tinggi yang sangat menyeramkan jika dilihat dari luar, seperti rumah rumah modern pada umumnya hanya saja di sebagian dinding terdapat lumut disekitarnya seperti rumah yang tidak pernah dihuni sangat lama, kebayangkan smaa kalian klau engga bayangin aja dulu weh

Delvin membunyikan klakson motor dan gerbang pun dibuka, diparkiran Dafa dapat melihat dengan jelas banyaknya motor yang berjejeran disana ada 4 mobil sport juga, sepertinya didalam sedang banyak orang. Delvin memarkirkan motornya begitu juga dengan Justin. Delvin membuka helm full face ya

"Udah sampai cepet turun" ucap Delvin

"Bisa sabar ga sih ini juga mau turun kali huh" Dafa turun dari motor Delvin tidak lupa membuka helm full face ya, ia kagum dengan markas inti lavegas terlihat sangat bagus dan menyeramkan

ARIVAL -BL [MPREG] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang