16

36 1 0
                                        

bel pulang berbunyi tapi mereka tidak bisa langsung pulang karena hujan yang begitu deras dan disertai petir diluar. mungkin mereka harus menunggu hujan reda atau petir sedikit menghilang.

"astaga gua laper banget, kenapa harus hujan coba gua tuh pengen makan terus tidur" ujar yoon sedikit meninggikan suaranya

"jadwal tidur gua jadi berkurang deh" sahut lia yang menidurkan wajahnya dimeja

anak laki laki yang mendengar itu sangat malas mereka sudah menduga bahwa perempuan dikelas pasti akan seperti itu, "tae login yu ah" ajak yangyang pada taehyun

"gas yang"

ting

daehwi: nanti malem kalau hujan reda gua bakal kerumah lu som

setelah membaca pesan itu somi terdiam masih mencerna apa yang barusan sahabatnya itu katakan bukannya dia masih diluar negri saat ini? atau?

daehwi: dih diread doang sombong lu, gua udah pulang kemarin malem. lumayan lah liburan wkwkw gua juga kangen sama lu hehe

"AKHHHHHHH"

"somi lu kenapa" panik kelima sahabat nya

dia juga berhasil mengambil alih atensi kelas. "yeuu somay ngagetin aja si lu, suara lu lebih gede tuh dari suara petirnya" ujar renjun yang langsung mendapat cubitan dari jaemin

"eh maaf semuanya, gua lagi seneng banget sorry ya hehe"

haechan, sunwoo dan soobin menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan. mungkin penasaran atau mungkin juga cemburu

"guys hujannya udah agak reda tuh kalian mau pada pulang ngga, kelas lain udah pada sepi" ujar lia menyadarkan semuanya

"perasaan tadi gede keneh"

"heeh"

"karina pulang sama aku yu, hujannya mau gede lagi daripada kamu kebasahan dijalan" ajak jeno diangguki karina

"win pulang bareng yu" ujar taehyun dan jisung secara bersamaan

"ayo" itu suara jaemin yang menjawab karena winter masih diam bingung menatap kedua orang itu

"gua dijemput mamah gua sorry ya tae, sung mamah gua baru chat"

hyunjin datang menggemgam tangan yeji langsung berjalan keluar kelas tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, "renjun kata abang lo gue bareng"

"ogah" sahut renjun

"gua telfon guanlin ya lu" ancam eunbin

"iya ih berisik"

jangan tanya somi pulang sama siapa ketiga pria menghampiri nya untuk menawarkan pulang bersama. heyy gimana kalian bingung ngga kalau diposisi somi? kalau author si pingsan ya

"gu-e, gue pulang bareng-  astaga gua harus jawab siapa gua mau banget sama haechan sebenernya pulang berdua hujan hujanan itu beneran hal yang paling gua impikan tapi gimana sunwoo dan soobin mereka udah baik banget gua bingung nolaknya"

"haechan aja som, jangan bohongin diri lu sendiri dengan cara ini mungkin mereka ngga berharap lagi sama lu" bisik winter

"gua- gua sama haechan..... maaf woo maaf juga bin" jawab somi menunduk

"its okay som hati hati dijalan ya, kalau gitu gua pulang dulu sampai jumpa besok" ujar soobin membuat somi sedikit tenang

namun sunwoo? dia pergi begitu saja setelah mendengar itu

semuanya sudah pulang tapi winter masih berusaha memesan taksi online untuk pulang, tadi dia berbohong ingin dijempuat mamahnya supaya taehyun dan jisung tidak bertengkar seperti kejadian somi

dia tidak mau kedua sahabat itu harus hancur demi memperebutkan dirinya. winter yang sedang berdiri sambil mencoba memesan lewat handphonenya menoleh pada motor yang berhenti tepat didepannya

"gua tau lu bohong soal tadi, setelah nganterin minju gua balik lagi jemput lu. ini hujan dan udah sore banget gamungkin ada taksi sekitar sini yang mau. ayo naik sebelum hujannya makin besar"





























































"aku seneng bisa berdua sama kamu lagi sell, jika habis ini kita ketauan maka biar aku aja yang pergi jangan kamu. kamu tetap disini dengan teman teman kamu

aku seneng setiap ngeliat kamu sama mereka, rasanya sudah sejauh ini aku ngeliat kamu berkembang. sekarang tuhan ngabulin semua doa doa aku sell, aku bisa disini duduk diatas motor dibawah hujan berdua sama aku.

aku selalu berharap kalau momen ini bakal terus selamanya, tenang aja sell aku pasti bisa ko setara dengan kamu supaya ayah ngerestuinn hubungan kita ini. aku sedang memperbaiki nilai supaya bisa masuk univesitas tinggi sama kaya kamu

dulu kelas 10 aku bisa meraih rangking 1 dan juara 2 seangkatan. aku gatau kalau juara 1 nya itu kamu, pasti ayah kamu bangga banget kan." secara gasadar jihoon menteskan air matanya

giselle mengeratkan pelukannya "makasih kamu selalu ada buat aku dan makasih juga kamu mau berjuang demi aku. aku akan coba yakinin ayah sekali lagi"

hari ini adalah hari yang paling indah bagi mereka berdua karena tidak ada satupun bodyguard ayahnya giselle yang mengikuti mereka

"yah biar aku aja yang jemput giselle" ujar mark pada ayahnya

"untuk apa? bukankah kita sudah punya supir dan bodyguard khusus buat giselle?"

"yah plis mark cuma mau jemput adik mark sendiri mark kangen momen kita dulu"

"yasudah"

saat mark sampai disekolahan mark melihat giselle yang sedang memakai jaket dan helm milik jihoon diparkiran. "lu beruntung dek kali ini gua yang jemput lu, gua gabisa bayangin kalau ayah tau semua ini"





































bersambung

gimanaa nih kelanjutannya???

semoga kalian suka ya, jangan lupa vote dan komenn hehee

Tentang KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang