karina duduk didepan rumahnya memandangi jalanan yang sedikit ramai orang melintas. melihat ke kanan dan kiri membuat nya seperti orang yang tidak punya tujuan untuk hidup.
"setelah lulus nanti gua gimana ya... kalau mereka pergi ninggalin seoul gua sama siapa disini sedangkan gua cuma punya mereka sekarang" gumamnya pelan
tanpa sadar karina menangis pelan "ayah ibu rina kangen.. kalian ngga pernah cari rina lagi setelah pertemuan itu disini rina kerja keras supaya bisa hidup"
air dari langit turun sedikit demi sedikit membuat orang orang tampak berlarian untuk berteduh, namun berbeda dengan karina yang langsung berlari kehalaman rumahnya untuk menikmati air hujan.
"kalau orang lain pergi ninggalin aku apa mereka akan meresa kehilangan setelah aku meninggalkan mereka, aku cape" ujar karina menangis dibawah rintiknya air hujan yang cukup deras
dia terduduk lusuh dihalaman rumahnya sambil menunduk sampai tidak sadar kalau jeno telah ada dibelakangnya. "masuk nanti kamu sakit" ujar jeno memegang pundak karina
"biarin aku gini dulu jen"
"kamu boleh cape, boleh ngeluh tapi jangan sekalipun ada niat buat ngilangin nyawa kamu disini ada aku dan teman teman kamu. aku selalu disini kalau kamu butuh apa apa" ujar jeno memeluk
mereka berdua berpelukan "makasih jeno,, tolong jangan tinggalin aku. aku cuma punya kamu"
"aku gabakal ninggalin kamu sampai kapanpun ayo masuk aku udah bawain makanan masakan mamah"
disisi lain ada yeji yang hidup dikeluarga cemara ayahnya yang bekerja dan ibunya menjaga anak anak dirumah. rumah mereka selalu rukun tanpa ada nya perkelahian tentang apapun
"ka keluar yu ada hyunjin datang tuh" ujar ibu yeji
yeji sangat senang hyunjin saat ini mulai perhatian dengannya meskipun mereka tetap backstreet. "hai aku bawain makanan kesukaan kamu nih buru cobain mumpung masih anget" ujar hyunjin dengan penuh semangat
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❤️ @yejianarhm_
komentar....
@jenno_ gua ngga kaget si lihat nya, mereka itu keliatan orang backstreet dari kelas 11
@krnmedista_ hah? aku ngga nyangka loh ji
@anrwinter_ pj nya jangan lupa besok
@somiazrlia_ hmm kayanya gua doang nih yang single -@nthjmn_ tenang ada aku ko my mine -@somiazrlia_ lu lagi lu lagi anjir
@haechnn_ keren bro
@gisellaayu_ wah selamat ya ji
15komentar lainnya....
melihat postingan hyunjin justru membuat yeji terkejut sekaligus takut bukankah dlu dia yang minta untuk backstreet sampai waktu yang tepat. "maaf ya jujur dulu aku minta kamu backstreet dari teman teman karena aku takut kamu malu
pas awal masuk aku sempat suka somi dari situ aku takut orang orang ngira kamu pelampiasan aku, padahal aku cinta kamu sejak dulu" ujar hyunjin memegang tangan kekasihnya.
soobin mengajak eunbin bertemu disebuah caffe yang cukup jauh. awalnya eunbin menolak karena lokasi caffe yang terlalu jauh dan dia juga berfikir sudah punya sunwoo
namun akhirnya ia menerima tawaran tersebut. disana sudah ada soobin yang duduk dengan tenang ditemani dengan matcha latte dihadapannya. "ada apa?" ujar eunbin
"disini gua cuman mau lurusin masalah kemarin bin, jujur ngeliat kalian sekarang gua ngerasa bersalah. gua harap setelah ini lu bisa baikan dengan yang lain" ujar soobin membuat eunbin menatapnya dengan serius
"apa?"
"gua tau setelah dari uks lu ngeliat gua bicara dengan somi kan? tapi yang lu dengar itu cuma setengah. bin didepan gua somi masih buat nama lu naik
disitu somi sama sekali gada ngejelekkin lu sedikitpun. tapi lu tau kan perasaan ngga bisa dipaksain?"
"jadi selama ini gua salah..."
"gua harap setelah ini kalian bisa lebih membaik ya dan maaf karena gua kalian jadi hancur"
.
giselle sedang menunggu jemputan mark sepulang dari tempat lessnya. sudah hampir satu jam namun mark tidak kunjung datang
ini sudah malam apalagi sedang hujan taxi dan bus juga sudah tidak ada. sebuah motor berwarna merah maroon berhenti dihadapannya
sungguh kali ini giselle berharap ini mark atau bodyguard ayahnya karena sudah malam, harapanya salah saat seseorang itu membuka helm yang ia kenakan
"jihoon"
"kamu ngapain masih disini? ini udah malam" ujar jihoon
"bang mark belum ngejemput"
"mark? oh pacar kamu itu ya, udah kamu telfon belum" raut wajah jihoon berubah saat giselle menyebut nama mark dihadapannya
"udah aku telfon dari tadi tapi gaada jawaban, ngomong ngomong mark itu kaka kandung aku" ujar giselle sedikit ragu
jihoon terdiam mendengar itu dugaannya salah selama ini "ayo aku antar kamu pulang"
"kamu gatakut ayah aku?"
jihoon kembali memperlihatkan senyumannya mendengar kalimat itu "aku pernah bilang sama kamu, aku bakal balik sama kamu kalau kita udah setara kan? sekarang kita hanya sekedar teman dan juga ini sudah malam kamu mau sampai kapan disini?"
giselle menganggukkan kepalanya lalu menaiki motor milik jihoon. sepanjang jalan mereka hanya diam
"disini aja ya nanti ayah kamu marah,,, sell maaf aku ditemani wanita lain saat prosesku sekarang tapi cinta aku buat kamu ngga pernah berubah sedikitpun
aku memang jahat tapi aku bakal nemuin kamu lagi kalau kita udah setara kamu mau kan nunggu aku?" setelh jihoon berbicara seperti itu giselle tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Somi berbaring dikasur kamarnya sedang memikirkan ucapan ayahnya ditelfon tadi sore, ayah menyuruhnya pergi ke amsterdam besok dan melanjutkan pendidikannya disana
"hallo anak ayah yang cantik nenek kamu meninggal nak kamu mau kesini melihat nenek? tapi kalau kamu kesini harus selamanya disini ya dan pindah sekolah
kakek, ayah sama ibu kangen banget sama kamu pikirin baik baik ya malam ini jika kamu mau datang segera chat ibu agar kamu bisa melihat pemakamaan nenek"
"maafin aku ya teman teman aku pergi tanpa bilang apa apa sama kalian, pasti bakal kangen banget deh sama kalian aku pamit terimakasih sudah menjadi teman baik aku"
somi langsung kebandara malam ini dengan tiket yang sudah dipesankan oleh ayahnya dan ibunya sudah mengatur tentang pendidikan nya
somi pergi dan tinggal diamsterdam untuk selamanya tanpa memberitahu siapapun yang ada diseoul.