Jalan yang kau pilih berliku, mendaki dan penuh duri
Kemana kau pergi aku ikut tanpa keluh kesah
Walau terkadang kakiku perih tertusuk duri
Karena kau masih menggenggam tanganku
Jalan yang kau pilih
Terkadang penuh bebatuan tajam dan licin
Kau memintaku tetap bertahan menuju taman impian
Aku terus berjalan karena kau masih menggenggam tanganku
Kini saat kau memintaku berjalan di jalan yang sama
Berliku, mendaki penuh bebatuan tajam dan licin
Penuh duri yang menusuk tajam
Bagaimana aku bisa tetap bertahan?
Sementara kau melepaskan genggamanmu dari tanganku
Maafkanlah ....
Aku yang kini memilih jalan yang berbeda
Kau ke kiri dan aku ke kanan
Mengejar impian yang kini tak lagi sejalan
KAMU SEDANG MEMBACA
PUISI KU
PuisiBarisan kata kata yang tersusun sebagai tempat menumpahkan semua rasa. Terkadang sedih, benci, rindu, kesal dan kecewa juga indahnya cinta. Semoga bisa menjadi sesuatu yang dapat mewakili perasaan semua yang mampir di karya PUISI KU hingga selalu ba...
