Chapter 14

7.7K 418 12
                                        

Kini Ali beserta keluarga sudah sampai di makam Isabella
Terlihat lelaki gagah sedang menangis di depan makam Isabella "bel maafin aku karna udh buat kesalahan benar sama kamu, bel anak kita dmn?aku pengen liat dia, apa dia ikut sama kamu?aku pengen nebus kesalahan aku sama dia bel,aku yakin dia pasti benci banget sama aku"ucap laki2 itu "Rick...Ricko"ucap ully gugup laki2 itu yang merasa namanya di panggil menoleh dan terkejut melihat sahabat ibu dari anak ya walau belum sempat menikah "ully, rizal?"Tanya Ricko tak percaya ully Dan rizal hanya menganggukan kepala

Ali yang terkejut karna ternyata itu sang ayah nya menahan emosi Prilly yang melihat Ali emosi langsung mencoba menenangkan Ali dengan menggenggam tangan Ali tapi Ali malah menggenggam tangan Prilly kuat2 sampai2 Prilly meringis tak bersuara,ia ber pikir dengan cara ini Ali bisa meluapkan emosi tanpa menyakiti diri nya Dan orang lain "ly, zal kalian pasti tau kan anak ku dmn,aku mohon kasih tau aku,aku ingin menebus kesalahan ku pada anak ku"ucap Ricko memohon "gue anak lo, knp?"Tanya Ali datar tetapi menggenggam tangan Prilly semakin erat "ini benar anak ku ly?"Tanya Ricko tak percaya melihat putra nya yang tampan Dan gagah mirip seperti dirinya, ully hanya mengangguk lemah. Tanpa pikir panjang Ricko langsung memeluk erat Ali sedangkan Ali diam tak bergerak tak menolak atau pun membalas tapi Ali semakin mencengkram tangan Prilly, prilly yakin tangan Nya pasti sudah memar
"Kita selesai in ini dirmh jangan sampe lo ganggu pertemuan pertama gue dengan mama"ucap Ali datar Dan menarik paksa lengan Prilly bahkan Prilly susah mengimbangi langkah nya dengan Ali,ali sama sekali tidak melepas kan genggamanya malah ia semakin kencang meremas tangan Prilly,mungkin ia sama sekali tidak Sadar kini telah menyakiti sang pujaan hati *eakkkk apa sih gue*

Ali mulai memegang batu Nisan bertuliskan

ISABELLA RAYA

BINTI

G__________

Ali mulai berkaca2 dan butiran bening itu mulai berjatuhan "ma mama knp tega ninggalin Ali sih ma,Ali kan blom liat muka cantik mama,pasti mama cantik nya sama kayak mama ully"ucap Ali dengan isak kan nya Prilly berusaha menenangkan Ali dengan mengusap punggung Ali dengan satu tangan Nya karna tangan yang satu nya di genggam ralat tapi di remas oleh Ali, Ali sama sekali tidak menyadari telah menyakiti Prilly "sssttt jangan nangis ya kasian mama kamu juga disana"ucap Prilly, ali hanya tersenyum Dan mengangguk "pulang yuk bsk kan mama sama papa mau balik ke singapur"ucap Ali melepaskan genggam nya di tangan Prilly, prilly menghembuskan nafas lega karna kesakitan nya berkurang tetapi masih terasa sangat sakit,Ali merangkul bahu Prilly membawa gadis itu kedalam mobil setelah membuka kan pintu mobil untuk Prilly Ali berbalik saat ingin membuka pintu untuk dirinya sendiri papa rizal menghentikan gerakan nya ternyata papa rizal beserta Ricko "li kita selesai kan ini di Rumah ya jangan sampai berlarut2"ucap papa rizal di balas anggukan Ali

Ali melajukan mobil Nya dengan kecepatan normal dia melihat Prilly yang membuang muka menghadap jendela, Ali terkekeh melihat wajah Prilly yang sangat imut baginya walau hanya dari samping "heii kok buang muka marah sama aku?"goda Ali yang tak sengaja memegang tangan Prilly yang memar "awwww"ringis Prilly Ali yang mendengar Prilly meringis langsung menepikan mobil Nya Dan bertanya "are you okay?"Tanya Ali "aku gapapa kok lanjutin aja ya"ucap Prilly Ali yang tau bagaimana Prilly langsung mengambil tangan Prilly yang di sembunyikan Dan betapa terkejut nya Ali melihat tangan Prilly yang memar "Astaga ini knp sayang?"Tanya Ali panik "gapapa kok cuma tadi tangan aku kena keramik makam orang"ucap Prilly berbohong Ali mengingat kejadian tadi karna sedari tadi Prilly tak Pernah lepas dari Prilly Dan Ali mengingat kalau dia telah membuat tangan Prilly seperti itu "DAMNN jadi ini karna aku?shiittt knp kamu gak bilang sih?"ucap Ali frustasi Prilly hanya mengangguk takut "knp kamu gak bilang?"Tanya Ali mulai melembut "aku tau kamu lagi butuh pelampiasan emosi jadi awal nya aku cuma mau nenangin kamu eh kamu emosi jadi megang tangan aku kencang bgt,tapi aku gapapa kok aku malah seneng karna emosi kamu,kamu jadi gak ngelampiasin nya dengan cara yang aneh2"ucap Prilly "Tapi aku nyakitin kamu sayang"ucap Ali mengacak2 rambut nya Prilly mengambil tangan Ali Dan menggenggam nya lembut "aku gapapa kok lanjutin aja yuk"ucap Prilly Ali mengangguk Dan melanjutkan perjalananya

Skip

Kini mereka sudah berada di kediaman latuconsina. Ali turun di ikuti prilly lalu Ali merangkul pinggang Prilly posesif "li kita langsung ke ruang keluarga aja ya jangan bertele tele"ucap mama ully, Ali hanya mengangguk

Setelah mereka semua kumpul Ali sama sekali tidak pisah dengan Prilly, Terjadi keheningan selama beberapa saat dan ully me mulai pembicaraan "untuk apa lagi kamu kesini?"Tanya ully "jujur aku baru tau kalau Isabella sudah meninggal, sebenarnya aku ingin minta maaf padanya dari dua tahun yang lalu dan baru mendapatkan informasi tadi bahwa Isabel telah meninggal, mendengar itu aku benar2 kaget dan langsung menuju makam Isabel, mungkin tuhan masih berbalik hati dengan ku karna bisa di pertemukan oleh kalian"jelas Ricko "setelah bertahun tahun Dan lo baru nyari mama Dan gue 2 tahun yang lalu?cih kmn aja lo"ucap Ali sengit "maafin papa li papa emang bejat"ucap Ricko menyesal "emang bener lo bejat, Dan jangan Pernah anggep gue anak lo ya"ucap Ali, Prilly yang mendengar Ali berbicara itu sedikit emosi Dan mencoba menasihati ali "kamu gak boleh kayak gitu,mau gmn pun dia tetep papa kamu"ucap Prilly berbisik sambil mengelus punggung Ali, ali menoleh kearah Prilly Dan tersenyum lalu mengangguk "maafin papa li papa minta maaf baru Sadar skrg kamu berhak marah sama papa kamu boleh pukul papa skrg atau kalo dgn cara itu kamu belum puas kamu boleh bunuh papa li"ucap Ricko yang tiba2 berlutut pada Ali, ali menghela nafas lalu menarik tangan Ricko agar duduk kembali "yaudah gue udah maafin lo"ucap Ali "kalo udh maafin knp ngomong nya masih pake lo gue sih"bisik Prilly yang mulai jengah dengan sifat Ali "ya maaf sayang"ucap Ali "makasih li makasih"ucap Ricko girang, ully semakin ketakutan takut jika Ali ikut dengan Ricko "setelah Ali maafin Ricko lalu selanjut nya gmn?"Tanya rizal yang mengerti ketakutan istrinya "aku bakal Ajak Ali tinggal bersama ku"

Prilly pov

"Aku bakal Ajak Ali tinggal bersama ku"ucap om Ricko yang sukses membuat kami terkejut

Takut!ya gue takut,takut kehilangan sosok Kakak yang paling gue cinta,takut kehilangan sosok yang
jail nya nauzubileh,takut gak Ada yang manja in gue lagi,takut gak Ada yang belain gue kalo gue di hakimi oleh kakak2 yang super tega. Tak terasa air mata sudah mengumpul di pelupuk mata gue. Tiba2 mama berlali ntah kmn "ma... Mamaaa"panggil papa, waktu papa ingin beranjak menjemput mama gue mencegah nya "pa papa disini aja Biar ii yang nyamperin mama"ucap gue di balas anggukan kepala, saat ingin melepaskan genggaman tangan gue di bang Ali dia malah menahan gue dan menatap gue dengan memohon gue melepaskan tangan Nya paksa dan berlalu dari nya. Bukan gue marah sama dia gue cuma gak mau dia liat gue nangis karna skrg pun air mata gue gabisa gue tahan lagi. Gue menghapus air mata gue Dan mencoba mencari mama

"Ma mama ini ii ma"ucap gue mengetuk pintu kamar mama "iya sayang masuk aja"balas mama
Ceklek
Mama menghapus air matanya Dan tersenyum "kok mama nangis?"Tanya gue "mama cuma takut I abang kamu ikut ayah nya, mama udh terlanjur sayang sama dia mama gamau pisah sama dia" gue langsung memeluk mama mencoba menenangkan hati nya "iya ma ii tau kok ii juga gamau pisah ama abang mama kan tau ii ama abang gmn susah banget buat di pisahin"hibur gue "iya kalian itu udh kayak Sendal jepit kalo ilang satu gak bisa di gunain"ucap mama yang mulai terhibur "apa sih mama mah, gini ya ma kita kan udh berhasil ngerawat bang Ali sampai sebesar ini bukan kita sih tapi mama sama papa hehehe, nah skrg biarin bang Ali sama ayah kandung nya mungkin om Ricko mau nebus kesalahan nya sama tante Isabel biarin om Ricko ngurus bang Ali sampai nanti bang Ali punya keluarga sendiri" mama tersenyum "iya i mama tau walau nanti keluarga nya sama kamu juga kan"mama menggoda gue "maksud mama?"ucap gue pura2 bloon padahal tau maksud mama "gausah pura2 gatau deh mama tau kok i"ucap mama yang membuat pipi gue memanas "udah ah mama mah godain aku mulu"rengek gue "ywdh yuk kita kedepan"Ajak mama

Ali pov

Elah Prilly ama mama mana sih, Gue kan gak bisa jauh2 dari princess gue. Nah nah nah tu dia baru

Eitssssss tunggu2 apaan noh si Prilly mau duduk deket icky enak aja,gue yang gak terima pun menarik tangan prilly ke samping gue sebelum dia duduk "ishhh apaan sih"tanya nya sewot "kamu ngelanggar perjanjian tau gak?"ucap gue tak kalah sewot "perjanjian apaan sih?"tanya prilly "kan perjanjian nya kamu gak boleh jauh2 dari aku"jawab gue "lah Aku kan mau duduk deket kak icky bukan yang lain"ishhh dia mah gak peka Kalo gue cemburu "ooo cemburu?"masih nanya lagi nih anak "gak"balas gue "jangan cemburu ah selesai in dlu masalah nya"ucap nya gue hanya tersenyum

Hahahahah I'm comeback gue tau nih pasti pada kangen kan ama gue?ngarep bgt yak gue. Oke gue tau cerita gue yang super abal dan melenceng dari plan awal nya kagak ada yang nunggu in 🐱🐱🐱

Cinta2ku maaf ya terjadi kesalahan harus nya Ini part 14 Dan yang kmrn 13 Aku salah nulis jadi yg sebenarnya ini chap 14 yaaaaa

My Lovely BrotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang