Author pov
Ali dan prilly sama sekali belum beranjak dari tempatnya,tapi Bedanya adalah kini prilly sedang tertidur di Paha ali
Ali memandangi prilly yang kini tertidur di Paha nya, ali sangat bersyukur karna tuhan memberi jawaban bahwa dia Dan prilly bukan lah saudara kandung
"Andai kamu tau pril,Aku cintaaaa banget sama kamu, dari dulu Aku udh cinta sama kamu bahkan mantan2 Aku aja Cuma Aku jadiin pelampiasan Aku doang biar Aku bisa liat kamu itu cemburu atau nggak,tapi tuhan berkata lain ya? Mungkin memang tuhan menyatukan kita lebih cepat"ucap ali di dalam hati Dan mengusap lembut pipi Prilly
Tiba2 Prilly menggeliat karna merasakan sentuhan ali yang sangat lembut di pipi nya, perlahan Prilly mulai tersadar dari alam mimpi nya "hoamm jam brp ini?"Tanya Prilly sambil menengok ke Arah jam yang berada di Rumah nya
"Ya ampun Aku ketiduran di Paha kamu?ya Allah maaf ya pasti pegel bgt deh Aku kan mulai tiduran jam 11 Dan skrg jam 3 sore, aduh gmn dong kamu mau Aku pijitin?bikinin minum?makan?atau gmn?aaa pusing Aku"ucap Prilly tiada henti ali terkekeh melihat tingkah gadis nya ini
Perlahan Ali menarik kepala Prilly lalu
Cupp
Ali mencium kening Prilly lembut bahkan sangat lembut
Lalu Ali melepas kecupan nya lantas melihat reaksi yang di berikan oleh gadis nya itu. Gotcha... pipi Prilly bersemu merah seperti tomat
"Apasih kamu cium2"ucap Prilly sambil menutup muka nya yang merah dengan ketua tangan nya
Ali memegang tangan Prilly yang menutupi wajah cantik Prilly
"Hey kok di tutup sih muka nya?kan percuma punya muka cantik Kalo di tutupin"ucap ali
Tiba-tiba Prilly menangis terisak sontak hal tersebut membuat ali bingung setengah mati
"Ya ampun sayang kamu knp?kok nangis?"Tanya ali sambil menarik Prilly agar berada dalam pelukan nya
"Aku takut"jawab Prilly singkat namun mampu membuat ali semakin bingung
"Takut knp?jangan takut ya,ada Aku disini"ucap Ali menenangkan namun Prilly malah tambah terisak
"Justru ak..Aku tak..takut hiks Kalo kamu hiks ninggalin Aku"ucap Prilly di iringi isak tangis nya
Ali tersenyum lantas mengelus rambut Prilly yang berada dalam pelukan nya
"Jangan takut ya, Aku gak akan ninggalin kamu kok. Aku tuh sayang dan cinta sama kamu, mana mungkin Aku ninggalin kamu" ali masih Terus mencoba menenangkan gadis nya itu
Berhasil... Isak tangis Prilly kini mulai reda, ia melepaskan pelukan nya lalu menatap ali sambil tersenyum, ali pun membalas senyum Prilly
"Janji?"Tanya Prilly sambil mengacungkan jari kelingking nya
"Iya sayang Aku janji kok"balas ali sambil tersenyum
Skip
Hari Ini adalah hari kelulusan bagi Prilly *dicepetin yak biar cepet2 aja gitu*
Prilly turun dari mobil nya dan berjalan menuju gedung yang besar itu dan mulai memasuki gedung tersebut.
Ia melihat murid2 itu berdesak kan melihat kertas yang tertempel rapih di papan mading. Ada yang meloncat-loncat gembira dan mengucapkan 'gue lulus yeayyy' ada pula yang menangis,Dan banyak lagi
Ia melihat teman-teman nya yang berjalan dengan santai menuju mading sekolah. Prilly sedikit berlari kecil mengejar teman2 nya,saat sudah berada mendekat ke arah teman2 nya Prilly berjalan dengan cara mengendap-endap seperti maling, lalu Prilly dengan muka tanpa dosa nya mengejutkan para sahabat nya
