🕊🕊🕊
~ H A P P Y R E A D I N G
Saat arah jarum jam menunjukkan pada pukul sembilan pagi, seorang anak perempuan yang tinggal sendiri di rumahnya baru saja menyelesaikan acara sarapan pagi nya yang terlambat.
"Kurasakan pudar dalam hatiku
rasa cinta yang ada untuk dirimu,
ku lelah dengan semua yang ada, inginku lepas semuaaa
Setan dalam hatiku ikut bicaraaa
Kalau kuselingkuh saja
Ku punya banyak teman lelaki
Sepertinya ku kan bahagia"
Lagu Pudar - Rossa berputar menemani hari-hari gadis itu.
Gadis itu menghela nafas kasar lalu mengklik aplikasi spotify nya dan memutar lagu I'm a Mess - Bebe Rexha, ia juga menambahkan volume suaranya. Hingga ia mendengar ada suara gesekan antara aspal jalanan dan langkah kaki seseorang beralaskan sepatu, dengan segera ia mengecilkan volume yang mengalun dari benda pipih tersebut dan tidak menyisakan suara apapun.
Langkah kaki itu terdengar semakin mendekat ke arah rumahnya lebih tepatnya ke arah pintu rumahnya, gadis itu lalu mengintip ke arah keluar dari celah gorden dan melihat ada seorang wanita paruh baya yang berada di luar itu adalah seseorang yang selalu ia panggil Ibu.
Gadis itu menghentikan kegiatan mengintipnya dan segera beranjak untuk membukakan pintu, menyambut wanita paruh baya yang semula berdiri didepan rumahnya.
"Kana, ibu ga mau basa-basi sama kamu. Ibu akan antar kamu ke rumah temen ibu, tidak ada penolakan." Tegasnya.
"Terus rumah ini gimana?" Tanya Kana kepada Ibu nya.
"Tinggalkan. Lebih baik kamu siap-siap kemas barang-barang kamu, besok hari minggu ibu jemput buat anter kamu ke rumah temen ibu. Ibu pergi."
Kana yang mendengar ucapan Ibu nya terdiam, ekspresi wajahnya menjadi kosong.
"Kana! Kamu dengar ucapan Ibu tadi kan?" Tanya Ibu Kana.
Kana berjengit kaget akibat nada suara Ibu nya yang meninggi "Ha? Oh ya, oke bu".
Ekspresi Ibu Kana terlihat tidak bagus setelah mendengar respon dari anak perempuan nya, "Inget kana, kamu harus prepare. Hari minggu nanti kamu harus udah siap jam 5 pagi, Ibu tidak mau ketika Ibu sampai kamu masih siap-siap".
Kana buru-buru merubah ekspresi wajahnya lalu tersenyum tipis ke arah Ibu nya.
"Ya, bu. Adek dengar kok." sahut Kana.
Ibu Kana bergegas keluar rumah, tanpa mempedulikan jawaban yang dilontarkan Kana, putrinya.
Kana menghela nafas kasar, mengobrol sebentar dengan ibu nya saja sudah menguras energinya apalagi kini ia sudah membayangkan bagaimana kehidupannya di rumah teman ibu nya.
"Sungguh, aku lelah" Helaan nafas secara kasar itu terdengar lagi.
Dengan segera ia membesarkan volume yang mengalun dari benda pipih tersebut dan memutar lagu two heart - Connor Kauffman.
Detik perdetik instrumen dari lagu two heart - Connor Kauffman mulai memenuhi seluruh ruangan di rumahnya itu.
Can I call you "my family" If you never had me?
In a world that you break your silence
You would know my name
I wanna go where you've been hiding out, out
What part of me is the fire you started?
Does your mind work the same?
I wonder if you're here or still around
'Cause all of my birthdays, all of my worst days
Every time I messed things up
Would you say anything?
Why have I been here for plenty of your years?
You don't even know that I exist
Would you stay, if you met me?
Two hearts with the same blood
Don't know how to reach you
Kana tertawa keras, ia merasa bahwa dia sudah gila walaupun setiap hari ia bilang ke dirinya sendiri kalau ia adalah orang gila yang menyamar menjadi manusia normal setiap harinya.
Can I call you "my family"
If you never had me?
So lost in the chaos
Don't know where I came from
Can I call you "my family"
If you never had me?
So is this what you really wanted?
No love and no pain
It's shame that you hadn't thought it out
Kana, gadis itu menangis. Menangis dalam tawa kegilaan dengan tangisan yang begitu menyayat hati, ia hanya ingin membuang rasa sakit itu untuk selamanya, tolong biarkan dirinya bebas untuk sementara. Ia hanya lelah.
Wish you had known me
Wish you could be sorry
For never being there for us
Would you stay, if you met me?
Two hearts with the same blood
Don't know how to reach you
Bohong kalau ia tidak menangis dengan keadaannya yang seperti ini. Bahkan dari semua kalimat yang diutarakan oleh Ibu nya hanya kalimat 'Ibu akan antar kamu ke rumah temen ibu' yang terngiang-ngiang di pikirannya.
Can I call you "my family"
If you never had me?
So lost in the chaos
Don't know where I came from
Can I call you "my family"
If you never had me?
Kana menepuk dada nya lantaran rasa sesak mulai melanda, ia merasa bahwa dirinya telah di buang oleh 'keluarga' nya.
If you would know me
you could be sorry
For never being there for us
Cuz all of my problems
My mom had to solve them
Where are you now?
"Ughh, kejamnyaa huuu" erangan terdengar dari bibir manis Kana. Lalu dengan kasar ia mengusap pipinya yang basah kala air matanya yang terus berjatuhan.
End
Halo guys, sudah lama tidak bertemu kaliann....
22-03-24
KAMU SEDANG MEMBACA
𝕃𝕒𝕝𝕚𝕤𝕒𝕤 𝔾𝕖𝕤𝕔𝕙𝕚𝕔𝕙𝕥𝕖
Fanfiction𝕃𝕒𝕝𝕚𝕤𝕒𝕤 𝔾𝕖𝕤𝕔𝕙𝕚𝕔𝕙𝕥𝕖 Hanya sebuah kisah tentang seorang Lalisa Start : 23 Desember 2020 End : ...
