بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
•••
12 Years Later
"Ibuuu!!"
"Adek nakal ini!"
Airin keluar masih dengan celemek yang terpakai, ada spatula di tangan kirinya. Perempuan berumur 30 tahun ini sudah memiliki dua anak. Anak pertamanya perempuan, ia memiliki nama Kaysyarani Alina (Keceriaan seorang putri yang berwajah teduh) Kaysya gabungan dari nama Kaysan dan Syaira.
Sedangkan anak laki-laki mereka bernama Rakai Dhiaurrahman (Perkasanya anak laki-laki yang memiliki sifat penuh kasih) nama Rakai sendiri berasal dari gabungan Syaira dan Kaysan.
Dalam satu rumah yang sederhana namun tertata rapih terdapat 4 anggota keluarga diantaranya Hazbi, Airin, Kaysya dan Rakai. Setiap hari tidak ada kata tenang, pasti selalu ada pertikaian diantara kakak beradik itu.
Airin sampai geleng-geleng kepala linglung. Darimana sifat jahil mereka tiru? Pasalnya entah suami ataupun dirinya tidak ada yang senakal mereka berdua.
"HUWEKK!" Kaysya menahan bau saat melihat Rakai masih bermain dengan kotorannya sendiri.
Laki-laki mungil yang saat ini sudah berumur 3 tahun menatap polos sang kakak yang malah membalas dengan pelototan tajam. Dia bukannya takut dengan berani ingin menggapai tubuh Kaysya.
"EMOOOH IBUUUUUU!" fasih Kaysya berbasa jawa.
Mereka berlarian, si kecil yang dengan sengaja merengek. Menjatuhkan tubuhnya sendiri di lantai dingin, tiba-tiba suara tangisan terdengar nyaring.
"Aka hat! Nda au ain ama Ai agii!"
(Kaka jahat! Nggak mau main sama Kai lagi!)
"Kai sayang, sini sama ibuk," lerai Airin sambil melepaskan apronnya. Dia harus memiliki semangat dan extra sabar dalam menghadapi kedua bocah itu.
Airin berjongkok menyamaratakan tinggi nya dengan Rakai. Wajah menggemaskan ini sedang cemberut, menautkan kedua tangan sambil menunduk takut. Rakai hanya takut kepada Ibu, ingat loh temen-temen.
"Nggak boleh ya main-main kotor begini lagi, banyak kuman nya sayang."
"Uman?" Rakai mendongakkan kepala, menatap Airin begitu penasaran.
Lalu pemuda kecil itu membersihkan tangannya di baju nya sendiri, seolah-olah hal itu bisa membuatnya bersih.
"Uman tu pa, bu?"
Airin merasa gemas, dia lalu menggendong Rakai begitu mudah. Tanpa perduli jika pakaiannya akan kotor dengan noda coklat berbau busuk.
"Kuman itu bisa ngebuat orang jadi sakit, terus ngejahatin orang-orang. Kalo Rakai main sama kuman, nanti jadi jahat juga. Katanya mau jadi ultramen buat ngelindungin ibu—"
"Nda au buuu, Kai au di nak aik!" potong Rakai setelah ia berendam di bak mandi.
(Nggak mau bu, Kai mau jadi ajak baik)
"Auuuuu di amenn butt!"
(Mau jadi ultramen ribut)
Kaysya yang sedari tadi mengekori Ibunya sampai masuk ke dalam kamar mandi pun berdecak kecil. "Dasar bocil."
"Kaysya juga masih bocil loh," sahut seseorang membawa banyak sekali mainan di kedua tangannya.
Seperti biasa, Ali dengan setelan khas orang rumahan baru pulang ketika sudah pukul 08:00 malam. Dia memanggil anak pertamanya yang tiba-tiba berwajah sedih. Jelas Ali tahu apa sebabnya, tapi untuk sekarang bapak dua anak itu memilih seolah tak tahu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALI HAZBI [END]
RomanceJudul awal : Chase You (2A) Setelah mengetahui sedikit seluk beluk gadis yang akan menjadi istrinya, apakah dia akan tetap pada awal tujuan? Masih banyak misteri, dan Ali akan membongkar. Hanya saja ia merasa tidak sanggup bila gadis itu sudah lebi...
![ALI HAZBI [END]](https://img.wattpad.com/cover/300209593-64-k814661.jpg)