بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
•••
Pertemuan dan perpisahan.
Dua kata berbeda makna yang saling berhubungan. Bagi mereka yang menikmati, pertemuan bisa diartikan sebuah keberuntungan. Dan ada kalanya, pertemuan dijadikan sebagai bahan uji coba di mana kedua insan terjebak dalam hubungan rumit yang berujung fatal.
Begitupula dengan perpisahan. Akan ada mereka menganggap perpisahan sesuatu hal yang harus dilakukan demi mencari kebahagiaan. Tapi berbeda dengan perpisahan ketika dua orang manusia masih saling jatuh cinta dan mengayomi. Keduanya tidak akan terpikirkan dengan satu kalimat menyakitkan itu. Yang ada, hanya memikirkan bagaimana cara bertahan agar hubungan tetap barada di jalan yang semestinya.
Dan saat ini tidak pernah ada dibenak Ali untuk berpisah dengan sang istri. Apalagi kata yang barusan ia dengar, dimadu.
Meski di zaman Rasulullah SAW poligami diperbolehkan bahkan disunnahkan. Ada banyak persyaratan yang harus terlewati. Apakah istri pertama setuju, finansial sudah mencukupi, bukan hanya sekedar untuk mengikut ajaran Nabi.
Biasanya kaum-kaum yang konslet, akan menyalahgunakan ajaran Nabi. Hal itu dijadikan sebagai tameng untuk berpoligami. Seperti kasus viral belakangan ini yang sering kali lewat di televisi dan berbagai social media. Antara istri sah dan bisa saja kita sebut pelakor itu ingin mengsahkan pernikahan sebelum bulan suci Ramadhan.
Tentunya para netizen mendukung sang istri sah agar proses jalur hukum tetap berlanjut. Dan berharap istri sah akan selalu menang. Karena sejatinya perebut hanyalah sampah buangan yang tidak bisa disandingkan dengan berlian.
"Saya akan tetap menolak poligami," tegas Ali menatap lawan bicaranya begitu tenang.
Berbeda dengan Langit yang sudah menggertakkan gigi, buku tangannya ikut mengepal seolah-olah dia ingin meninju pria di depannya ini.
"Kau hanya anak pungut yang tidak mempunyai apa-apa Ali, Kau-"
"Anda tahu saya sebatang kara mengapa mendesak supaya Azizah menjadi istri kedua saya? Pikiran anda benar-benar nggak waras." Ali dengan lugas memotong ucapan Langit.
Langit tersulut emosi. Dia menyuruh kedua anak buah yang sedang berada di sisi tubuhnya untuk menyerang Ali agar tidak berbicara sembarangan lagi.
"Lakukan!" perintah Langit itu langsung disanggupi dengan satu pria bertubuh besar. Pria lainnya memegang Ali yang sedikit memberontak.
Bug!
Satu pukulan mendarat tepat perut Ali, padahal di pagi hari ini masih belum terisi apapun.
Bug!
Lagi, Ali kembali meringis. Bagian sudut mulutnya robek.
Dia, tidak begitu ahli dalam hal beladiri.
"Cukup." Langit kembali memberi perintah dengan seulas senyum menawan.
"Kau hanya cukup menikah dengan Azizah. Kebutuhan finansial kalian akan saya sanggupi selamanya."
"Mengapa tidak dengan anda saja?"
Langit menghembuskan nafas pelan. "Kalau saya bisa dan umur saya panjang, Azizah sudah lama menjadi milik saya."
"Ada penyakit yang menggerogoti tubuh saya setiap harinya. Saya ngga akan membuat Azizah merasakan kehilangan orang terpentingnya lagi jika dia menikah dengan saya."
"Anak anda?" tanya Ali kembali bernegosiasi.
"Dia sudah memiliki pacar. Mana mungkin saya berkata padanya untuk menikah dengan Azizah."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALI HAZBI [END]
RomanceJudul awal : Chase You (2A) Setelah mengetahui sedikit seluk beluk gadis yang akan menjadi istrinya, apakah dia akan tetap pada awal tujuan? Masih banyak misteri, dan Ali akan membongkar. Hanya saja ia merasa tidak sanggup bila gadis itu sudah lebi...
![ALI HAZBI [END]](https://img.wattpad.com/cover/300209593-64-k814661.jpg)