Aku tak bisa menerima kenyataan.
Bahwa dan bahkan, nilai mata pelajaran fisika seorang Song Mino lebih tinggi dariku.
mustahil.
Tiga silabel itu menambah perang yang sibuk bertempur dikepala, mendidih layaknya cairan asam. Kalau aku bilang, Song Mino mirip seperti basa.
dan kini aroma coklatnya membuatku muak.
"Hahahaha", samar-samar suara tawa menggema di telinga. suara yang amat familiar bergabung dengan sekelompok suara. aku mendelik tajam, mengabaikan tiap kata yang menghujam.
bergegas backpack yang yang tadinya tergeletak terbanting di punggung. kaki dan tanganku menghentak kesal menutup rasa malu yang tersisa dibalik gema pintu yang tertutup.
mengintip dengan mata penuh rasa mengejek, aku ingin segera melemparnya entah kemana, sejauh mungkin dari rumahku berdiri. Song Mino, meskipun semarah dan semenyebalkan apapun ia, warna abstrak di wajahnya tak pernah berhenti membuat rasa memaafkan habis dalam diriku.
kami memandang langit bulan ini yang mendingin. ketika satu bintang beranjak pulang dri peraduannya, meluncur mulus. aku memejam, membayangkan nama kami berdua berada diurutan teratas daftar peringkat.
kubuka mataku, mencari Song Mino dengan aroma coklatnya yang menghilang.
kemana ia ?
mungkin, Song Mino segera ingin bermain game kesayangannya setelah perjanjian dibuat.
dia akan bermain game jika mendapat nilai yang bagus.
Aku mulai beranjak dari tempat, mencari kehangatan tempat tidur.
sejenak, mukanya terlintas, meski begitu sepintas.
hatiku mulai berdebar dalam kegelapan malam.
sejak kapan aku mulai berdebar karena Song Mino ?

KAMU SEDANG MEMBACA
[Song Mino fanfiction] : Sky
FanficYou said sky is full of wonderful thing it is ? Yes, It's you