Part 4- ending

18.2K 905 46
                                        

SEMOGA GA MENGECEWAKAN

*peluk dan cium dari indrii*

***

Fika dan Guntur...

Bukan kisah cinta penuh liku dan tantangan seperti Jusuf Kalla dan mufidah.

Kisah cinta mereka juga bukanlah kisah cinta abadi sepeti Sopan Sofyan dan Widyawati .

Bukan kisah cinta penuh kesabaran sepeti Dahlan Iskan dan Nafsiah.

Bukan pula Kisah cinta yang dapat mengukir sejarah seperti Habibie dan Ainun.

Kisah mereka hanyalah, kisah dua insan yang di takdirkan terikat oleh benang merah.

Kisah mereka hanyalah, kisah cinta sederhana yang berlandaskan hati.

***

“Fikkkaaa, udah siap beloommm?” tiba-tiba saja irma sudah mucul di depan pintu kamarku.

“Bentarrr... Bentarrr... aduhhh sepatuku mana ya? Tadiii di taro di sini, tapi sekarang kok ga ada yaaa???” ku telusuri hampir stiap sudut kamarku, mencari sepasang sepatuku “mana ya sepatuku...”

“Yang ini bukan?” tanya irma, sambil tangan kanannya mengangkat sepang sepatu berwarna hitam pekat.

“ituuu sepatuukuuu, kok ada sama kamuu sih maaa?? Akukan darii tadi nyariinnn.” Aku langsung menghambur ke arah irma.

“ihhh... kok nanya aku sih orang dari tadi, itu sepatu ada di depan pintu kamar, kamunya aja yang teledor.”

“hehehe... iya dehhh, jangan sewot gitu atuhhh... kalo kata Guntur sihh, nanti jeleknya keluar lohhh...” dengan tanpa dosa, kuambil sepatuku yang masih di pegang irma.

“ngomong-ngomong soal Guntur, dia beneran ga datang nih?”

“iya, dia masih ada urusan di bangkok, katanya sih lusa baru pulang.”

“Ohh... gituuu. BTW, kok kamu cantik banget sih malem ini?” mendengar pertanyaan irma, kupandangi tubuhku di cermin. Gaunku berarna hitam selutut, dengan sedikit renda-renda, terlihat sederhana tapi tetap anggun . Rambutku yang panjang terurai sampai sebatas pinggang. Wajahku yang biasanya tidak pernah tersentuh make up selain bedak dan lipstik, kini di beri maskara dan teman-teman sejenisnya. Penampilanku sekarang memang sangat berdeda dengan penampilanku yang biasanya

“ehh... malah bengong, udah berangkat yuu!!” dengan sepenuh hati irma menarikku keluar dari kamar.

***

“kayanya udah rame ya? Parkirannya aja udah penuh gini?” tanya irma padaku.

“iyaaa.. penuh bangeeetttt, padahal acaranyakan jam sepuluh, sekarang jam setenah sepuluh aja belom. Ehhh... itu kosong ma, parkir di sana aja.” Aku menunjuk salah satu tempat parkir yang masih kosong.

Dengan lihai irma segera memarkirkan mobilnya di tempat yang ku tunjuk. Kamiun bergegas keluar dari mobil dan masuk ke dalam gedung. Di depan pintu masuk terdapat benner yang lumayan besar, bertuliskan SELAMAT DATANG ALUMNI SMA BAKTI TARUNA ANGKATAN 68’.

Sebelum masuk ke ruang acara, kami di haruskan mengisi data pribadi kami terlebih dahulu. Seperti nama, alamat dan nomor telepon yang dapat di hubungi.

“Fikaaa... irmaaaa...” seorang wanita cantik berjalan ke arah kami sambil melanbai-lambaikan tangannya.

“Priittaaaa...” aku hampir menjerit menyadari siapa orang yang memanggil namaku dan irma tadi. Kalian masih ingat Pritakan? Itu lohhh cewek yang dulu sering diantar Guntur pulang, sebelum Guntur berpacaran denganku.

Belahan Jiwa - Sequel FikaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang