Part 3 [The Begining]

848 32 8
                                        

Part 2

"Hati hati ya Roy"mamaku Ber cipikacipiki dengan om Roy

"Bye Lisa,bye Caroline"om Roy pun masuk ke Mobil dan melajukan mobilnya menjauh dari rumahku

Part 3

-Author POV-

"Dia siapa mah?"Caroline memecah keheningan

"Cuma temen mama doang kok"Lisa akhirnya berhasil membuka pintu rumah

"Ooh"tanpa basa basi lagi Caroline menaiki tangga dan masuk ke kamarnya

"Kamu ga mau cerita tadi di konser ngapain aja"Lisa sedikit membesarkan volume suaranya

"Nanti ya ma,Caroline Capek"Caroline menutup pintu dengan kakinya

-Caroline POV-

Nah ini barang yang kucari dari tadi, hand phone Ku..semoga Matthew Sudah meng-invite WhatsApp Ku

akupun mengecek notification namun hasilnya nihil, akupun menjatuhkan tubuh Ku ke kasur single milikku ini

"Ah, lagipula Matthew tak mungkin juga menginvite Ku, mungkin dia tadi hanya berbohong, mungkin dia sudah sadar bahwa menginvite Ku bisa mengancam ke privacy an nomer nya.."aku pun terdiam

"Terlalu Banyak Kata mungkin di hidupmu Caroline,argghh"aku pun melanjutkan ucapanku sambil menyembunyikan wajah dengan kedua tanganku

-Lisa POV-

Anaku memulai sifat jeleknya lagi, padahal kukira dia berbeda dari anak remaja yang lain.sejak umurnya 12 tahun dia tak pernah membangkang..dia memulai sifat para remaja yang pembangkang itu saat umur 16 tahun, tahun dimana ayahnya meninggal..tak kusadari sekarang umurnya menginjak 18 tahun..sifatnya itu masih Ada,namun tak separah 2 tahun lalu

Aku membuka pintu kamar Caroline yang tak terkunci,rupanya dia sudah tidur,kukecup kening nya dan menyelimuti tubuhnya, anak ini sangat jorok sepulang dari konser tak ganti baju atau Mandi.Caroline andai kau tau perasaan mama ini yang sangatlah kesepian setelah ayahmu pergi

-Author POV-

In the other place

Di basecamp the guy

"Invite,enggak,invite,engga,invite"jari kelingkinya pun ditekuk..kalau mitosnya sih jika jari terakhir di tekuk itu apa yang diucapkan itu yang ia pilih

"Yaudah deh invite"Matthew pun membuka aplikasi WhatsApp dan mempaste no Caroline yang ia sudah copy sejak tadi

-Matthew POV-

Aku pun memutuskan untuk menginvite Caroline,si lucky girl itu, jarak antara ibu jari dan handphone Ku Sudah beberapa mili lagi namun aku teringat Kata max tadi,aku pun menengok kearah kasur disebelahku..kulihat max dan Kevin sudah tertidur pulas

*flashback*

Aku memandang punggung Caroline yang mulai menjauh dari mataku,gadis itu sangat cantik

"Hoy,ngelamun aja Lu..ati ati kesambet"max membuyarkan lamunanku

"Eh...kenapa"aku pun menjawab max dengan terbata bata

"Gw sama Kevin mau cabut duluan ke base camp Lu ikut?"

"Lu duluan aja"

"Ohya, Lu bener bener mau nginvite cewek itu?"

"Siapa?"

"Ituloh si Caro..Caro siapatuh?"max menggaruk kepalanya yang tidak fatal

"Caroline maksudlu?"

Without You {Indonesia}Where stories live. Discover now