Seorang gadis berambut merah panjang dan bergelombang sedang duduk di bawah panasnya sinar matahari.
"Catherine"
Merasa namanya dipanggil, gadis itu pun membalikkan badannya dan melihat siapa yang memanggilnya.
"David?"
Dengan gerakan yang cukup cepat gadis itupun berlari dan langsung memeluk kekasihnya.
Ya? David adalah belahan hati Katty. Atau lebih tepatnya kekasih Catherine. Namun beberapa bulan ini mereka Lost Contac. Entah apa penyebabnya.
"Kamu kemana aja? Aku udah lama banget nunggu kamu!"
Rasa rindu yang sudah lama di simpan akhirnya berbuah hasil. Sudah sejak lama Catherine merindukan kekasihnya itu.
'Bugh'
"Bodoh, seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Dari mana saja kamu? kenapa sekarang baru muncul? aku sudah sangat merindukanmu!" Catherine terlihat mengeluarkan sedikit air matanya.
"Maaf kan aku ya?"
Mendengar suara itu. Suara yang telah dia rindukan selama beberapa bulan itu akhirnya kembali ia dengar.
"Sudahlah Dav, lupakan saja. Yang penting kamu sudah kembali bersamaku."
Setelah mendengar pernyataan itu, David tersenyum. Tapi begitu bodohnya Catherine, dia tidak mengetahui bahwa itu bukanlah Senyuman, tetapi Seringaian.
***
"Dav. Umur aku sudah 23 tahun. Ayahku sudah ingin mempunyai cucu. Jadi kapan kamu akan melamarku? dan meminta restu dari ayah?" Catherine menoleh kearah David.
"Dav. Aku sedang bicara denganmu dari tadi!" Catherine menghentak kakinya kesal.
Sedari tadi Catherine bicara tetapi hanya di balas anggukan oleh David. Tidak biasanya dia seperti itu.
"Ah ya. Ada apa Cath?" David menoleh kepada Catherine dan mengangkat sebelah alisnya.
Catherine mendelik kesal kearah David "Bahkan kau tidak mengetahui apa yang aku bicarakan?"
"Huhh. Jadi, untuk apa aku bicara panjang lebar tetapi kamu tidak mendengar perkataanku?" Catherine mendelik kesal.
"Maafkan aku. Aku hanya bingung kenapa kita bisa berpisah dan kenapa kita di persatukan lagi disini." Sorotan mata lembut milik David tidak bisa membuat Catherine terlalu lama kesal kepadanya.
"Bukankah sudahku bilang? Tak usah memikirkan hal itu lagi. Yang terpenting kita bisa bersama-sama lagi. Apa kau tidak suka bersama dengan ku lagi?" Catherine mengerutkan keningnya.
David tersenyum. Senyumnya mungkin bisa membuat orang-orang di sekitarnya meleleh. Rambutnya yang agak sedikit berantakan. Dan bibirnya yang berwarna merah muda terkesan lebih SEXY di mata Catherine.
Dengan perlahan David mengangkat tangan kanannya dan mengusap kening Catherine menggunakan Ibu jarinya. Berusaha untuk menghilangkan kerutan yang Catherine buat tadi.
"Hanya orang bodoh yang akan meninggalkan mu dan menyianyiakan wanita sepertimu. Dan aku bukanlah orang bodoh"
Perkataan David benar-benar membuat Catherine melayang. Memang Catherine sudah terbiasa mendengar gombalan maut yang di ucapkan David. Tapi tetap saja, setiap kali mendengar itu, pipi Catherine langsung berubah menjadi merah.
"Kau ini, seperti anak kecil saja. Itu pipi sangat merah, seperti tomat" Ucap David sambil merangkul kembali pundak Catherine yang sempat terlepas tadi.
"Jadi, kapan kamu akan menemui ayahku?" Catherine menanyakan kembali pertanyaan yang sempat ia lewatkan tadi.
Bola mata David mengarah keatas seakan sedang berfikir "Besok aku akan datang ke rumah mu. Jadi persiapkan saja semuanya. Oke Sayang?"
Catherine hanya mengangguk. Dia bingung, apakah benar David akan melamarnya besok? huhh. Catherine harus siap. Kenapa harus takut? Ayahnya pasti akan menyetujui dan menerima kedatang David.
menurut Catherine , David adalah malaikat yang diutus Tuhan untuk menjaganya. Setiap didekat David, Catherine selalu merasa tenang. Seperti saat ini.
Walaupun keadaan Mall sedang ramai. David tidak canggung untuk merangkul pundah Catherine. bahkan sesekali mencubit pipi kekasihnya itu. Sedangkan Catherine tampak tidak risih sekalipun dengan perilaku yang David buat.
saat mereka sedang tertawa tiba-tiba saja David menghentikan tawanya sekaligus langkahnya. Dengan berhentinya David, secara otomatis Catherine pun ikut berhenti.
"Ada apa Dav?" Tanya Catherine seraya menggoyangkan tangan David.
Pandangan David sangat kosong. Dengan mata melotot dan mulut yang sedikit terbuka menandakan bahwa dia sedang terkejut.
"Dav?" Catherine mencoba untuk memanggil kekasihnya ini untuk yang kesekian kalinya.
Catherine mencoba untuk melihat apa yang sedang David lihat. Pandangan David mengarah kepada beberapa lelaki yang memakai pakaian serba hitam serta topi dan kaca mata yang bertengger manis di wajah mereka.
Siapa mereka? Apa David melihat kearah mereka? Atau aku yang salah melihat?

KAMU SEDANG MEMBACA
I Owe You
RomanceBagaimana rasanya jika kamu tau ternyata suami kalian itu hanya mengincar harta mu? Bukan hanya itu. Dia jg menginginkan nyawa ayahmu. Entah apa motif dibalik kejadian itu semua. Itulah hal yang sekarang terjadi padaku.