Akhirnya mereka pulang bersamaan. Sherin mengerti tugasnya sudah selesai, dia memutuskan untuk pulang dengan tidak bersama mereka. Dalam hati kecil Sheri, Sherin mengataka "Biarlah mereka berduaan". Saat diperjalanan pulang. Mereka berbincang tentang mengapa Denny tertidur saat pelajaran pa Kiaw tadi. Denny menjawab kalau pelajaran sejarah adalah pelajaran yang paling ia tidak suka setelah pelajaran matematika. Beberapa menit setelah mereka keluar dari sekolah hujan mengguyur mereka berdua dan kebetulan pada saat itu mereka tidak membawa payung untuk mencegah hujan membasahi mereka.
"Aduh! Hujan nih den, gimana dong?" kata Shinta sambil mengangkat tasnya keatas kepalanya. "Yaudah kita neduh aja dulu di rumah kosong itu shin." Denny menjawab Shinta sambil menenteng sepedanya. lalu mereka berdua bergegas pergi ke rumah kosong dan tua dipinggir jalan itu. Sesampainya disana, Denny memarkirkan sepedanya dan mereka yang sudah terlanjur basah kuyup berteduh di teras rumah tersebut. Shinta yang saat itu mengalami kedinginan dengan spontan memegang tangan Denny dengan erat. "Dingin banget ya shin? Sampe menggigil gitu kamu" Tanya Denny polos. "Iya nih den, aku gatahan sama dingin gini. Udah gabawa jaket lagi. Haduhh.. " jawab Shinta yang masih menggigil. Denny tersenyum. Lalu Denny mengatakan "Tenang aja shin, selama lagi sama aku kamu bakalan aman ko." Sambil melepaskan cengkraman Shinta pada tangan kanannya dan menggantikannya dengan merangkul Shinta. Dalam hati Shinta, Shinta merasakan gejolak yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Jantungnya bersebar-debar dan dia mengumpulkan keberaniannya untuk menengok wajah Denny untuk melihat matanya. Denny yang saat itu melihat kearah deraian hujan tiba-tiba ingin melihat kearah Shinta. Pada saat itu akhirnya mereka berdua saling menatap satusamalain.
Terjadilah getaran cinta antara mereka berdua. Denny berkata dalam dirinya "Buset! Dia makin cantik aja kalo kena hujan gini. Ditambah senyumnya yang manis itu yaampun. Kok gue deg-degan ya? Apa jangan-jangan gue suka sama dia? Apa ini rasanya jatuh cinta?" Tanyanya dalam hati.
"Shin." Denny memanggil Shinta lembut.
"Kenapa den?" Jawab Shinta.
"Aku baru sadar kalo kamu ini cantik. Hehe.." kata Denny dengan tidak malu-malu.
"Bisa aja kamu Den. lagi dingin gini malah ngegombal" kata Shinta menutupi rasa senangnya dengan ucapan Denny itu.
"Ga gombal ko, aku serius." Kata Denny dengan memasang wajah serius dan sungguh-sungguh kepada Shinta. Saat itu Shinta pertamakalinya melihat wajah Denny dengan muka serius.Masih dalam posisi Denny merangkul Shinta. Shinta mengumpulkan keberanian untuk mengutarakan perasaan yang seaungguhnya kepada Denny.
"Denn.." kata Shinta.
"Iya shin?" Denny menjawab dengan suara rendah.
"Sebenernya... sebenernya aku suka sama kamu sejak pertemuan pertama kita. Aku gatau kenapa bisa secepat ini. Intinya aku nyaman kalo ada didekat kamu. " kata Shinta sambil menatap mata Denny dengan dalam.
Denny yang mendengar itu terdiam sejenak lalu berkata "Aku belum pernah jatuh cinta shin, maaf" Kata Denny. perlahan Denny melepas rangkulannya. Lalu dia memegang pundak Shinta dengan kedua tangannya. Mereka pun saling berhadapan.
"Tapi... waktu aku liat kamu, jantung aku berdebar gakaruan. Dunia berjalan terasa lebih lambat dan aku merasa bahagia saat ini. Apa mungkin ini rasanya jatuh cinta? Apa aku jatuh cinta padamu shin?" Jawaban Denny tersebut membuat jantung Shinta berdebar tak karuan. Perasaannya tercampur aduk saat mendengarkan perkataan Denny. Senang, gembira, dan keinginan untuk memeluknya erat-erat tercampur menjadi satu pada saat itu.
"Aku, aku ingin memilikimu. Walaupun pertemuan kita baru seumur rebung. Tapi aku merasa sudah mengenalmu lama. Mungkin ini terlalu cepat tapi.. Kau membuat duniaku berubah dalam sekejab. Maukah kau menjadi pacarku?" Semua pernyataan Denny itu diakhiri dengan pertanyaan yang membuat Shinta kaget karna ternyata Dennypun mempunyai perasaan yang sama padanya.
Tanpa berfikir panjang terucap kata ''ya aku mau!'' dari Mulut Shinta dan spontan Shinta memeluk Denny dengan erat. Denny hanya menyambut pelukan yang Shinta berikan.
"Aku ingin bersamamu Den... Aku sayang kamu. Aku berjanji untuk setia padamu." Kata Shinta sambil mengeratkan pelukannya.Hujan pun turut menghiasi keindahan hari ini. Setelah kejadian tersebut. Mereka mengalihkan pembicaraan mereka kearah mata pelajaran yang Denny tidak kuasai. Shinta memang anak yang cukup pintar dalam mata pelajaran matematika. Dia berjanji akan mengajari Denny belajar matematika. Akhirnya hujanpun mereda. Denny dan shinta meneruskan perjalanan mereka untuk pulang. Denny mengajak Shinta untuk menumpangi sepedanya. Shinta dengan senang hati menerima penawaran Denny. Shinta dibonceng didepan dengan posisi miring ke samping. Dengan pakaian yang sudah basah, mereka pulang dengan perasaan sangat bahagia.
Sejak saat itu, Denny jarang melakukan hal-hal yang aneh karena selalu ada Shinta yang selalu mendampinginya.
