ST - 1

16K 687 36
                                        



Di suatu Pagi seorang gadis berwajah Cantik mengayuh sepedanya dengan menggunakan mantel yang sangat tebal. Musim dingin telah tiba, cuaca jadi sangat dingin akhir-akhir ini. Dia terus mengayuh sepedanya cepat agar bisa sampai ketempat tujuannya dan kembali kerumah kemudian melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu tadi. Diwaktu ia sedang nyenyak menghangatkan diri didalam selimut. Ibunya menggedor kamarnya secara anarkis dan membuatnya harus bangun dan membukakan pintu.

"Soojung, cepat ke Supermarket, belikan ibu kentang dan wortel." ucap wanita paruh baya yang berkecak pinggang di depan pintu.

"Bu, tapi ini hari minggu , lagi pula diluar dingin."ucap gadis bernama Soojung dengan rambut panjang yang berantakan. Ia bicara malas dengan ibunya.

"Pemalas. Anak gadis tidak boleh pemalas." Lanjut ibunya, sambil menyingkirkan selimut yang sejak tadi melilit tubuh Soojung.

"Iya, iya aku pergi." Kesal Soojung, sang ibu hanya tersenyum.

Gadis itu turun dari tempat tidurnya, mengambil mantelnya dan mengikat rambutnya asal. Tanpa mencuci muda atau pun mengosok gigi ia langsung turun menyusul ibunya.

"hanya kentang dan Wortel. Jangan beli yang lain, jangan membeli sesuatu yang tidak penting" teriak ibunya sebelum gadis muda itu menghilang di balik pintu.

Disinilah ia sekarang. Di Sebuh Supermarket tak jauh dari rumahnya. Lansung menuju kebagian penjual sayur dan membeli apa yang ibunya suruh tadi. SooJung sudah membayar semua belanjaanya tak perlu memakan waktu lama untuk mendapatkan sebungkus wortel dan kentang permintaan ibunya. Tapi kemudian langkahnya terhenti didepan keranjang buah apel merah yang bersih dan segar.

"Apelnya bercahaya" ucapnya takjub, entah apa yang membuat SooJung takjub.

"Hey Nonna" suara laki-laki terdengar dari arah samping SooJung. SooJung hanya melirik sekilas kemudian kembali terfokus menatap buah apel yang ia anggap bercahaya tadi.

"Apa pendapat mu tentang apel ini?" Ucap laki-laki itu lagi, yang ternyata adalah pedagang apel merah itu, ia menyodotkan sebuah apel ke arah SooJung

"Kau tahu, Apel ini sangat enak" lanjut Ajhussi pedagang.

"Jadi ini enak" batin SooJung sambil memperhatikan  buah apel yang entah sejak kapan sudah berada di tangan kanannya.

Kemudian SooJung membeli apel itu. Ia melupakan pesan ibunya agar tidak membeli apapun kecuali kentang dan worter, atau apapun hal yang tidak di butuhkan.

Dengan cepat SooJung kembali kerumahnya. Menyerahkam belanjaannya ke ibunya dan  hendak langsung kembali kekamarnya untuk melanjutkan tidurnya yang tadi direnggut paksa oleh sang ibu.

"Jung SooJung" ucap wanita paruh baya dan membuat SooJung menggentikan langkahnya.

"Eomma, tidak memintamu membeli apelkan tadi?" Tanya ibunya.

"Eh??" SooJung kini berbalik menghadap ibunya. Ibunya menatap putrinya menunggu jawaban sambil mengacungkan buah apel.

"Ah apel itu, benar-benar enak" ucap SooJung bersemangat sambil menunjukan 2 ibu jarinya.

"Kau sudah mencobanya??" Tanya sang ibu.

"Mencoba??" SooJung menggaruk rambutnya.

"Kau sudah mencobanya apa belum, mengapa mengatakan enak?" Tanya sang ibu lagi.

"Belum, tapi penjualnya bilang apel itu enak jadi aku beli" jawab SooJung dengan senang.

"Kau benar-benar bodoh" kini ibunya meberikan sebuah jitakan pada sang putri yang kini terlihat mengusap dahinya.

Strobe Edge (KaiStal Versi) || ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang