"Chris, ak rindu kita yang dulu."
"Iya, ak juga sama. Apalagi ak pisah dengan mereka, ak tak bisa Angela."
"Chris, bersabarlah. Sudah ya Chris, ak mengerti."
"Chris, bagaimana nanti kita pergi ke tempat cafe kue cubit?"
"Memangnya ada ya?"
"Ada, ak pernah kesana"
"Boleh tuh cantik."
"Kali ini ak yg traktir ya pangeran."
"Baru kali ini ak dihibur oleh cewe yg mengerti perasaanku, ak senang Angela km tidak sama dengan cewe diluar sana seperti pasangan Jason dan Jerry."
"Iyaiya, lupakan lah."
Sepulang sekolah,
"Cantik, yuk?"
"Km ini bersemangat sekali. Yuk"
Christian menggegam erat tangan Angela dengan muka ceria diantara mereka. Tanpa memikir panjang mereka telah melewati Jason dan Jerry yg sedang menunggu didepan kelas pasangannya. Mereka tak lagi memperdulikan itu.
"Jangan melepaskan genggamanku ya bidadari."
"Tak akan pangeran."
Sesampainya disana,
"Cantik, kok km bisa tau cafe ini?"
"Kan ini daerah rumahku, jadi ak tau."
"Oh iyaya, kali-kali kita menyelusuri daerah rumahmu ya? Ak tidak begitu tau tempat dekat sini."
"Siap. Bidadari Angel siap membantu pangeran."
Dengan lelucon simple itu, mereka tertawa bersama dengan penuh keceriaan.
"Km sejak kapan bisa lelucon sperti ini?"
"Saat ku tau kau segalanya untukku."
"Km ini cantik."
"Chris, sepertinya ada yg memandangi kita."
"Siapa? Kan km dari tadi tidak melihat siapapun."
"3 meja disebelah kanan meja kita. Pangeran km jangan aneh lagi."
"Iya? oh iya ak baru ingat."
"Itu Jason kan Chris?"
"Iya benar, sudah jangan menoleh cantik."
"Dia sesekali dijutekin dengan cewenya karena melihat kita. Jason bisa dibilang iri dan merindukan dulu bersama kita."
"Iya. Ngomong-ngomong enak juga ini kue cubitnya."
"Iya dong, ini kan tempat biasa kalau ak bosen dirumah."
"Bidadari, sekarang gantian ak ingin memberimu sesuatu. Ayo."
Lagi-lagi tangan lembut Angela digenggam oleh Christian. Tanpa memikirkan Jason mereka segera pergi.
"Kita kemana Chris?"
"Ikut saja."
"Ini bukannya accessory cewe ya?"
"Iya benar."
"Terus kita ngapain kesini?"
"Tunggu disini."
Entah apa yg dilakukan Chris, dia berada di kasir untuk membayar sesuatu.
"Ini buat km bidadari."
"Ini? Km memberiku sebuah anting?"
"Ya benar, km pakai ya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Women Different
RomantikEntah kenapa dari awalnya misterius dan tak berbanyak kata, sekarang layaknya air mengalir mengikuti jalannya air dan semua berantakan.
