LFS (5)

694 79 1
                                        

Alhamdulillah 1,13K votes💓

••

"(Namakamu)....."

Gadis yang dipanggil pun menoleh dan mendapati kedua sahabatnya yang sudah berpakaian rapi

"Hmm"

"Yaela elo ganiat kemah apa?" Pertanyaan Nadya membuat (namakamu) terbelalak lalu ia langsung lompat dari kasur kingsizenya itu

"Buruannn" buru Lou

**

"Pagi bunda, papa, dan adik gue Dita" sapa (namakamu) yang sedang berjalan kearah ruang makan

"Pagi juga sayang" sapa bunda balik

"Kamu lama banget itu ditungguin Nadya" ucap Papa

(Namakamu) mendudukkan bokongnya kebangku empuk khas kerajaan itu "ya maaf pa, kakak lupa mau kemah"

"Iya udah-udah sekarang kamu sarapan dulu, Nadya dan Loh lagi beberes dikamarnya Dita" ucapan bunda hanya dijawab dengan anggukan paham oleh (namakamu)

**

Mata murid lelaki disekolahan ini tertuju pada empat gadis yang sedang berjalan santai dengan anggunnya

Siapa lagi kalau bukan tiga sekawan dan gadis berhijab itu

Yap (Namakamu), Nadya, dan Lou dan juga Dita

Mungkin untuk hari ini mereka bertigalah bintangnya namun pandangan para lelaki itu tak mereka hiraukan, mereka terus berjalan menelusuri koridor

**

Terpampanglah wajah tampan ketiga lelaki yang sengaja menghadang keempat wanita-wanita cantik nan anggun ini

"Hai kembar" sapaan merayu ala Michael pun keluar, membuat pipi Dita bersemu merah, sedangkan (namakamu) ia menatap Michael datar

"Hazek Mike si dita manjur tuh digituin" bisik Alwan

"Tapi gue berharapnya (Namakamu) yang gitu" bisik Michael

"Udahlah brohh"

"Heh! Lo berdua bisikin apaan!" ujar (namakamu) ketus, Michael dan Alwan hanya melemparkan senyum sumringah mereka

"Oiya kok lo bertiga doang? Yang lain mana?" tanya Nadya yang heran karena ia tak melihat sang kekasih hatinya

"Rizky sama Iqbaal masih dirumah, katanya sih mereka nunggu opa mereka" jawab Aldi, dan dijawab dengan anggukan oleh Nadya

"Udah ah gue mau kekelas dulu!" (Namakamu) berjalan meninggalkan makhluk-makhluk ciptaan tuhan itu

"Eh gue duluan ya" Nadya bejalan menyusul (Namakamu) dan saat Lou ingin menyusul mereka berdua tiba-tiba saja tangannya dicekal oleh seseorang, saat Lou berbalik kebelakang ternyata seseorang yang mencekal tangannya itu Aldi

"Ald lepasin" sergah Lou yang ingin melepaskan cekalan Aldi, namun hasilnya nihil aldi malah menarik badan Lou semakin mendekat dengannya

Pemandangan itu membuat Alwan dan Michael iri sehingga mereka berinisiatif untuk meninggalkan kedua orang yang mungkin akan menjadi pasangan kelak

"Gue mau bilang sesuatu sama lo" Kini posisi Lou berada sangat dekat dengan Aldi, bahkan ia merangkul pinggul gadis cantik ini, hal seperti ini membuat Lou risih

"Ngomong apaan sih? Bisa ga lo lepasin gue, risih tau ga" saat mendengar ucapan Lou, Aldi langsung melonggarkan rangkulannya itu. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Lou, dengan cepat ia keluar dari rangkulan itu

"Udah sekarang lo to the point aja deh, gue males lama-lama" ucap Lou

"Gue harap nanti lo jangan sampe pisah dari gue ya" jawab Aldi to the point, Lou mengernyitkan dahinya apa maksud aldi?

"Udah itu aja?" tanya Lou

"Nanti juga kami tau apa yang aku maksud" jawabnya dan berlalu meninggalkan Lou yang tak mengerti dengan maksud ini semua

"Iih dasar! Dia yang narik gue, dia juga yang ninggalin gue!"

**

Kini semua siswa sudah berkumpul dilapangan yang cukup luas itu, mereka berbaris rapi dan sejajar untuk menyambut si pemilik sekolah serta cucunya

Dipinggir lapangan terdapat red carpet yang terurai cukup panjang untuk sampai diatas panggung yang tidak terlalu besar namun dapat terlihat seluruh siswa yang sedang berbaris dari atas sana

Dari ujung sana terpampanglah kepala sekolah yang kelihatan sedang berbincang kecil dengan sang pemilik sekolah, diikuti oleh kedua cucunya yang bersekolah disini. Cara berpakaian ditambah lagi dengan wajah yang tampan kedua cucu sang pemilik sekolah tersebut mampu membuat mata para siswa perempuan memandang kagum mereka

Sebagian dari mereka berbisik kaget mungkin, mengetahui bahwa Iqbaal dan Rizky ialah cucu pemilik sekolah. Mereka ingin berteman dengan semua orang dan tak ingin berbeda-beda

"Selamat pagi semua, hari yang cukup cerah untuk melakukan aktivitas kemah ini, jangan heran dengan dua pemuda tampan disebelah saya ini" sang kakek pun merangkul pundak kedua cucu tersayangnya

"Mereka adalah cucu saya, mengapa kalian baru diberitahu? Ya karena inilah keinginan mereka berdua, mereka ingin berteman dengan semua orang dan tidak mau dibeda-bedakan, tapi pesan saya pada semua guru disini 'jika kedua cucu saya ini bandel jewer saja telinganya ataupun jemur dia dibawah terik matahari'" lolucon itu membuat semua murid dan guru disini terkekeh ria begitu juga dengan sang kakek

Tak butuh waktu lama, setelah 45menit yang lalu selesai acara pemberangkatan oleh sang pemilik sekolah, kini mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat tujuan

Karena dalam satu bus memiliki 38 bangku, maka dua kelas yang menempati bus tersebut, termasuklah kelas Rizky, Mike, Aldi, dan Alwan serta Dita, Dianty, dan Adiba

Suasana dibus ini sangat ramai oleh suara tawaan dari para murid yang saling melemparkan lolucon mereka.

"Entar ada jurit malam, pasti banyak setan-setan yang berkeliaran" ucap Alwan bersemangat, sangkin semangatnya ia melemparkan kata setan kepada Aldi

"Lahh lo kira gue setan apa, pake bilang kata-kata setannya kemuka gue lagi, muka lo tuh kaya daki" cibir Aldi yang tak mau kalah melemparkan kata-kata aneh

"Daki itu ada ada lagunya kali, mendaki gunung melewati lembah.." Belum sempat Mike melanjutkan kata-katanya, sudah diambil alih oleh (Namakamu)

"Renyah lo mike renyahh!!" Ledeknya dengan tawaan, disambung juga oleh tawaan dari mereka

"Eh, eh masa gue liat Iqbaal diem aja waktu si Alwan ngomongin jurit malam terus banyak setannya" ledek Rizky

"Jangan-jangan dia lagi mikirin kalau dia diapelin sama neng kunti" sambung Dianty, disambut oleh tawaan mereka

Iqbaal yang merasa diledek pun menatap mereka sinis, dan tatapan itu pun membuat suara tawa mereka semakin pecah

"Terus suaranya kikikikikikiki"

"Kaya nama kamu riz" ledek Nadya polos,yang membuat mereka tertawa lagi

"Anjirrr muka lo polos amat nad kaya bokongnya bayi" sambung (Namakamu), Nadya pun menatap (namakamu) dengan tatapan membunuh

"Jangan diem aja dong baal, makanya muka lo jangan sok kegantengan entar kalo ketemu neng kunti"

"Entar iqbaal cari perhatian sama neng kunti, eh mas congnya entar jealous"

"Loh kok lo semua krik banget?" Ledek (Namakamu), dan masih disambut oleh kekehan mereka

Disela-sela ledekan-ledekan yang mereka lontarkan pada Iqbaal, ternyata mata Iqbaal sedaritadi tertuju pada (Namakamu) dan Dita yang tertawa lepas seperti tak ada beban. Tak ia sadari senyuman kecil terhias diwajah tampannya menatap saudara kembar itu bahagia




TBC.
Maaf lama aku sibuk banget sama sekolah, belum lagi ujian
Kemarin baru selesai ujian, jadi mulai sekarang bisa next deh kayanya tapi gajanji kalau vote sama commentnya dikit gamau next wlee

Sayang Author Putri💓

Love At The First SightCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang