Alive chapter 3
"whoa whoa whoa sepertinya ada yang sudah mengenal lebih lama ya" ucap liam dengan nada menggoda. Alhasil muka gue dan barbara pun memerah. Dan saat itu juga louis berkata "jangan - jangan kalian pernah ada hubungan khusua ya" ucap louis dengan nada menyelidik.
Baru saja aku mau jawab tapi tiba -tiba barbara menjawab duluan "what?! pacaran gue aja baru kenal nialler, masa pernah ada hubungan sih. Ngaco aja nih" ucap barbara menyangkal. 'Hah ga pernah ada hubungan apa apa gila ternyata sakit juga ya kalo ga di anggep' batin ku. "Iya bener kok lou kita aja baru kenal bener kata si barbz" balas ku dengan gengsi "wait apa gua gak salah denger si niall panggil barbara barbz and barbara manggil niall nialler" kata liam 'shit gue keceplosan kan mampus'kata niall and barbara dalam hati. "Ehh eh itu makanannya udah dateng" ucap aku untuk mengalihkan pembicaraan
. *skip*.Setelah acara dinner selesai, kami berencana untuk pulang. Dan kebetulan diluar agak gerimis. Kendall bersama Harry akan pergi dulu ke suatu tempat sepertinya.
Liam katanya akan menjemput pujaan hatinya yang baru.Cara harus menemani ibu nya membeli baju untuk pesta pernikahan saudaranya beberapa hari lagi. Louis sebenarnya mengajak barbara untuk pulang bersama, tetapi barbara menolak. Sepertinya barbara belum terbiasa dengan louis.
Lalu louis duluan pulang. Tinggal aku dan barbara berdua di depan pintu masuk restaurant. "Emm barbz, mau pulang bareng ga?" Ajak ku yang sebenarnya modus. "Ga usah, gue naik taksi aja" balas barbara dengan nada dingin nya.
Lalu tiba tiba hujan semakin deras dan suara petir dimana mana. "Hmm ujan deres banget nih kayanya kendaraan umum bakal jarang lewat" ucap ku dengan nada mengejek.
Sepertinya barbara merasa kesal lalu berkata "yaudahlah gue ikut lo aja deh" dengan nada yang agak dihentakkan. "Nah gituu, ayo masuk mobil" balas gue dengan nada datar yang sebenarnya menutupi nada girang dihati ku. Jarak pintu depan dan mobil ku agak jauh, sedangkan hujan sudah sangat deras. Kebetulan aku memakai jaket dan barbara memakai baju lengan buntung. Tanpa berpikir apa apa lagi.Aku langsung melepas jaket ku dan langsung memberikannya kepada barbara. "Ehh apaan nih" tanya barbara dengan muka bingung. "Yaelah, itu jaket. Lo ga bisa liat?" Ucapku dengan sinis karena masih merasa gengsi. "Iya tau, tapi maksud gue..." Belum selesai mengucapkan perkataannya, aku sudah langsung memotong "Lo pake aja, ujan deras. Dan lo make baju kaya gitu bisa bisa masuk angin kali" potongku dengan cepat.
Barbara pun langsung memperlihatkan muka terkejutnya tetapi 1 detik kemudian, wajahnya sudah memperlihatkan muka datar lagi. Setelah itu aku langsung mempersilahkan barbara lari duluan ke mobil, dan aku dibelakangnya. Setelah sampai mobil, aku langsung melajukan mobilnya. "Lo tinggal dimana?" Tanyaku. "Apartemen, untuk sementara aja" jawabnya. "Oh yaudah tunjukin jalannya" balasku. Lalu dia pun mengangguk. Setelah sampai di tempat drop apartemennya. Dia langsung keluar mobil sambil bertanya "Lo ga mampir dulu?".
Aku pun menjawab "Ga lah gausah, gue langsung balik aja". "Oh yaudah makasih ya tumpangannya" ucapnya berterima kasih. "Ia sama sama, gue duluan ya" ucapku sambil melajukan mobil.
Di perjalanan pulang hatiku terasa seperti 6 tahun yang lalu. Senang, bahagia, lebih baik karena kehadirannya. Mulai saat ini, aku harus bisa menarik hatinya lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Alive
FanfictionDulu saat ia meninggalkanku, ia tak percaya dengan adanya karma. Tetapi 5 tahun kemudian ia merasakannya. Ia ingin kembali padaku, ia tak tahu sakit rasanya ditinggalkan begitu saja 5 tahun yang lalu. Ditambah lagi dengan adanya perjodohan sialan ya...