Bagian 4

42 5 2
                                    

Aku harus mencari wanita yang sudah hampir satu tahun menghilang dari hidupku

Anatasha

Ia pasti memiliki berjuta informasi tentang gadisku

Pasti

***

"Kata siapa?" Suara bariton yang bersumber dari belakangku sontak membuatku dan teman-teman ku menoleh ke arahnya

Panjang umur, ucapku dalam hati

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya ku kepadanya yang saat ini sedang menampilkan senyuman smirknya

"Untuk apa aku ke sini kalau tidak untuk makan?" Ia balik bertanya, sial!, Aku mengapa menjadi salah tingkah sih?

"Bukan itu maksudku. Apa maksud ucapanmu yang tadi?" Tanya ku kembali yang masih malu karna salah tingkah tadi

"Tidak ada maksud apa-apa, memang benar kan?" Jawabnya

Maksudnya apa sih?, batinku dalam hati yang tak mengerti apa yang dia bicarakan

"ugh! Terserah" aku segera membalik badanku, saking muak melihat mukanya

"Gadis berambut coklat" panggilnya, bukan nya aku kegeeran tapi entah kenapa pipiku tiba-tiba memanas

Kok aku jadi seperti ini ya?

"Boleh kita bicara?" Ia menarik tanganku tiba-tiba

"Lepaskan tanganku!" Rontaku karna tidak terima diperlakukan seperti itu

"Apa aku boleh meminjam teman kalian?" Ia bertanya kepada ketiga temanku yang saat ini sedang menatap kepada kami berdua -aku dan Dave-

aku mohon jangan mengangguk. Jauh dari perkiraan, teman-temanku mengangguk setuju dan Chaterine menatapku dengan tatapan menggoda

Tanpa aba-aba, lelaki itu segera menarik tanganku, berjalan cepat meninggalkan kantin

Disepanjang jalan aku meronta, Dave mengegenggam pergelangan tanganku dengan kuat dan sepertinya tanganku akan mulai membiru

"Lepaskan aku dave.." tidak kuat dengan cengkramannya yang menurutku sudah melebihi batas sakit

Ini sangat sakit, rintihku dalam hati

Kutundukkan kepalaku, untuk menyembunyikan mata ku yang sudah memerah

Dave memberhentikan langkahnya, ia segera berbalik ke arahku. Seperti membaca pikiranku, ia melepaskan genggamannya dengan lembut

Sepertinya ia sudah menyadari mata ku yang sudah berkaca-kaca. Dave menatap ke tanganku yang saat ini benar-benar sudah membiru

"Ma-maafkan aku" ia mencoba untuk meraih tanganku akan tetapi aku langsung menepis tangannya

Sungguh, dia adalah lelaki yang amat kasar

"Anata-"

"tinggalkan aku" kupotong omongannya, ia hanya menatapku dengan tatapan khawatirnya

Aku muak, aku hanya ingin hidup tenang, apakah itu tak pantas untukku? Mengapa banyak orang yang tidak ingin melihatku bahagia? Mulai dari Ibu, Alessia, Jordan, dan sekarang lelaki di depanku ini selalu menjadi penghalangku menuju kebahagian itu sendiri

Beberapa detik kemudian, lelaki itu menghilang di hadapanku. Berjalan menjauh sembari mengacak-acak rambutnya frustasi

Setidaknya ia masih tau diri, batinku dalam hati

***

"hei! gantian mainnya!" Teriak Steve yang berada di bangku Skate Park yang terletak di belakang lapangan bola Rugby Universitas ini

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 08, 2015 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The Theory Of LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang