Cheaper 8

3.8K 163 1
                                        

Aku disini berjalan menuju kesuatu tempat yang akan membawa kebahagiaan kepadaku nantinya, tapi aku tak tau kemana nantinya arah ku berjalan kiri kah atau kanan atau malah aku lurus saja?
Aku tak tau pasti tentang itu, hanya saja yang ku tau di 3 arah tersebut akan ada malaikat penyelamat Dari kehampaan masalalu yang beberapa tahun ini sudah membuatku terpuruk terlalu dalam.

Tapi beruntung saja aku diselamatkan oleh dua pemuda yang luar biasa, dua pemuda yang sedikit menjelma seperti bara, kebaikan dan ketulusan membuatku bingung untuk memilih antara kevin dan lexxi?  Atau aku tinggalkan saja mereka dengan lanjut berjalan ke arah yang lurus kedepan sendirian hingga aku menemukan malaikatku?

Sulit!

Ya sulit sekali, aku merasa sudah tak mampu hidup dengan kekosongan ini.

Langit yang cerah mewakili suasana hatiku.

Entah kenapa sejak 6 bulan terakhir ini aku sudah terlihat berbeda.

Tak ada lagi wajah sedih dan putus asa mewarnai raut muka ku, aku sekarang lebih sering tersenyum dan cendurung menjadi periang.

Entah ini karena aku sudah mengikhlaskan bara atau aku sudah tersadar dari tidur panjangku.

Aku beruntung sekali memiliki banyak orang yang care dan sayang dengan ku.

Sudah saatnya aku menentukan nasibku! Nasib percintaanku! kepada siapa nantinya aku akan merelakan seluruh hatiku untuk dimilikinya, aku akan menentukannya! Bara ku harap kau bahagia melihatku " ukapan hatiku.

Ntah kenapa beberapa minggu ini, pikiranku selalu di acak-acak dengan bayang-banyang moment bersama kevin, Aku terasa begitu nyaman berada disampingnya.

" kring kring kring " suara telpon Yang seakan mengagetkanku.

" kevin " ucapku melihat panggilan di layar hp ku dan langsung menjawabnya.

" hallo " kataku.

" Lihat langit sekarang " jawab kevin.

Aku langsung melihat langit dari  jendela kamarku dan "DTaaaaarrrrr" bunyi suara kembang api yang indah dilangit, terlihat di samping ada kevin yang sedang tersenyum memandangi ke arahku.

" Betul yang lo bilang, kembang api emang enak diliat kalo dimalam hari " sambung kevin.

" iyalah apapun yang gue omongin itu benar gaada boongnya hehe " jawabku sedikit memuji.

" Can gue boleh nanya sesuatu ga sama lo? " tanya kevin.

" ya nanya aja masak ga boleh, kebangetan dong gue! Mau nanya apa lo? " jawabku.

" anu aa lo ee ! Ga jadi ga jadi deh gue pulang dulu ya? Sampe ketemu besok ya bye " kata kevin yang langsung menutup telfon dan langsung pergi meninggalkan perkarangan rumah ku.

" kevin mau ngomong apa ya? Aneh banget!  " batinku.

→→→→→→→→→
Pepohanan yang hijau dan bunga-bunga warna warni menghiasi taman kota ini, tak salah jika semua orang suka pergi ke taman ini seperti aku juga yang begitu menyukai taman ini.

Aku terbawa suasanya taman yang begitu nyaman ini, udara yang segar tak dicemari oleh asap kendaraan yang melintas di area ini, tak salah jika aku selalu terhipnotis sampai tertidur di bawah pohon sambil menggunakan earphone yang tak ku nyalakan musiknya.

" harus ya lo tidur disini? " suara yang membuatku tersentak bangun.

" lexxi? Lo ngapain disini? " tanyaku sambil melepas earphone do telingaku.

" mau ketemu lo " jawab lexxi yang langsung duduk disebelahku.

" mau apa?  " tanyaku lagi.

" mau pamit " jawabnya sambil tersenyum.

" lo mau kemana? " tanyaku bingung.

" gue mau pindah ke london " jawab nya yang langsung menundukkan kepalanya.

" kok lo pindah? Kenapa lex? Kenapa? " tanyaku yang sedikit sedih.

" nyokap nyuruh gue sekolah disana " jawab nya.

" ya lex kalo lo pergi siapa dong yang jadi kodok tengil gue? Siapa dong yang mau nyanyi lagi buat gue " kataku dengan wajah sedih.

" Eh lo kenapa? Jangan sedih tupai! Gue pasti balik lagi kok! Gue janji " jawab lexxi dengan tersenyum dan meletakkan tangan kanan didadanya.

" bener? Gue tunggu janji lo " balasku sambil tersenyum.

" iya tupai, eh gue harus pergi nih, mau ke bandara gue terbang jam 4 sore ini soalnya " kata kevin.

" Gue ikut ! Nganterin lo ke bandara ! " pintaku.

" ya yaudah yok " jawab kevin.

Kurang dari 30 menit, kami sudah sampai di bandara.
Jam keberangkatan pesawat menuju london tinggal 10 menit lagi tapi mama nya lexxi belum juga datang untuk mengantarkan lexxi, kata lexxi mama nya sibuk jadi ga bisa ngaterin, terlihat sekali kesedihan di raut wajah lexxi.

" can gue pergi dulu ya? Makasih lo mau nemenin gue " kata lexxi.

" iya, lo jaga diri baik baik ya " jawabku sambil tersenyum.

" Ini buat lo " sambung lexxi yang langsung memberikan kotak berukuran sedang berwarna biru kepadaku.

" Apa ni? " tanyaku bingung.

Lexxi hanya tersenyum dan langsung pergi menuju arah pesawatnya, tapi tak begitu lama lexxi datang dengan cepat seperti kilat berlari menujuku dan memelukku sambil berkata.

" Gue bakalan rindu banget sama lo " ungkap lexxi .

" Gue juga " jawabku.

Lexxi langsung melepaskan pelukannya dan pergi lagi karena pesawatnya sebentar lagi akan berangkat.

" Lex tunggu! " pinta ku dan langsung mendekati lexxi.

" ini buat lo, semoga bisa gantiin kerinduan lo sama gue " sambungku yang langsung memberikan kalung berliontin bintang kesayanganku ke pada lexxi.

" makasih ya " jawab lexxi sambil tersenyum dan pergi.

Aku pun pulang dengan wajah yang mendung sekali, entah kenapa aku merasa begitu sedih ditinggal pergi oleh lexxi mungkin ini karena aku dulu aku sering menghabiskan waktu bersamanya dan setelah dia pergi aku merasa begitu kehilangan.

Bersambung ....

Hai readers!
Yeeee cheaper 8 !!!!!!♬♪( ̄▽+ ̄*)
Untuk kesekian kalinya terimakasih sudah membaca!
Jangan lupa vote Dan komen.

See you next cheaper!






Cinta tak pernah salahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang